#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ancelotti Pusing, Napoli Terbelah Jadi Empat
06 December 2019 16:10 WIB
NAPOLI – Skuat SSC Napoli mulai diisolasi di Castel Volturno sejak Rabu (4/12) siang sampai Minggu malam sebelum laga lawan KRC Genk. Suasana terlihat muram. Para pemain tertekan dan tidak ada keinginan untuk bersenda gurau seperti biasanya. Mereka dituntut untuk mendapat hasil maksimal lawan Udinese Calcio dan menyegel satu tempat di perdelapan final Liga Champions.

Pelatih Carlo Ancelotti pusing menghadapi masalah yang timbul saat ini. Kemerosotan kinerja dan kurang harmonisnya ruang ganti, jika dibiarkan berlarut, maka jabatannya yang jadi taruhan. Tim terbelah jadi empat grup: pemberontak, penengah, tidak senang, dan penurut.

Kelompok pembangkang terdiri dari para senior dengan Lorenzo Insigne sebagai ketua. Dalam ban kapten yang disandangnya terdapat tanggung jawab untuk memimpin tim agar bisa keluar dari lingkaran masalah. Namun yang terjadi sebaliknya, winger itu malah mendorong untuk mengabaikan perintah Presiden Aurelio De Laurentiis untuk menjalani ritiro.


Baca Juga :
- Eriksen Menuju Seri A, Inter Harus Bergerak Cepat atau Berbelok ke Barcelona
- Barter Bagus! Inter-Napoli Rundingkan Pertukaran Allan-Vecino

Bersama Insigne, ada Jose Callejon dan Dries Mertens (kemarin absen karena demam). Kedua penyerang mancanegara itu di ambang lepas kontrak. Dua pemain kesayangan De Laurentiis, Kalidou Koulibaly dan Allan juga bergabung di grup ini.

Ancelotti boleh berharap kepada kelompok penengah yang terdiri dari Nikola Maksimovic, Fabian Ruiz, Kostas Manolas, Orestis Karnezis, Piotr Zielinski dan Fernande Llorente. Mereka adalah pemain yang jarang mengeluh dan selalu percaya kepada pelatih. Ada keinginan untuk menyatukan keping yang berserakan tapi itu tergantung kepada raihan tiga poin dari Udine.

Mereka bisa membentuk grup baru bersama para penurut dan membentuk fondasi untuk proyek tim masa depan. Rata-rata yang termasuk ke dalam kelompok ‘pasif’ adalah pesepak bola muda  yang tidak berani membantah titah para senior atau komponen baru. Alex Meret, Hirving Lozano, Sebastiano Luperto, Giovanni Di Lorenzo, Gianluca Gaetano dan David Ospina. Suara mereka tidak terlalu didengar sehingga lebih baik diam dan menonton.


Baca Juga :
- Insigne Bangunkan Napoli dari Mati Suri
- Parolo Sebut Napoli Beruntung, tapi Akui Gol Lorenzo Insgine Bagus

Neraka di kubu Napoli melahirkan blok yang tidak senang dengan pelatih. Pihak ini berisikan pemain yang kecewa karena jarang diturunkan ke lapangan. Arkadiusz Milik, Faouzi Ghoulam dan Mario Rui berkutat dengan cedera sejak awal musim. Namun, ketika Carletto memberi kesempatan unjuk kebolehan malah tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Kemudian ada Elseid Hysaj dan Amin Younes yang dinilai sebagai pemain cadangan saja. Kedua pesepak bola ini dengan sukarela pergi dari Castel Volturno saat ada kesempatan. Dengan adanya empat faksi tersebut, allenatore yang mempersembahkan 20 trofi untuk tim-timnya di masa lalu itu harus memprioritaskan pendekatan secara personal kepada anak buahnya. Ketika krisis tiba, alangkah lebih baik kalau tim bersatu dan mencari jalan keluar bersama-sama.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA