#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sektor Tengah Fondasi Permainan Milan
08 December 2019 09:01 WIB
MILAN – Skor 1-0 yang dipetik AC Milan di Parma boleh dibaca sebagai sinyal positif. Namun, belum tentu mereka sudah bangkit. Pertandingan lawan Bologna FC, di Stadion Ennio Tardini, Minggu (8/12) atau Senin dini hari WIB, menjadi ujian berat. Tuan rumah yang baru dijegal Udinese Calcio di Piala Italia bisa menjadi rintangan besar.

Kemarin Stefano Pioli telah bereksperimen dengan formasi yang mengedepankan kekuatan sektor tengah. Pelatih membayangkan barisan lapangan tengah berkualitas, meski harus mengorbankan otot Franck Kessie atau permainan dinamis Rade Krunic.

Kembalinya Giacomo Bonaventura sangat berarti bagi tim yang kini berjuang untuk menjejak 10 besar klasemen Seri A. Gelandang tersebut dan Ismael Bennacer memiliki kreativitas yang membuat manuver tim semakin sulit ditebak. Mereka juga piawai membuka ruang sehingga lebih banyak penendang ke area lawan.


Baca Juga :
- Gol Tunggal Ante Rebic Bawa Milan Menang Atas Brescia
- Eriksen Menuju Seri A, Inter Harus Bergerak Cepat atau Berbelok ke Barcelona

“Saya senang telah kembali. Sungguh penting memenangi pertandingan dengan persiapan matang. Kami harus melanjutkan prestasi di Parma. Di Bologna, pastinya akan sulit karena mereka tampil baik dan memiliki individu bagus. Jadi perlu kinerja yang sangat hebat,” kata pemain yang akrab disapa Jack itu ke Milan TV. “Sejak ada Pioli, kami main lebih agresif, rapat dan kompak. Prestasi individu meningkat berkat perkembangan taktik.”

Jawaban positif yang diberikan beberapa elemen lini pertahanan (dengan Andrea Conti dan Theo Hernandez di bagian sayap) dan lini serangan (Hakan Calhanoglu menjadi mesin formasi tiga penyerang)  melegakan Pioli. Namun, dia masih belum puas dengan level permainan, operan dan cara anak buahnya membaca aksi.

Krzysztof Piatek enggan angkat kaki dari Milanello dan menerima tawaran Genoa CFC dan Crytal Palace. Jalan satu-satunya untuk meyakinkan para petinggi I Rossoneri dengan persembahan gol. Pioli membuka peluang bagi attaccante Polandia itu.

Bagi Bologna, Milan merupakan salah satu tim mengerikan yang pernah dihadapi di kandang. I Rossoblu tidak pernah menang lawan musuh bebuyutan FC Internazionale itu di Stadion Ennio Tardini, sejak Maret 2002. Anak buah Sinisa Mihajlovic mesti memperbaiki durasi konsentrasinya menjadi 90 menit.

Tim tersebut kehilangan 10 poin dari situasi unggul. Catatan negatif ini lebih baik ketimbang musim lalu, yang mencapai 13.

“Sinisa Mihajlovic sangat kecewa melihat penampilan kami. Kami harus segera langkah-langkah penting untuk membetulkan kesalahan sehingga mampu bermain bagus lawan AC Milan,” asisten pelatih Emilio De Leo mengungkapkan.

Para senior seperti Rodrigo Palacio dan Blerim Dzemaili akan mengisi lini depan. Mereka harus menemukan harmonisasi dengan dua pemain sayap, Andreas Skov Olsen dan Nicola Sansone. Berdasarkan evaluasi selepas laga, 0-4, lawan Udinese, diketahui kesalahan berasal dari kurang hati-hati, konsentrasi dan pendekatan taktik. “Pelajaran ini dibutuhkan untuk laga di Seri A,” kata De Leo.* Dari berbagai sumber

 

Perkiraan Pemain : 


Baca Juga :
- Prediksi Lazio vs Sampdoria, Berburu 11 Kemenangan Beruntun
- Dalam Siklus Mini, Ronaldo Jadi Bomber Terbaik Eropa


Bologna (4-2-3-1): 28 Skorupski;14 Tomiyasu, 13 Rani, 23 Danilo, 4 Denswill;30 Schouten, 16 Poli;17 Skov Olsen, 31 Dzemaili, 10 Sansone; 24 Palacio;
Pelatih : Sinisa Mihajlovic
Cadangan : 1 Da Costa, 6 Paz, 11 Krejci, 15 Mbaye, 32 Svanberg, 7 Orsolini, 22 Destro

AC Milan (4-3-3): 99 G. Donnarumma;12 Conti, 22 Musacchio, 13 Romagnoli, 19 Hernandez;33 Krunic, 4 Bennacer, 5 Bonaventura; 8 Suso, 9 Piatek, 10 Calhanoglu;
Pelatih : Stefano Pioli
Cadangan : 25 Reina, 2 Calabria, 68 Rodriguez, 20 Biglia, 39 Paquetà, 79 Kessie, 7 Castillejo, 17 Leao
 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA