#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
The Citizens Mulai Realistis
05 December 2019 13:20 WIB
BURNLEY - Manchester City FC harus bersikap realistis terkait persaingan perebutan gelar Liga Primer musim ini. Kemenangan atas Burnley FC, 4-1, Selasa (3/12) malam lalu membuat skuat pelatih Josep “Pep” Guardiola itu tertinggal delapan poin dari Liverpool FC yang berada di puncak. Dengan 32 angka, per Rabu (4/12) kemarin, The Citizens berada di peringkat kedua klasemen Liga Primer.

Tetapi, bila Liverpool mampu menjinakkan “klub tetangga” yang datang ke Anfield, Everton FC, Rabu (4/12) malam atau dini hari tadi WIB, Man. City akan kembali tertinggal 11 poin. Posisi kedua Man. City juga bisa tergeser bila pada saat bersamaan Leicester City FC mampu menundukkan Watford FC.

Guardiola pun menjawab pertanyaan seputar peluang timnya mencetak hattrick juara Liga Primer dengan nada sedikit bercanda. “Gelar Liga Primer sudah habis bagi kami. Tidak ada yang memberi kami kesempatan. Seperti semua orang bilang, kami sudah keluar (dari persaingan perburuan gelar). Kami hanya akan memikirkan laga demi laga berikutnya.”          


Baca Juga :
- Sadio Mane Cuma 30 Menit Merumput, Pukulan Besar bagi Liverpool
- Sadio Mane Cedera, Liverpool Tak Tersentuh 40 Pertandingan

Man. City bermain sangat impresif saat menghantam Burnley. Gol-gol yang dibuat Gabriel Jesus (dua) serta Rodri Hernandez dan Riyad Mahrez hanya mampu dibalas sekali oleh Robbie Brady. Aksi The Citizens di Turf Moor tersebut diyakini salah satu yang terbaik sepanjang musim ini.

“Tim kami semakin stabil. Itu yang kami inginkan,” tutur Guardiola. “Bicara gap kami dengan Liverpool, kami akan gila jika terus memikirkan gelar (Liga Primer). Kami lebih baik memutar otak untuk derbi (melawan Manchester United pada Sabtu) nanti.”

Kian stabilnya Man. City bisa dilihat dari performa beberapa pemain. Dua pemain City yang paling disorot saat melawan Burnley tak lain Rodri dan Jesus.

Rodri mampu menunjukkan permainan seperti gelandang bertahan keinginan Guardiola. Gelandang asal Spanyol itu tidak hanya tenang saat mengontrol bola tetapi juga tidak segan melakukan tekel. Jika turun ke dalam, ia selalu siap menerima bola dar kiper Ederson Moraes atau membantu langsung pertahanan. Visi permainan Rodri juga bagus. Ia terlihat kian pandai mengatir tempo kapan harus memberikan bola untuk memulai serangan dan kapan waktu untuk bertahan.

Absennya Ilkay Guendogan juga mampu disiasati Guardiola lewat peran Kyle Walker. Walker diminta lebih sering mengisi posisi double pivot untuk membantu mengurangi tekanan lawan terhadap Rodri.

Kredit juga layak diberikan untuk Jesus. Inilah untuk kali pertama—sejak Januari lalu, melawan Rotherham di Piala FA, Burton Albion di Piala Liga, dan Wolverhampton Wanderers di Liga Primer—striker asal Brasil itu menjadi starter Man. City untuk tiga laga beruntun. Absennya Sergio Aguero karena cedera paha membuat Guardiola menurunkan Jesus sebagai starter.

Sebelumnya, banyak yang meragukan Jesus mampu menggantikan peran Aguero. Sebelum melawan Burnley, Jesus tercatat tidak mampu mencetak gol dalam delapan laga Liga Primer. Total, striker 22 tahun itu tidak bisa membuat gol dalam 10 pertandingan untuk klub dan negaranya.


Baca Juga :
- Man-United Makim Memble, Legendaris Ini Marah, Hilang Kepercayaan pada Solskjaer
- Chelsea Ngebet Dapat Servis Werner, tapi Striker Leipzig Justru Tertarik ke Liverpool

Namun, dua gol ke gawang Burnley diharapkan mampu mendongkrak motivasi Jesus. Pasalnya, ia kini di posisi ketiga pemain Brasil dengan gol Liga Primer terbanyak. Dengan 22 gol, Jesus hanya kalah dari eks penyerang Liverpool, Philippe Coutinho (41), dan Roberto Firmino (52) yang kini masih berseragam The Reds.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER        

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA