#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Compact Defense Jadi Taktik Jitu Roberts untuk Menuntaskan Dua Laga Sisa Persib
13 December 2019 14:03 WIB
SAMARINDA – Kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Borneo FC Rabu (11/12) malam lalu di Stadion Segiri sangat spesial bagi Persib Bandung. Maklum, ketika itu tim asuhan pelatih Robert Rene Alberts ini hampir putus asa karena empat laga terakhir Liga 1 2019 tanpa kemenangan.

Terlebih Pesut Etam sedang on fire dan kokoh pada peringkat kedua. Tapi, yang terjadi  Persib justru menutup laga tandang terakhir itu dengan kemenangan. Gol semata wayang yang dicetak Ghozali Siregar menit ke-41, memang sedikit spekulasi.

Tetapi, di balik itu, ada kunci sukses lainnya yang membuat Borneo FC kesulitan memanfaatkan peluang dan gagal mencetak gol. Robert menyebut, kunci sukses kemenangan timnya berkat sistem kekompakan para pemain belakang dalam bertahan dan  pemain depan ikut turun menjaga pertahanan.


Baca Juga :
- Dengan Cara Ini, Chemistry Persib Mulai Terbentuk
- Minus Igbonefo, Persib Dongkrak Standar Performa Pemain pada Asia Challenge 2020

“Sistem itu dalam sepak bola namanya compact defense. Sistem yang  kami terapkan pada babak kedua ini karena kami tahu para pemain Borneo FC akan bermain agresif untuk membalas ketinggalan. Itu sebagai upaya kami mempertahankan keunggulan,” ujar  Robert, Kamis (12/12).

Robert mengaku sangat berterima kasih kepada anak asuhnya karena kerja keras dan kekompakan dalam menjaga komposisi. Akhirnya agresivitas para pemain Borneo FC dapat diredam.

“Kami dipaksa menerapkan sistem itu pada babak kedua karena para pemain Borneo FC pun memaksa untuk terus menekan dan menekan. Saya bersyukur para pemain sangat disiplin dan saya sangat mengapresiasi hasil kerja mereka,” ucap Robert.

Jadi, dengan menerapkan sistem tersebut semua pemain lebih fokus ke pertahanan sebagai antisipasi tekanan lawan. “Intinya, betul-betul fokus menjaga pertahanan, dan banyak tekanan dan peluang yang membahayakan gawang kami. Tapi akhirnya tak satu pun peluang lawan jadi gol,” ucap pria 65 tahun itu.

Lawan pertamanya, Perseru Badak Lampung Senin (16/12) mendatang, di atas kertas di bawah Persib dan sejatinya Persib bisa memenangkannya. Lalu, laga kedua sekaligus penutup melawan PSM Makassar 22 Desember, tetap akan seru karena keduanya sama-sama mempertahankan gengsi daerah.

Meski bagi PSM tidak berpengaruh untuk mencapai juara apalagi dari ancaman degradasi. Namun, untuk mencapai peringkat lima besar bagi Persib belum aman 100 persen. Sebab, pesaing menuju peringkat lima besar itu kini akan melibatkan enam tim yakni Borneo FC, Persipura, Madura United, Persebaya, PSS Sleman, dan Bhayangkara FC.

Selisih poin  yang telah dikoleksi keenam tim tersebut sangat tipis perbedaannya sehingga semua berpotensi saling mengudeta. Karena itu, masih sulit memprediksi siapa yang akan menempati posisi kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Semuanya, tergantung dari hasil akhir laga sisa yang akan mereka jalani.

Kalau nasibnya bagus menang dan menang, tentu saja tidak akan terpental ke luar persaingan. Sebaliknya, jika kalah dan kalah pastinya harus merelakan. Yang bisa menyalip Persib dari persaingan itu bukan saja tim-tim di atasnya. Tim dibawahnya memungkinkan bisa menyalip jika Persib gagal menyapu bersih dua laga kandang yang tersisa.*Arief Nugraha K


Baca Juga :
- Stok Lini Belakang Persib Menumpuk, Ada Wacana Fabiano Ditempatkan sebagai Gelandang Bertahan
- Fixed, Ini Daftar 18 Pemain Persib yang Diboyong ke Malaysia

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA