#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Formula B Zidane Berfungsi
02 December 2019 08:12 WIB
VITORIA-GASTEIZ – Real Madrid sukses melanjutkan rangkaian laju positifnya menjadi tak terkalahkan di delapan pertandingan terakhir (enam menang). Itu setelah mereka menang 2-1 kala tandang ke Deportivo Alaves, Sabtu (30/11). Kesenangan usai laga jornada 15 La Liga 2019/20 itu berarti ganda sebab formula B yang diterapkan bisa berfungsi baik.

Tim Madrid yang tampil di Stadion Mendizorroza memang berbeda dari biasanya. Sadar bertamu hanya berselang empat hari dari laga kandang berat menjamu Paris Saint Germain (PSG), pelatih Zinedine Zidane akhirnya melakukan perombakan pada starting 11 timnya. Berbagai pilar utama diistirahatkan dengan memberi peluang ke pemain sekunder.

Rencana serupa sejatinya bukan kali pertama dilakukan, bahkan itu merupakan salah satu kunci keberhasilan di kepemimpinannya dahulu. Saat ini Zizou –sapaan akrab Zidane– mencoba mengulang strateginya “membagi” Madrid seperti di era pertamanya; 4 Januari 2016-31 Mei 2018. Klub ibu kota di bawah arahannya terurai jadi tim A dan tim B yang sama kuat.


Baca Juga :
- Problem Bek Kiri Madrid
- Pemain Madrid Ini Disetarakan dengan Michael Jordan

Los Merengues –julukan Madrid– arahan Zidane tak hanya tangguh dengan 11 pemain utamanya, tapi ada hingga 20 pemain yang kapan saja bisa diandalkan. Sudah menjadi rahasia umum memang bahwa tim raksasa sekaliber Madrid dihuni sederet bintang, dan pelatih asal Prancis itu hendak memaksimalkan kedalaman skuad. Pun untuk saat ini.

Kemarin menghadapi Alaves, formula seraya di masa lalu coba diterapkan meski masih ada beberapa pilar utama yang dipertahankan. Seperti Sergio Ramos, Carlos Casemiro, Toni Kroos, ataupun Karim Benzema. Tapi di situ tak muncul sosok seraya Eden Hazard (cedera) atau Federico Valverde yang melejit dan berperan besar di laju positif yang dicatat tim.

Sementara itu Alphonse Areola dipercaya menjadi kiper utama menggantikan Thibaut Courtois yang hampir tak pernah tergeser perannya. Raphael Varane pun harus menepi dan hadir Eder Militao di jantung pertahanan. Isco Alarcon yang melejit lawan PSG dipertahankan, dan ada Gareth Bale yang posisinya sempat terguncang akibat sikap saat di tim nasional.

Strategi Madrid A dan Madrid B ini sejatinya sudah mulai menunjukkan hasil yang sempurna pada 2017. Dengan itu Madrid asuhan Zidane bisa mencatat sejarah dengan memertahankan gelar Liga Champions. Taji pun berlanjut hingga menambah trofi jadi tiga. Sementara kini target utamanya adalah La Liga yang tak bisa dimenangkan sejak edisi 2016/17.

“Kami semua punya ide yang sama tentang permainan dan telah bekerja sangat keras sejak satu atau dua bulan yang lalu. Perubahan yang dilakukan akan selalu kami kejar untuk meraih yang positif. Tidak ada yang berubah di antara kami (siapa pun yang tampil) dan kami harus tetap bekerja sama. Kami telah bermain sangat baik,” kata bek Marcelo Vieira.

Formula B yang berfungsi baik akhirnya membuat Los Merengues menaklukan Mendizorroza yang kokoh di musim ini; Mereka baru kalah dua kali dari delapan laga. Atletico Madrid jadi salah satu tim yang tak bisa menaklukan, yakni 1-1 di jornada 11. Sementara Madrid, menjadi tim pertama yang berhasil mencetak dua gol di sana sejauh 2019/20.


Baca Juga :
- Momen Zidane dan Madrid Menyalip
- Real Madrid Ikat Kontrak Valverde

Gol diciptakan oleh Ramos dan Dani Carvajal, sehingga kini tim bisa memuncaki klasemen La Liga; walaupun hasil itu masih bisa berubah melihat hasil Atletico verus FC Barcelona. Tim asuhan Zidane pun sukses mengalahkan mimpi buruknya di musim lalu. Pada 2018/19, salah satu kegagalan mereka di La Liga adalah kalah tandang, termasuk di sana; 0-1.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA