#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Deja Vu Leicester
04 December 2019 13:35 WIB
LEICESTER - Leicester City FC dihinggapi deja vu jelang pekan ke-15 Liga Primer 2019/20. Tepatnya, saat menjamu Watford FC di King Power, Rabu (4/12) atau Kamis dini hari WIB. Di atas kertas, skuat asuhan Brendan Rodgers, tentu tidak akan kesulitan meladeni tim tamu.

Apalagi, mengingat Leicester sukses menyapu bersih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di Liga Primer. Tren impresif itu mendongkrak Jamie Vardy dan kawan-kawan menempati peringkat dua klasemen sementara dengan 32 poin. Perolehan poin itu jadi yang terbaik dalam sejarah Leicester jika dikomparasi hingga pekan yang sama.

Termasuk, pada 2015/16 ketika juara bersama Claudio Ranieri. Sebab, empat tahun silam, Leicester hanya mencatat 29 poin. Sisi positifnya saat itu, The Foxes hanya sekali kalah. Sementara, saat ini dua kali. Namun, jumlah kemenangan, gol, hingga kebobolan, pada musim ini lebih unggul.


Baca Juga :
- Arsenal Incar Pemain Termahal Atletico Musim Lalu
- Tak Betah di Liga Cina, Yannick Carrasco Mendekat ke Tim Gurem Inggris

Itu mengapa, banyak yang menilai, Leicester lebih pantas sebagai penantang serius Liverpool FC dibanding tim lain. Kendati, terdapat selisih delapan angka dengan juara Liga Champions 2018/19 yang kokoh di puncak. Namun, Leicester masih lebih unggul dari Manchester City FC yang berada di peringkat tiga dengan 29 poin.

Apalagi, mengingat kompetisi masih menyisakan 24 pertandingan lagi hingga 17 Mei mendatang. Dalam periode itu, apa pun bisa terjadi. Termasuk, peluang mereka untuk mengudeta Liverpool. Faktanya, pada pekan ke-14 2015/16, Leicester menempati urutan kedua di bawah Man. City.  

Namun, pada akhir musim, Ranieri mampu mengungguli pasukan Josep Guardiola. Fakta itu yang bisa jadi motivasi Rodgers untuk membawa Leicester juara. Kendati, mayoritas skuat saat ini merupakan pemain anyar. Alias, hanya ada delapan anggota tersisa dari tim 2015/16. Termasuk, Vardy yang kini memuncaki top scorer sementara berkat 13 golnya.

Di sisi lain, Watford belum menemukan sosok pengganti Quique Sanchez Flores yang dipecat 1 Desember lalu. Saat ini, The Hornets hanya memberi kesempatan sementara kepada Hayden Mullins. Sebelumnya, dia menangani Watford U-23 yang kini dipercaya jadi caretaker. Kendati, sudah ada beberapa nama yang dikaitkan sebagai pelatih anyar.


Baca Juga :
- Momen Rui Patricio Berikan Jaketnya untuk Seorang Maskot
- Merujuk Statistik, Kejutan Muncul dalam Tim Terbaik Liga Primer Dekade Ini

Termasuk, Chris Haughton yang sempat menangani Brighton & Hove Albion pada 2014-2019. Yang pasti, manajemen Watford enggan gegabah. Sebab, mereka sudah dua kali memecat pelatih hingga membuat situasi jadi buruk. Faktanya, Watford terancam degradasi ke Championship 2020/21 akibat jadi juru kunci karena baru mengoleksi delapan poin.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

Komparasi Leicester Era Ranieri dengan Rodgers hingga Pekan Ke-14
Musim                     2015/16                          2019/20
Pertandingan:         14                                      14
Menang:                  8                                        10
Seri:                         5                                        2
Kalah:                      1                                        2
Poin:                        29                                      32
Posisi:                      2                                        2
Gol:                          29                                      33
Kebobolan:             21                                      9

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA