#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Bayern Muenchen dan Tottenham Hotspur Butuh Kebangkitan
11 December 2019 14:34 WIB
MUENCHEN – Ketika Thomas Mueller dalam performa terbaik, Bayern Muenchen akan melambung posisinya. Sebaliknya, saat gelandang serang ini ada dalam grafik menurun, Die Rotten pun ikut menukik. Musim ini, Mueller hanya menorehkan tiga gol dalam semua ajang untuk klubnya. Jika melihat statistiknya, pencapaian pemain 30 tahun ini memang aneh. Ya, Mueller hanya mencetak satu gol di Bundesliga, satu gol di Liga Champions, dan satu gol di Piala Jerman.

Musim lalu, setidaknya, Muller berhasil menorehkan empat gol di Bundesliga jelang tahun akan berakhir. Karena itu, pers Jerman pun menilai usia mulai mengikis kekuatan bintang yang membawa Muenchen juara Liga Champions 2012/13 ini. Minimnya produktivitas Mueller tidak terlepas dari situasi yang dihadapinya pada awal musim ini, saat pelatih Niko Kovac kerap merotasinya dengan gelandang baru, Philippe Coutinho. Kini, di bawah asuhan Hansi Flick, Mueller kembali mendapatkan tempatnya dalam starter.

Rabu (11/12) ini, Mueller kemungkinan besar akan kembali diturunkan ketika menjamu Tottenham Hotspur dalam laga terakhir fase grup Liga Champions. Meski laga ini tidak lagi menentukan karena Die Bayern telah lolos ke 16 besar dengan status juara Grup B, tapi pertandingan ini sangat penting karena Muenchen membutuhkan obat untuk mengurangi “penyakit” terkait hasil buruk mereka di Bundesliga yang kalah dalam dua laga beruntun.


Baca Juga :
- Pochettino: Saya Ingin Balik ke Liga Inggris
- Ejek Masalah Virus Corona, Dele Alli Minta Maaf

Kekalahan dari Bayer Leverkusen, 30 November lalu dan takluk dari Borussia Moenchengladbach pada 7 Desember lalu, membuat posisi Muenchen anjlok ke peringkat ketujuh klasemen sementara (setelah 14 pekan). Keputusan Kovac, memengaruhi kondisi dan performa Mueller dengan cara yang drastis. Bukan hanya dari pencapaian teknis, melainkan juga berefek kepada nilai di pasar transfer. Dari 60 juta euro pada Juni tahun lalu, kini menukik menjadi 35 juta euro.

Kini, Mueller telah membangun kembali performanya meski dalam kondisi yang juga tidak ideal setelah hasil buruk yang diraih Muenchen. Sejak kehadiran Flick, Mueller mulai menemukan kembali kemampuan terbaik. Potensi Mueller inilah yang memang telah disadari Flick. Kehadiran pemain ini masih sangat penting bagi Muenchen. Dapat dilihat dari statistik sepanjang 2019 ini, dengan total memberikan 21 assist

Namun, memang Mueller sendirian berada di posisi teratas dalam kategori mereka yang paling banyak memberi assist di liga besar Eropa. Kevin De Bruyne (Manchester City) dan Trent Alexander Arnold (Liverpool, merupakan dua pemain yang dapat menyaingi pencapaian Mueller setelah keduanya mampu memberikan 20 assist sepanjang tahun ini.

Faktor kebangkitan Mueller ini pula yang menjadi harapan Flick. Dua kekalahan memang membuat posisinya yang semula mendapat pujian justru begitu cepat dipertanyakan. “Sepak bola itu sangat cepat berubah, bahkan termasuk dalam sebuah pertandingan,” kata Mueller.

Karena itu pula, Mueller dan kawan-kawan harus melakukan perubahan yang cepat terkait kondisi timnya. Jika kalah di dua laga sebelumnya, mereka harus cepat bangkit, dan itu bisa diraih ketika menjamu Tottenham. Persoalan Muenchen saat ini adalah mereka tidak memiliki alternatif mesin gol. Yang mereka punya hanya Robert Lewandowski. Tidak ada lagi pencetak gol konstan seperti yang pernah dimiliki Muenchen bersama Arjen Robben dan Mueller.

Faktor Mourinho
Ambisi untuk kembali ke trek kemenangan pun tepat karena yang mereka hadapi saat ini adalah Tottenham, tim yang dalam transisi setelah kehadiran Jose Mourinho. Namun, Mou kemungkinan besar akan melakukan rotasi karena dia harus membawa timnya mengejar hasil bagus di ajang domestik, Liga Primer. Intinya, laga ini bisa dijadikan Flick sebagai bagian untuk membawa timnya kembali dalam jalur kemenangan.

Mourinho dikenal sebagai pelatih yang kerap menerapkan taktik permainan bertahan ketika menghadapi laga-laga lawan klub besar. Di bawah asuhan Mourinho dalam lima pertandingan, Spurs telah menorehkan 15 gol dan kemasukan delapan gol. Meraih empat kemenangan dan hanya kalah sekali.


Baca Juga :
- Christian Eriksen Ingin Cegah Juventus Raih Gelar Serie A
- Atletico Incar Pochettino Sebagai Pengganti Simeone

Jika Flick menjadikan Mueller sebagai pemain yang menemukan kembali performanya, begitupun dengan Mourinho. Pelatih asal Portugal ini membuat pendukung Spurs mengingat kembali Dele Alli.

Gelandang ini menorehkan dua gol setelah empat laga bersama Mourinho, termasuk gol yang diciptakannya ke gawang Manchester United.***

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA