#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ini Taktik Milan dengan Ibra
06 December 2019 16:15 WIB
MILAN – Kode yang dilemparkan Zlatan Ibrahimovic  terkait peluang kembali ke Italia, membuat tifosi AC Milan bermimpi. Masih ada 10 hari lagi untuk mengetahui keputusan pemain temperamental tersebut.  Di tengah frustrasi, suporter seolah tak peduli kalau klub merekrut penyerang uzur. Yang terpenting kinerja lini depan kembali moncer dan tim dapat mencapai targetnya ke zona Eropa.

Seandainya Ibra bergabung di Milanello, evolusi di sektor serangan tak terelakkan. Bomber subur MLS, bersama LA Galaxy itu akan menjadi penguasa di area penalti, yang pada paruh kedua musim 2018/19 diwarnai aksi gemilang Krzysztof Piatek.

Hadirnya attaccante Swedia itu otomatis mengurangi kesempatan Rafael Leao dan Piatek sebagai starter. Il Pistolero harus siap lebih sering duduk di bangku cadangan menyusul penurunan performa. Sejak Agustus lalu hingga sekarang, dia hanya merobek gawang tiga kali: 2 penalti dan 1 dari aksi. Sedangkan pesepak bola asal Portugal baru menyarangkan 1 gol dari 11 laga. Namun, di sisi lain, Ibra merupakan mentor ideal untuk kedua penyerang muda itu.


Baca Juga :
- Akan Ada Sesi Penghormatan untuk Kobe Bryant di Laga Milan-Torino
- Spurs Dekati Milan untuk Dapatkan Piatek

Dengan adanya Ibra di pusat zona penalti, pelatih Stefano Pioli akan memikirkan jalan keluar agar manuver menjadi lebih efektif. Leao harus menyesuaikan diri dengan posisi sayap dalam skema 4-3-3, di sisi seberang akan dipilih antara Suso dan Hakan Calhanoglu. Saat tim bergerak, pemuda 20 tahun itu bertugas membuka ruang untuk Zlatan. 

Solusi ini memungkinkan penggunaan dua penyerang murni seperti di Milan era Massimiliano Allegri. Ibra bermain di sebelah striker kedua yang unggul dari sisi teknik, dari Robinho ke Alexandre Pato hingga Antonio Cassano. Tapi cara ini akan berimbas buruk kepada Piatek. Pemilik kostum nomor sembilan itu sulit berbagi lapangan dengan elemen lain. Sudah pernah dicoba di awal musim dengan Andre Silva, hasilnya berantakan.

Namun sebelum Ibra teken kontrak di depan Direktur Teknik Paolo Maldini, Pioli berpegang kepada skenario awal. Leao memperlihatkan kemajuan memasuki Desember, terlihat dalam latihan di mana dia menciptakan doppietta dalam pertandingan internal.  

Minggu (8/12) atau Senin dini hari WIB, I Rossoneri akan bertandang ke Bologna. Pola permainan skuat besutan Sinisa Mihajlovic sama seperti Parma Calcio: pertahanan tertutup dan memblokir suplai bola ke penyerang utama. Dalam situasi ini, Leao sangat berguna dan konsekuensinya skuat Pioli tidak bisa mengandalkan sepenuhnya kepada kekuatan fisik Piatek. Ide tersebut telah diuji di hadapan I Gialloblu.

Dalam mercato musim dingin, Maldini dan tangan kanannya Chief Football Officer Zvonimir Boban, mencoba mencari penyerang tambahan. Posisi Piatek berisiko tapi sepertinya pemain belum akan dilego.


Baca Juga :
- Jarang Dapat Kesempatan di Milan, Suso Siap Pulang ke Spanyol
- Eriksen Menuju Seri A, Inter Harus Bergerak Cepat atau Berbelok ke Barcelona

Setahun lalu, pemain tersebut diboyong dari Genoa ke Milan. Peluang menggiurkan itu tiba setelah serangkaian permainan ciamik Kris. Kalau dia dikembalikan ke Il Grifone maka itu merupakan langkah mundur. Lagipula dengan kondisi kinerja seperti sekarang, hampir tidak ada klub yang mau membayar mahal.

Seandainya dipertahankan, Piatek mesti segera mendongkrak kepercayaan diri dan menemukan jalur gol. Itu merupakan modal berharga untuk memenangi persaingan memperebutkan satu kostum untuk sektor serangan setidaknya dalam enam bulan ke depan.*** Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA