#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Profesor Djoko Pekik: Hasil SEA Games Belum Memuaskan, Tapi Patut Diapresiasi
11 December 2019 20:23 WIB
YOGYAKARTA - Kontingen Indonesia harus puas menempati peringkat keempat dalam daftar perolehan medali SEA Games 2019. Secara raihan medali emas sudah melampaui target. Namun dari peringkat akhir, meleset dua tingkat dari yang ditetapkan Presiden RI Joko Widodo.

Di peringkat keempat Indonesia mengumpulkan 72 medali emas, 83 perak, dan 114 perunggu. Target dari Presiden Jokowi adalah mencapai 60 medali emas untuk duduk di peringkat kedua.

Di SEA Games 2019 peringkat kedua diduduki Vietnam. Mereka mendapatkan 98 medali emas, 85 perak, da 105 perunggu. Untuk juara umum direbut tuan rumah Filipina, dengan 149 medali emas, 117 perak, dan 121 perunggu.


Baca Juga :
- Usai Juara di SEA Games 2019, Kiper Timnas U-22 Vietnam Membelot
- SEA Games 2019 Resmi Ditutup, Sampai Jumpa di SEA Games 2021 Vietnam

Profesor Djoko Pekik, M.Kes. AIFO, Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), mengatakan posisi keempat yang ditempati dirasa belum memuaskan. Apalagi Presiden Jokowi sudah meminta agar kontingen Indonesia bisa menempati posisi runner-up.

"Sejatinya cukup berat untuk meraih harapan itu. Berdasarkan analisis empirik untuk bisa meraih runner-up butuh minimal 85 medali emas atau 16 persen dari total medali yang diperebutkan," kata Djoko Pekik, yang juga Ketua Umum KONI DIY.

Lazimnya, kata Djoko Pekik, target itu sudah dicanangkan sejak 2 tahun lalu. Usai SEA Games 2017 di Malaysia. Jangan mendadak, lalu berubah-ubah.

"Pencanangan target yang berubah-ubah dan mendadak akan menyulitkan persiapan, serta program menuju peak performance. Karena proses pencapaian prestasi menuju juara butuh waktu latihan yang sama," tutur Djoko Pekik.

Ia menambahkan CDM dan KOI dinilai kurang antisipatif. Ini terlihat dari keputusan cabang olahraga hoki yang tidak boleh bertanding. Kemudian cabor dansa dimainkan untuk ekshibisi.

"CDM dan KOI semestinya sudah tahu persoalan ini sebelum kontingen berangkat. Karena CDM meeting sudah digelar beberapa kali. Baik itu sebelum maupun sesudah entry by number maupun entry by name," ujar Djoko Pekik.

Namun terlepas dari itu semua, Djoko Pekik memberi apresiasi dengan munculnya banyak atlet muda. Tidak hanya memiliki mental bagus, tapi juga berhasil meraih medali emas. Salah satunya Windi Cantika Aisyah.


Baca Juga :
- Napak Tilas Medali Emas SEA Games 1987 dan 1991
- Presiden Joko Widodo Apresiasi Peselancar Filipina Roger Casugay

"Ke depan apa yang harus dilakukan? Banyak ajang sudah menanti. Ada Olympic Tokyo 2020, SEA Games 2021, SEA Games 2023, sampai Olimpiade Paris 2024," katanya.

"Kalau sepakat memakai Perpres No 95 2017 tentang Pembinaan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) untuk acuan persiapan, maka harus dieksekusi dan diterapkan secara menyeluruh," tuturnya.*Ari DP

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA