#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Aksi Tsunami Democratic Ancam El Clasico
12 December 2019 13:05 WIB
 

BARCELONA – Duel El Clasico antara FC Barcelona melawan Real Madrid pada 18 Desember nampaknya kembali terkendala. Setelah penentuan tanggal yang begitu rumit, kini muncul lagi kekhawatiran menyusul ancaman Tsunami Democratic, kelompok pro kemerdekaan Katalunya. Mereka berniat menggelar demontrasi besar-besaran dan memblokir jalanan di sekitar Stadion Camp Nou, tempat berlangsungnya El Clasico.

Kelompok ini telah menyebarkan aksinya itu dan berharap ada 20 ribu orang yang turun ke jalan pada hari itu. Dan sejauh ini, ajakan tersebut mendapat sambutan positif karena sudah ada 18 ribu orang yang memastikan ikut dan menuntut diadakannya referendum kemerdekaan Katalunya.


Baca Juga :
- Sergio Ramos Catat Rekor, Kantongi 4 Kartu Merah
- Casemiro Yakin Real Madrid dapat Memutar Balikan Keadaan di Etihad

Sebelumnya, El Clasico yang seharusnya dilaksanakan pada 26 Oktober harus batal karena tak ada jaminan keamanan untuk fan maupun pemain. Sekarang, masalah sama kembali mencuat saat laga tinggal menyisakan delapan hari lagi. Situasi politik di Katalunya tidak juga menurun tensinya meski sudah berlangsung dua bulan.

Ancaman terbaru Tsunami Democratic datang lagi Selasa (10/12) waktu Spanyol. Mereka juga melakukannya saat duel Barcelona kontra RCD Mallorca Sabtu lalu, dengan masuknya drone ke dalam Camp Nou, “Seperti telah dijelaskan dalam pernyataan sebelumnya, situasi tak biasa ini membutuhkan aksi luar biasa,” begitu pemberitahuan mereka pada Selasa.

Mereka menjelaskan bahwa orang-orang akan mengerumini stadion sejak pukul 4 sore pada hari digelarnya El Clasico, atau empat jam sebelum kick off. Dan beberapa protestas yang sudah memiliki tiket akan menerima material (spanduk kemerdekaan Katalunya) yang relevan untuk didistribusikan dalam stadion.

Kubu Madrid sendiri masih terus mengikuti perkembangan dan tidak punya masalah. Rencana mereka tetap sama untuk saat ini, melakukan perjalanan ke Barcelona pada hari digelarnya pertandingan dan menetap di hotel Princesa Sofia, yang hanya berjarak 600 meter dari Camp Nou.

Berdasarkan kabar dari Jugones, program televisi milik La Sexta, Polisi Otonom Katalunya, Mossos d’Esqudra menilai laga seharusnya tak digelar lantaran kurangnya personel keamanan yang ditugaskan untuk menjaga seluruh area sekitar. “Tidak bisa menutup semua area sekitar Camp Nou karena staf kurang,” ujar salah satu petugas.

Sementara, Presiden Barca Josep Maria Bartomeu mengatakan bahwa tak ada masalah jika demonstran melancarkan aksinya dengan damai. Senada dengan Bartomeu, Ernesto Valverde selakupelatih Barca juga berpendapat bahwa laga harus dimainkan.

 “Saya berharap dan berpikir bahwa pertandingan bisa dimainkan dengan cara yang seperti biasa, karena saya juga berpikir fan memiliki kebebasan dalam mengekspresikan dukungan di stadion, seperti yang selalu dilakukan,” ujar Valverde. “Mungkin akan menyulitkan kami untuk ke stadion, tetapi saya pikir kami akan tetap bermain. Ini waktunya untuk El Clasico dimainkan, setelah ditunda pada Oktober lalu.”

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane pun mengaku tidak gentar jika memang pertandingan akan tetap digelar ditengah situasi tak kondusif di Barcelona. “Ketika pertandingan sudah dimulai, hal itu (takut) tak pernah terjadi pada saya. Takut bertanding ketika di lapangan, tidak pernah,” Zidane menambahkan. *** GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER
 


Baca Juga :
- Real Madrid Dinilai Ceroboh Jual Theo Hernandez ke AC Milan
- Zidane Refleksi Keruntuhan Madrid di Bernabeu


 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA