#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Usai Juara Umum TGA, Farudila Ingin Ganti Motor
16 December 2019 09:38 WIB
BOYOLALI – Farudila Adam berhasil meraih juara umum kategori Free For All (FFA) 250 Trial Game Asphalt (TGA) 2019. Tambahan 47 poin yang didapat pada putaran final di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (14/12), membuat posisinya di puncak klasemen tak terkejar para rival. 

Pada lomba pertama, Farudila membuat kesalahan di tikungan terakhir yang membuatnya gagal finis pertama. Tak ingin mengulang kesalahan dan disalip Tommy Salim, dirinya mencoba bermain aman pada lomba berikutnya. Ban dan konsentrasi tinggi jadi kunci Faradila meraih sukses.

“Saya sangat senang bisa juara umum FFA 250. Jujur, saya sempat khawatir karena Tommy cukup cepat dan menyalip di tikungan terakhir lomba pertama. Akhirnya, pada lomba kedua, saya memutuskan memakai ban basah karena beberapa area belum kering. Saya juga menjaga fokus,” katanya.


Baca Juga :
- Masalah Baru! Pablo Mari Bikin Arsenal Surplus Bek Tengah, Arteta Mau Mainkan Siapa?
- The Best! Greysia/Apriyani Juara di Pertandingan Terbaik Indonesia Masters 2020

Merujuk pada performanya sepanjang 2019, khususnya di kategori FFA 250, Farudila hampir selalu menjejak podium tertinggi. Tahun depan, ia pun menegaskan bakal bekerja lebih keras agar bisa mendominasi setiap putaran. Termasuk berlatih di trek aspal karena masih ikut kejuaraan motokros.

“Pencapaian tahun ini sebenarnya belum sesuai ekspektasi. Tapi, saya akan belajar dari kesalahan. Tahun depan, saya akan tetap fokus di TGA dan banyak berlatih di trek aspal. Sepertinya juga akan mengganti motor karena yang ada sekarang sering bermasalah,” kata pembalap DJAGUNG JPX itu.

Di sisi lain, Tommy mengaku kecewa karena gagal memaksimalkan peluang pada lomba kedua. Padahal, ia berpotensi menggeser Farudila sebagai peraih gelar juara umum FFA 250. Bermain di Sirkuit Boyolali juga memberinya keuntungan karena terbiasa dengan karakter dan desain trek.

Sayang, masalah teknis pada CRF 250 membuatnya jadi runner-up. “Motor bermasalah pada sistem pergantian gigi hingga saya tak bisa menaikkan dan menurunkan. Terus berjalan di gigi tiga. Ini pelajaran besar karena hal kecil seperti itu terlewat. Kami akan berjuang lebih keras,” ujarnya.

Doni Tata yang tak dapat mempertahankan gelar pada kategori FFA 250 tak terlalu kecewa karena menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang naik podium Trial Games Asphalt Internasional Championship (TGAIC) 2019. Meski begitu, ada banyak evaluasi agar tampil lebih baik, tahun depan.


Baca Juga :
- Jab Keras Petinju Kolombia Ini Bikin Lawannya Ngantuk dan Tidur, Tali Ring Jadi Bantal
- Putri Jawa Barat Juara Polo Air Indonesia Open Aquatic Championship 2019

“Senang rasanya bisa jadi satu-satunya pembalap Indonesia yang naik podium TGAIC karena Lewis Cornish memiliki kecepatan sepanjang TGA 2019. Tiga pembalap asal Prancis membuat persaingan makin menarik. Saya bangga bisa bersaing ketat dengan Maxime Lacour hingga finis,” katanya.

Germain Vincenot pun mengaku senang dapat pengalaman berharga. “Trek di sini sangat berbeda dan atmosfernya juga luar biasa. Saya senang bisa kembali mengikuti TGAIC, tahun ini. Terima kasih kepada semua orang yang sudah mendukung, khususnya Tommy yang meminjamkan motor,” ujarnya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA