#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Posisi Ini Paling Cocok untuk Luis Alberto
12 December 2019 12:42 WIB
ROMA – Pelatih SS Lazio, Simone Inzaghi, tidak bisa membawa semua pemain pentingnya ke Roazhon Park, Kamis (12/12) atau Jumat dini hari WIB. Thomas Strakosha, Stefan Radu, Lucas Leiva, Sergej Milinkovic-Savic, Adam Marusic dan Senad Lulic dipastikan absen dalam duel terakhir penyisihan grup E Liga Europa, lawan Stade Rennais.

Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau Inzaghi melakukan rotasi di beberapa pos dan memanggil dua pemain Primavera untuk menggenapkan tim. Ciro Immobile dan Felipe Caicedo jadi kunci di lini depan, Jony dipromosikan lagi sebagai starter di sayap kiri. Luis Alberto tidak mungkin ditinggalkan dalam pertandingan krusial ini.

Gelandang asal Spanyol itu menjadi sentral permainan I Biancocelesti dengan tanggung jawab mengatur ritme permainan tim. Yang paling menentukan, kapasitasnya sebagai pemberi umpan terbaik di Seri A dan Eropa. Dengan dua assist yang diberikan dalam laga versus Juventus FC, total Luis Alberto membukukan 11 umpan di Seri A musim ini. Tidak ada pemain lain di turnamen elite Italia  yang berhasil mencapai dua dijit sebelum Natal. Jika terus memperlihatkan irama seperti ini, bukan tak mungkin rekor baru akan dipecahkannya.


Baca Juga :
- Rasanya seperti Sesi Pelatihan! Conte Memuji Inter Mengatasi Atmosfer Aneh
- Aubameyang Tertegun, Tak Bisa Jelaskan Kekalahan Arsenal

Di Seri A, dia berada di depan Lorenzo Pellegrini (6 umpan) dan Immobile, Paolo Ghiglione (Genoa CFC) dan Dejan Kulusevski (Parma Calcio) yang berada pada kuota 5. Tapi ketika dibandingkan dengan lima kompetisi besar Eropa, pemilik kostum nomor 10 itu juga melihat semua dari atas. Dia unggul dari Kevin De Bruyne dan Thomas Mueller dengan sembilan umpan.


Baca Juga :
- Fonseca Temukan Obat Mujarab untuk Roma
- Bukan Meremehkan Ludogorets, Conte Ingin Turunkan Tim Lapis Kedua

Akhir pekan silam, centrocampista 27 tahun itu mencatatkan dobel umpan kedua, yang pertama diciptakan pada pekan pertama di kandang UC Sampdoria. Ini bukan hanya kebetulan saja tapi hasil dari prestasi otentik dari seorang pemain penting tim. Sebenarnya ada campur tangan Inzaghi dalam perkembangan bakat pemain.

Kostum nomor 10 yang dikenakannya sejak musim lalu pada awalnya sedikit memberatkan tapi sekarang berbeda, terutama ketika Inzaghi memundurkan Luis Alberto beberapa meter ke belakang. Dia tidak lagi sebagai trequartista tapi di bagian dalam barisan lapangan tengah, dengan izin bebas beraksi mengandalkan insting. Dia dapat membangkitkan permainan vertikal dan membuka permainan di zona kanan sehingga mengakomodasi rasa haus gol para penyerang.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA