#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Catatan Buruk 60 Tahun Bisa Terulang
09 December 2019 13:02 WIB
VILA-REAL – Atletico Madrid kembali menjadi sorotan. Untuk keempat kalinya secara beruntun, mereka gagal memetik tiga poin setelah diimbangi tanpa gol oleh tuan rumah Villarreal CF di Stadion Ceramica, Sabtu (8/12) dini hari WIB. Buruknya lagi itu jadi hasil seri kelima beruntun laga tandang. Belum pernah Atletico mencatatkan tren negatif seperti itu selama 60 tahun terakhir.

Selain Ceramica, ada stadion Jose Zorrilla (Real Valladolid), Mendizorroza (Deportivo Alaves), Ramon Sanchez-Pizjuan (Sevilla FC), dan Los Carmenes (Granada CF),di mana Atletico meraih hasil minim. Situasi ini mengingatkan suporter Los Rojiblancos pada periode 1957/58.

Musim itu, mereka menorehkan rapor merah dengan merangkai enam seri beruntun di kandang lawan (September hingga Desember). Los Rojiblancos ditahan Real Valladolid, Celta Vigo, CA Osasuna, Sevilla FC, FC Barcelona, dan Real Madrid. Kala itu mereka dilatih Ferdinand Daucik, juru taktik asal Slovakia.


Baca Juga :
- Dihujani Kritik, Presiden Atletico Bela Simeone
- Atletico Diimbangi Tanpa Gol Oleh Tim Peringkat 19 di Kandang Sendiri

Dengan masih menyisahkan satu laga tandang di 2019 (melawan Real Betis), bukan tak mungkin Diego Simeone bakal menyamai “prestasi” Daucik. Dari semua hasil imbang tersebut, masalah produktivitas masih menjadi problem terbesar (tidak hanya di tandang). Los Rojiblancos tidak pernah bisa mencetak lebih dari satu gol dari lima rangkaian hasil tersebut.

Mereka bermain 1-1 ketika melawan Alaves, Sevilla, dan Granada, serta tanpa gol saat versus Valladolid dan Villarreal. Padahal, saat menghadapi Tim Kapal Selam Kuning, Atletico sudah diperkuat pemain bintangnya, Joao Felix. Winger berbanderol 120 juta euro bahkan mampu bermain selama 90 menit setelah hampir tiga pekan lebih cedera.

Di laga itu, Felix mampu melepaskan sembilan tembakan ke gawang Villarreal yang dijaga Sergio Asenjo. Catatan tersebut merupakan yang terbaik dibandingkan pemain lain hari itu. Bahkan Alvaro Morata, duetnya di lini depan, hanya melepaskan dua tembakan. Padahal, biasanya penyerang Spanyol ini paling rajin memborbardir pertahanan lawan.

 “Hal yang normal ketika Anda melancarkan banyak peluang tetapi tak membuahkan hasil, dan lebih mengkhawatirkan lagi karena kurang presisi. Hari ini kami memiliki kesempatan emas, dari Joao dan (Renan) Lodi, tetapi kami tak bisa memaksimalkannya dengan  baik,” ujar Simeone.

Kelemahan ini jelas pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan Simeone sebelum duel krusial melawan Lokomotif Moscow, Rabu ini. Mereka butuh kemenangan untuk bisa lolos ke 16 besar Liga Champions. Dan hanya dengan mencetak gol, hal itu  bisa terwujud.* GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER


Baca Juga :
- Messi Main Bagus Barcelona Tetap Kalah, Begini Penyebabnya
- Disingkirkan Atletico Madrid, Petinggi Barcelona Tepis Valverde di Ambang Pemecatan

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA