#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
7 Laga Beruntun Arsenal Tanpa Kemenangan, Emery Disemprot Habis
29 November 2019 07:06 WIB
LONDON - Unai Emery makin di ujung tanduk. Tujuh laga Arsenal dilalui tanpa kemanangan. Di kandang sendiri pun The Gunners harus tumbang.

Kekalahan 1-2 dari Eitarcht Frankfurt di Liga Europa, Jumat (29/11) dini hari benar-benar menampar wajah pelatih asal Spanyol itu. Stadion Emirates pun tak bersahabat. Dia seperti menunggu waktu pemecatannya.

Dia berdiri terpaku di tempat saat dua gol di babak kedua dari pemain internasional Jepang Dalchi Kamada mengutuk timnya. Ini pertandingan ketujuh berturut-turut tanpa kemenangan untuk pertama kalinya sejak 1992.


Baca Juga :
- Arsenal Akan Segel Pemain Buangan Man-City, Saingan Mustafi, David Luiz, dan Papastathopoulos
- Arsenal Blokir Jalan Keluar Ceballos

Itu berarti mereka masih belum yakin dengan kualifikasi Liga Eropa meskipun memenangkan tiga pertandingan grup pertama. Pasukan Unai Emery masih berada di posisi pertama Grup F Liga Europa 2019/2020 dengan 10 poin dari 5 pertandingan, disusul Frankfurt (9), Standard Liege (7), dan Vitoria (2).

Kontan kecaman terhadap Emery makin menjadi. Manajer asal Spanyol itu dinilai gagal mengangkat performa tim, yang melanjutkan puasa kemenangannya menjadi 7 laga terakhir--selain belum bisa memastikan kelolosan ke babak 32 besar Liga Europa.

Legendaris Arsenal Martin Keown, mempertanyakan kinerja Emery. Kapasitas eks pelatih Sevilla, AC Milan, dan Paris Saint-Germain itu dinilai tidak lebih baik lagi dari kekalahan ini.


Baca Juga :
- Jamu Sheffield, Arsenal Malah Dapat Hasil Imbang
- Arsenal Sepakat dengan Bek Kiri PSG Ini

"Emery telah membawa tim sejauh yang dia bisa. Kita baru saja menyaksikan kekacauan kinerja di babak kedua. Pemilihan tim, motivasi, pergantian pemain, kinerja, semuanya tak ada. Itu adalah kinerja yang mengerikan," kata Keown, seperti dilansir Mirror.

Menurut mantan bek Inggris itu, Emery sudah tidak punya gairah lagi di Emirates. Dia pun menyarankan agar klub mengakhiri kontraknya. Harus ada orang yang berada di jajaran tertinggi klub membuat keputusan, karena jika tidak, Arsenal akan terjun lebih jauh ke posisi bawah," ungkapnya.*

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA