#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Inilah Penyebab Chelsea Menjadi Kurang Tajam
02 December 2019 13:30 WIB
LONDON – Chelsea FC harus menelan kekalahan beruntun di Liga Primer 2019/20. Itu terjadi saat menyerah 0-1 dari West Ham United FC di Stamford Bridge, Sabtu (30/11). Pekan lalu, skuat asuhan Frank Lampard ini juga takluk 1-2 dari Manchester City di Etihad.

Total, sepekan ini, mereka melakoni tiga pertandingan di semua ajang. Satu lagi berujung imbang saat tandang ke markas Valencia CF 2-2 di Liga Champions pada 27 November lalu. Jelas, rentetan hasil minor itu sangat mengkhawatirkan. Itu diakui Lampard yang mengungkapkan problem utama timnya.

“Kami tidak memiliki kualitas yang cukup pada sepertiga akhir pertandingan. Keluhan saya karena kami tidak bisa mengkonversi sejumlah peluang jadi gol,” kata Lampard usai timnya dibobol bek West Ham, Aaron Cresswell, usai babak kedua. Ketika itu, Chelsea langsung bereaksi dengan menggempur pertahanan tim tamu. Hanya, hingga wasit Jonathan Moss meniup peluit panjang, skor 0-1 tidak berubah.


Baca Juga :
- Adrian Beri Semangat untuk West Ham
- Liverpool Bangkit dari Defisit Lawan West Ham, Jurgen Klopp: Semua Gol Kami Aneh!

“Saya tidak kaget (dengan hasil ini), tapi kecewa. (Namun), saya masih percaya pada tim. Ini yang akan selalu jadi pertanyaan, tapi saya sangat memercayai mereka,” Lampard, menegaskan.

Selain kurang tajamnya sektor depan, salah satunya akibat absennya Tammy Abraham yang masih cedera, juga terkait faktor kelelahan. Itu diungkapkan Jorge Luiz Frello Filho mengenai kurangnya fisik para pemain. Terutama, yang juga dipanggil tim nasional (timnas) masing-masing.  

“Mungkin. Namun, kami menciptakan beberapa peluang, hanya memang tidak bisa jadi gol Itu masalahnya,” kata pemain yang akrab disapa Jorginho itu. “Saya pikir, kami kurang tajam. Kami harus lebih klinis lagi ketika menciptakan peluang. Jika kami gagal mencetak gol, tapi justru kebobolan, itu akan membuat situasi jadi sulit.”

Di sisi lain, pelatih West Ham, Manuel Pellegrini, mengapresiasi kinerja skuatnya yang berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Chelsea. Apalagi, ini jadi kemenangan perdana mereka di Stamford Bridge dalam 17 tahun terakhir di Liga Primer pada 27 September 2002, skor 3-2.  


Baca Juga :
- Manchester City Kalahkan West Ham di kandang
- Cuaca Ekstrem, Man-City vs West Ham Ditunda

Pujian khusus diberikan Pellegrini kepada David Martin yang melakoni debut di Liga Primer. Kiper 33 tahun ini menggantikan Lukasz Fabianski yang masih cedera dan pelapisnya, Roberto Jimenez yang tampil inkonsisten.

“Martin belum pernah bermain sebelumnya di Liga Primer. Namun, saya pikir, dia sudah melakukannya dengan sangat baik. Martin juga mendapat banyak bantuan dari barisan pertahanan agar gawang kami clean sheet. Ayahya merupakan legenda West Ham. Saya senang debutnya sukses,” Pellegrini memuji Martin yang merupakan putra Alvin Martin, bek legendaris West Ham periode 1978-1996.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA