#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Pos Dua Liga 1 Juga Menggoda
05 December 2019 12:49 WIB
JAKARTA - Tahun ini Indonesia mendapat jatah satu tiket play-off Liga Champions Asia
(LCA) 2020, yakni untuk juara Liga 1 2019 Bali United. Selain itu, juga ada dua tiket
untuk Piala AFC 2020. Satu tiket sudah menjadi milik PSM sebagai hadiah juara Piala
Indonesia 2018/19.

Sedangkan, satu tiket lagi menjadi milik runner-up Liga 1 2019 walaupun sifatnya
cadangan. Sebab, jika gagal di kualifikasi, maka Bali United akan turun ke Piala AFC
2020.

“Otomatis slot akan tertutup dan peringkat kedua di Liga 1 2019 tidak bisa ikut
berkompetisi di Asia,” kata Manajer Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB), Asep
Saputra kepada TopSkor, Rabu (4/12).


Baca Juga :
- PSSI Siapkan Teknologi VAR untuk Liga 1
- Fisikalisasi di Timnas Era Shin Tae Yong, Pemain Tetap Berlari di Setiap Pergantian Bentuk Latihan

Meski begitu, persaingan memperebutkan posisi runner-up Liga 1 2019 masih
berlangsung ketat. Persipura yang sementara ini menduduki peringkat kedua dengan
nilai 47 sedikit diunggulkan.

Selain memiliki mental sebagai mantan penguasa liga, Mutiara Hitam punya modal dua
laga kandang untuk mengamankan poin penuh. Apalagi, jika Boaz Solossa dan kawan-
kawan bisa mencuri poin di markas Bali United dan Kalteng Putra tentu peluang finis di
posisi kedua semakin besar.

Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago mengatakan bahwa jika bisa finis di peringkat kedua
di akhir kompetisi bakal menjadi raihan istimewa bagi anak asuhnya. ”Berkesempatan
berkompetisi di Asia tentunya jadi hal yang bagus bagi tim Persipura. Di mana kami juga
sudah sempat memiliki sejarah bagus di Piala AFC beberapa tahun lalu,” kata Jacksen.
Seperti diketahui,  Persipura berhasil mencetak sejarah dengan mencapai semifinal Piala
AFC 2014.

Sementara itu, Borneo FC yang kini menempel ketat di peringkat ketiga dengan nilai 46
akan menjadi pesaing serius tim Mutiara Hitam. Apalagi, kedua tim ini akan bentrok
pada laga penutup, 22 Desember mendatang.

“Tentunya tim kami punya keinginan keras untuk bisa bermain di level Asia,” kata pelatih Borneo FC, Mario Gomez.

Bhayangkara FC juga berpotensi memberi ancaman kepada Persipura dan Borneo.
Dalam delapan laga terakhir Bhayangkara tak pernah menelan kekalahan. Bahkan,
kemarin, the Guardians menghajar Persija 3-0.

Tetapi, Bhayangkara harus berhati-hati karena akan menghadapi Persebaya, tim yang
juga dalam grafik positif. Berikutnya juga mereka akan diadang Perseru yang cukup
kuat saat bermain di kandang.

Lalu, di bawah Bhayangkara FC, ada Madura United yang juga memiliki poin 44. Namun,
tim Laskar Sapeh Kerrap kini sedang dalam performa menurun dengan rapor tak
pernah menang dalam lima laga terakhir.

Tiga posisi berikutnya memiliki nilai yang sama 43 poin yaitu Arema FC, PSM, dan PSS.
Meski tidak ada jaminan langsung meraih tiket ke level Asia, namun posisi kedua tetap
menjanjikan gengsi dan kepuasan tersendiri bagi klub-klub tersebut.

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro mengaku ingin memaksimalkan kesempatan untuk finis
sebegai runner-up. Meski ia menyadari ada ganjalan yang dimiliki timnya untuk ke level
Asia.


Baca Juga :
- Rohit dan Toncip Siap Mematikan Pergerakan Makan Konate
- Laskar Joko Tingkir Tak Keder Dikelilingi Tim Top Jatim

“PSS belum punya lisensi klub AFC. Namun tentu kami ingin juga memaksimalkan
kesempatan itu. Pemain juga tentu punya kebanggaan tersendiri jika bisa
melakukannya,” ucap Seto.

Ya, syarat lain yang harus dipenuhi jika ingin berlaga di level Asia adalah harus memiliki
lisensi klub AFC. Juara Liga 1 2017 Bhayangkara FC di tahun 2018 lalu juga akhirnya
harus merelakan posisinya pada kualifikasi LCA digantikan Bali United yang sebenarnya
berstatus sebagai runner-up Liga 1 2017.***

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA