#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kolaborasi Pemain Muda dengan Senior
09 December 2019 13:40 WIB
LONDON – Paceklik kemenangan dalam sembilan pertandingan (lima imbang dan empat kalah) di semua ajang musim ini membuat segenap elemen Arsenal FC pun gerah. Termasuk, pelatih Freddie Ljungberg, yang masa depannya terancam. Sebab, dia belum mampu memberi aura positif dalam dua laga terakhir sejak menggantikan Unai Emery pada 29 November lalu.

Dalam periode itu, The Gunners ditahan Norwich City FC 2-2 pada 1 Desember lalu diikuti takluk 1-2 dari Brighton & Hove Albion FC (5 Desember). Sebagai mantan pelatih Arsenal U-23, tentu Ljungberg berkewajiban memberi kepercayaan kepada pemain muda. Pada saat yang sama, pria asal Swedia ini juga wajib menyatukan skuatnya dengan pemain senior yang lebih berpengalaman.

Itu diakui Ljungberg yang dituntut untuk memberi kemenangan perdana saat tandang ke markas West Ham United FC di London, Senin (9/12) malam atau Selasa dini hari WIB. Bisa dipahami mengingat statusnya sebatas caretaker. Arsenal bisa melepasnya kapan saja, terutama jika performa Pierre Emerick-Aubameyang dan kawan-kawan jeblok. Meski, peluang Ljungberg untuk dipertahankan tetap besar andai mampu mendongkrak prestasi tim.


Baca Juga :
- Beckham Denmark Ini Kupas Prasangka Pesepak Bola dengan Pacar
- PUMA Rilis Varian Sepatu Baru, Pep Guardiola Antusias

“Saya tidak mengatakan akan membangun tim dengan pemain yang spesifik. Namun, saya merasa untuk memainkan pemain yang berpengalaman dalam situasi sulit seperti ini,” kata Ljungberg. “(Saya memutuskan untuk tidak) membawa semua pemain muda yang akan mengubah masa depan klub. Kehadiran mereka (pemain senior) diharapkan bisa mengubah permainan.”

Kolaborasi pemain muda dan senior jadi win-win solution dalam strategi Ljungberg. Namun, terlepas dari komposisi pemain, yang utama saat ini kemenangan. Sebab, Arsenal belum pernah merasakan lagi di Liga Primer sejak mengalahkan AFC Bournemouth 1-0 pada 6 Oktober lalu.

Dengan skuat yang kini bugar karena sudah lepas dari agenda internasional, Ljungberg bisa menurunkan komposisi terbaik di markas West Ham. Terutama, di lini depan dengan menyandingkan Aubameyang bersama Alexandre Lacazette. Juga ada opsi untuk kembali memercayai Mesut Oezil yang sempat terbuang pada awal musim.

“Saat ini, kami harus berkonsentrasi pada apa yang akan dilakukan. Tidak perlu melihat (klasemen) ke atas atau bawah. Kami hanya butuh bekerja dan saling percaya di antara skuat,” Ljungberg, mengungkapkan.

Di sisi lain, duel ini juga sangat penting bagi pelatih West Ham, Manuel Pellegrini. Pria asal Cile itu dituntut untuk segera mengangkat The Hammers yang kini kian mendekati zona degradasi. Itu akibat West Ham hanya mampu sekali menang dari sembilan pertandingan terakhir Liga Primer.  


Baca Juga :
- Arsenal Incar Pemain Termahal Atletico Musim Lalu
- Tak Betah di Liga Cina, Yannick Carrasco Mendekat ke Tim Gurem Inggris

Itu mengapa, Pellegrini disebut mendapat ultimatum dari petinggi klub untuk segera meraih kemenangan dalam dua laga ke depan. Andai gagal, ada kemungkiinan pelatih 66 tahun ini lengser. Setelah Arsenal, mereka ditunggu Southampton FC, Sabtu (14/12). Saat ini beredar beberapa nama sebagai pengganti Pellegrini. Mulai dari David Moyes hingga Chris Hughton.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA