#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Momen Penentuan Inter
10 December 2019 16:15 WIB
MILAN – Inilah momen penentuan FC Internazionale di kancah elite Eropa. Laga terakhir Grup F Liga Champions lawan FC Barcelona di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (10/12) atau Rabu dini hari WIB. Hanya kemenangan yang bisa menjamin partisipasi I Nerazzurri ke 16 besar. Hasil imbang 0-0 melawan AS Roma di Seri A, akhir pekan kemarin, telah mengganggu persiapan Inter.

Jadi, tim asuhan Antonio Conte harus segera bangkit ke level terbaik. Terutama dalam hal mencetak gol, di mana Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez (Lu-La) tampak kesulitan menembus pertahanan lawan. Jika Inter ingin lolos, duo bomber itu perlu mendapatkan kembali ketajaman.

Namun, tidak adil melimpahkan semua kepada Lu-La. Tim hanya bisa memetik hasil maksimal bila setiap elemen berfungsi dengan baik. Mulai dari kiper sampai penyerang, mereka mesti menjalankan peran secara sempurna. Apalagi lawan kali ini adalah Barcelona, tim yang takkan memberi ampun kesalahan sekecil apapun.


Baca Juga :
- Ini Dia, Hasil Undian 16 Besar Copa del Rey
- Apa yang Akan Dilakukan Lionel Messi Setelah Pensiun?

Di bawah mistar, Samir Handanovic adalah sosok tak tergantikan. Kepada sang kapten, Conte meminta tiga hal: menjaga konsistensi dalam mementahkan setiap ancaman, jadi pemimpin untuk menginspirasi rekan-rekan, kemudian ikut membantu serangan melalui umpan lambung ke baris depan. Kualitas Handa merupakan pembeda antara terlempar ke Liga Europa atau melanjutkan langkah di Liga Champions.

Trio bek tengah juga tak kalah vital. Di sisi kanan, Diego Godin diandalkan dari segi pengalaman dan kemampuan membaca serangan. Hal baru bagi pria asal Uruguay itu adalah lebih sering memainkan bola dari kaki ke kaki, terlibat dalam bangun permainan. Stefan De Vrij, di sisi lain, bertugas mengisi jantung pertahanan. Dia punya insting bagus dalam menempatkan posisi, kerap melakukan intervensi vital. Sedangkan Milan Skrniar adalah agresor: selain bertarung, dia juga sering berlari sampai area lawan.

Absennya Nicolo Barella, Stefano Sensi, dan Roberto Gagliardini membuat rumit lini tengah Inter. Beruntung, Marcelo Brozovic sebagai jenderal masih fit dan terus memperlihatkan irama konsisten. Mulus atau tidaknya permainan Inter tergantung bagaimana gelandang Krosia ini menerapkan visinya di lapangan. Sementara Matias Vecino bertugas melakukan tusukan dari lini kedua, ditemani Borja Valero yang lebih tenang. Pemain veteran ini tak mengecewakan tiap kali diberi kesempatan.

Kemudian, ada sektor yang jadi ciri khas sepak bola Conte: sepasang wingback. Danilo D’Ambrosio sepertinya akan jadi starter di sisi kanan, menggantikan Antonio Candreva yang kurang fit. Pria 31 tahun itu tak seofensif Candreva, tapi vital dengan kedispilinan dan fokusnya dalam menjaga area. Sebaliknya, Cristiano Biraghi diandalkan menyisir sisi kiri—dipiiih karena problem fisik Kwadwo Asamoah. Bagi anggota tim nasional Italia itu, umpan-umpan silangnya akan sangat dinantikan.

Jika semua faktor pendukung bekerja maksimal, Lukaku dan Lautaro juga akan memperlihatkan sinar. Lukaku sedang berusaha mencari gol kedua di Liga Champions buat Inter, sementara Lautaro bertekad memperpanjang rangkaian produktivitas di kancah elite Eropa jadi lima laga beruntun. Dua penyerang ini sangat kompak, tahu bagaimana memuaskan rekan masing-masing. Lukaku dengan power dan kecepatan, Lautaro pandai mencari posisi di daerah lawan.

Prioritas Barca

Lewat permainan kompak dan dukungan publik Meazza, Inter berpeluang besar menuntaskan misi. Namun, faktor lain juga ditentukan komposisi skuat Barcelona. Tim asuhan Ernesto Valverde sudah memastikan tiket 16 besar, tak perlu tampil habis-habisan. Apalagi mereka akan menghadapi jadwal penting di La Liga: versus kuda hitam Real  Sociedad pada akhir pekan, sebelum El Clasico kontra rival bebuyutan Real Madrid CF, empat hari berselang.

Barca bisa menyimpan tenaga di Milan, menurunkan sederet pelapis macam Neto di bawah mistar, Moussa Wague dan Jean-Clair Todibo di lini belakang, sampai Carles Alena dan Carles Perez di barisan serang.

Namun, tak tertutup kemungkinan pasukan Valverde tampil all-out, dengan Lionel Messi sebagai ujung tombak. Megabintang asal Argentina itu masih penasaran ingin mencetak gol ke gawang Inter, satu dari 5 tim yang belum pernah dibobolnya di kancah Eropa (selain Atletico Madrid, Udinese Calcio, Rubin Kazan, dan SL Benfica).*** Dari berbagai sumber

Perkiraan pemain :


Baca Juga :
- Eriksen Menuju Seri A, Inter Harus Bergerak Cepat atau Berbelok ke Barcelona
- De Jong: Filosofi Setien Sama dengan Valverde

INTER (3-5-2) : 1 Handanovic;2 Godin, 6 De Vrij, 37 Skriniar;33 D’Ambrosio, 20 Valero, 77 Brozovic, 8 Vecino, 34 Biraghi;10 Martinez, 9 Lukaku;
Cadangan: 27 Padelli, 95 Bastoni, 18 Asamoah, 87 Candreva, 19 Lazaro, 16 Politano, 30 Esposito;
Pelatih: Antonio Conte

BARCELONA (4-3-3) : 1 Ter Stegen;20 Roberto, 23 Umtiti, 15 Lenglet, 24 Firpo;22 Vidal, 21 De Jong, 4 Rakitic;10 Messi, 17 Griezmann, 27 Perez;
Cadangan: 13 Neto, 16 Wague, 6 Todibo, 8 Arthur, 19 Alena, 31 Fati, 9 Suarez;
Pelatih: Ernesto Valverde
 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA