#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Bersama Mourinho, Gelandang Spurs Ini Bereinkarnasi
29 November 2019 14:20 WIB
LONDON – Sosok Dele Alli yang dulu, telah kembali. Dalam 180 menit sepak bola sejak pemecatan Mauricio Pochettino yang mengejutkan, gelandang Tottenham Hotspur FC tersebut seakan mengalami reinkarnasi. Siapa sangka, instruksi sederhana pelatih anyar, Jose Mourinho, sangat membantu gelandang 23 tahun itu kembali menemukan bentuk terbaiknya.

Hanya 24 jam sejak bergabung dengan Tottenham, Mourinho yakin dirinyaa dapat membuka “kunci permainan” Alli yang telah absen dalam beberapa bulan terakhir, memungkinkan karakter aslinya muncul lagi ke permukaan. Dan, jika gol ketiga sang gelandang musim ini, versus FC Olympiacos adalah yang termudah, itu merupakan indikasi perubahan ke arah positif.

Mourinho telah memutuskan bahwa untuk mendapatkan yang terbaik dari Alli, hanya dengan memainkannya di posisi terbaiknya. Yakni tidak jauh dari striker sekaligus kapten Spurs, Harry Kane. Sebagai pemain No. 10 yang efektif. Yang mampu membawa bola di setengah lapangan atas, bermain di antara sayap-sayap lawan, dan melampaui para striker.


Baca Juga :
- Catat! Jadwal Tiba Eriksen di Kota Milan
- Pochettino Isyaratkan Kembali, tapi Hanya ke Klub Liga Inggris atau Spanyol

Itu adalah posisi bermain Alli dalam dua musim pertamanya bersama Pochettino, yang membuatnya sangat produktif untuk ukuran gelandang, mencetak masing-masing 11 gol dan 22 gol. Mungkin, untuk kali pertama dalam 18 bulan, Alli didorong memainkan peran yang memungkinkannya untuk memanfaatkan kesalahan lawan, seperti yang dilakukan oleh bek Olympiacos, Yassine Meriah.

Pochettino, yang karena berbagai alasan, dan salah satunya adalah kecemerlangan Son Heung Min yang konsisten - telah memainkan Alli pada posisi yang lebih dalam selama beberapa musim terakhir. Sialnya, keberuntungan yang buruk, juga ditunjang oleh dengan rentetan cedera hamstring, terus mengurangi waktu bermain Alli dua musim terakhir.

Sementara Alli terus memberikan kontribusi penting dan menjadi gelandang serbabisa yang lebih baik, dia kurang menarik perhatian. Meskipun begitu, statistiknya tetap menjanjikan. Masih enam bulan sebelum ulang tahunnya ke-24 pada April mendatang, Alli telah mengantongi 44 gol Liga Primer dan 30 assist di belakang namanya.

Yang menarik karena statistik Alli itu jauh lebih baik dibandingkan dua pendahulunya, Frank Lampard dan Steven Gerrard. Pada usia yang sama, Lampard mencetak 25 gol dan 21 assist di Liga Primer. Gerrard 17 gol dan tiga assist. Alli juga telah membukukan lebih banyak penampilan untuk timnas Inggris pada usianya daripada gabungan kedua legenda tersebut.

Toh, masa-masa terbaik Dele adalah ketika menjadi pemain yang bebas mencetak gol di musim pertamanya bersama Spurs, yang posisinya selalu berada di sekitaran Kane, menjadi striker bayangan sang kapten. Kini, setelah dua musim menghilang, sekarang Alli lebih bahagia, dengan peran baru yang memungkinkannya untuk mempesona.

Ternyata, itu semua diawali oleh permintaan Mourinho yang menginginkan Alli menjadi dirinya sendiri lagi. Seperti yang dilihat oleh pelatih asal Portugal itu pada diri Alli dua tahun lalu. Mourinho berkata: "Saya bertanya kepadanya apakah dia Dele atau saudara Dele? Dia bilang dia Dele. Saya kemudian bilang 'OK, maka mainlah seperti Dele'."

Efeknya langsung terasa. Di laga debut Mourinho sebagai pelatih Spurs, pekan lalu, Alli berperan dalam proses gol kedua timnya di West Ham United. Mereka menang 3-2. Empat hari kemudian, Selasa 26/11), pemuda kelahiran Milton Keynes, Inggris, itu yang memelopori kebangkitan dan kemenangan melawan Olympiacos di Liga Champions.

Menyumbang satu gol dan membantu proses gol lainnya, Alli terbukti menjadi ancaman yang terus-menerus dalam perannya sebagai No.10. Ditunjang performa brilian dan kepercayaan diri yang tinggi, dia menghadirkan mimpi buruk bagi bek-bek Olympiacos. Sempat tertinggal 0-2 di menit ke-19, Alli membawa timnya bangkit dan menang 4-2.

Namun Alli tak melupakan Pochettino, orang pertama yang memberinya kesempatan di tim utama Spurs. Dia pun menjadi pemain pertama yang mengucapkan terima kasih ketika kabar soal sang pelatih, meluas. "Saya mengalami banyak pasang surut dan dia membantu saya melalui semuanya," kata Alli. “Terima kasih saya tidak akan cukup.”***NURUL IKA HIDAYATI


Baca Juga :
- Eriksen Setujui Kesepakatan dengan Inter, Tottenham Minta
- Pecat Solskjaer Tidak Semahal Mourinho, Man-United Cuma Bayar Pesangon Rp 93 Miliar

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA