#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Aremania Menilai Keterpurukan Arema Bukan Kesalahan Pelatih, Melainkan Faktor Ini
14 December 2019 15:00 WIB
MALANG – Tidak seperti ketika Arema FC menorehkan hasil buruk pada Liga 1 2017 dan 2018, saat itu sertamerta  Aremania memberikan respons begitu reaktif #Out.Aji  (pelatih Aji Santoso) dan #Out.Gethuk (asisten pelatih Joko Susilo). Namun, kondisi itu tidak dialami pelatih Singo Edan musim 2019 ini, Milomir Selsija.

Meski timnya dua kali mecatat hasil buruk dibenamkan Persebaya Surabaya 1-4 (12/12) dan PSIS Semarang 1-5 (08/12). Sekaligus membuat posisi Singo Edan terjun bebas terpental dari papan tas ke papan tengah.

Genap enam laga beruntun tim asuhan pelatih asal Bosnia and Herzegovina tersebut mengalami paceklik kemenangan dan dijauhi dewi fortuna. Mereka hanya mampu mencetak empat gol dan kebobolan 15 gol.


Baca Juga :
- Baru Latihan di Arema, Saya Sangat Kaget dan Terheran-heran
- Trio Tulehu Menjaga Regenerasi di Arema sejak 1987

"Tidak ada yang salah dengan coach Milomir Selsija, timnya saja (pemain) yang sulit untuk full team. Mungkin hasilnya berbeda jika Arema selalu bisa tampil lengkap seperti Piala Presiden 2019,” kata Riki Teja, Aremania asal Korwil Singosari , Kabupaten Malang.  Menurutnya, kasus Milo dengan Joko Susilo ketika melatih Arema berbeda.

Coach Aji dan Joko yang menyeleksi dan memilih sendiri pemainnya. Tidak dengan coach Milo, dia datang tapi 28 pemain sudah ada. Suka atau tidak, dia harus meramu tim dan memeuhi target manajemen juara Piala Presiden, Piala Indonesia, dan minimal tiga besar Liga 1 2019,"  Riki Teja, Aremania asal Korwil Singosari , Kabupaten Malang, menegaskan.

Kondisi tim dalam 13 pekan laga terakhir juga tidak mampu menunjang atau mempertahankan konsistensi, sehingga kini anjlok ke posisi ke-10.  Dalam catatan TopSkor, 13 laga terakhir ada 65 hingga 78 pemain bergantian absen, rata-rata lima hingga enam pemain dalam satu laga.

Belum lagi problem Milo datang ke Arema FC ketika tim telah memiliki pemain lengkap, atau praktis bukan pilihan atau seleksi yang dia lakukan. "Saat manajemen untuk LIga 1 2020 harus menyatukan jabatan manajer tim dan pelatih kepala menjadi manager-coach, semua urusan seleksi, pemilihan, rekomendasi pemain-pemain yang layak masuk tim ada pada manager-coach.

Musim ini Milo sudah maksimal dan lumayan bagus dengan komposisi pemain yang bukan pilihan dia. Manajemen harus berkaca, musim 2020, manajemen harus memgubah model pembentukan tim, datangkan pelatih dulu, baru pelatih itu yang akan menseleksi dan menentukan pemain untuk tim.

“Belajar dari pembelian gagal manajemen pemain asing. Dari Pavel Smolyachenko, Takafumi Akahoshi, Robert Lima, bahkan Sylvano Comvalius," ucap Dhimas Mahardhika, Aremania Kota Malang.


Baca Juga :
- Kushedya Hari Yudo Pulkam ke Arema FC
- Era 2020, Permainan AremaBakal Lebih Memikat

Dua musim bersama Arema pada ISC A 2016 dan Liga 1 2019, catatan Milo tak terlalu buruk. Hingga laga pekan ke-32, ia membukukan  41 kemenangan dari 98 pertandingan, imbang 23, kalah 33, dan gol 165-128.

"Mohon maaf kepada seluruh Aremania di mana pun berada atas prestasi tim ini, evaluasi tentunya secara keseluruhan. Kami juga sedang berproses ke arah itu, semoga akan labih baik di musim depan. Soal nasib Milo musim depan, ya dia tetap di tim sampai kompetisi berakhir, nanti kita evaluasi ," ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.^Noval Luthfianto

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA