#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tiga Hektar Lahan Stadion Spurs Ternyata Bekas Lahan Ganja
19 December 2019 15:30 WIB
LONDON - Ketua Klub Tottenham Hotspur FC Daniel Levy mengungkapkan bahwa properti yang mereka miliki sebagai bagian dari proses pembangunan stadion baru yang mewah, ternyata salah satunya merupakan lahan tanaman ganja yang luasnya diperkirakan mencapai tiga hektar.

Spurs akhirnya meresmikan Stadion Tottenham Hotspur yang bernilai sekitar 1 miliar paun) untuk lima pertandingan kandang terakhir dari musim 2018/19 setelah berbulan-bulan tertunda. Banyak masalah, hingga menyebabkan penambahan jumlah biaya yang mencekik keuangan klub.

Namun, produk jadi sekarang secara luas dianggap sebagai salah satu tempat olahraga terbaik di dunia. Yang menjadi masalah, awalnya proses pembangunannya sangat sulit dilakukan pada tahun 2001 ketika Levy mencoba mengambil alih jabatan sebagai ketua klub London Utara.


Baca Juga :
- Striker Veteran Chelsea Ini Dihadapkan 2 Pilihan, Nyebrang ke Rival atau Italia
- Milinkovic Kunci Hapus Kesialan Lazio di Kandang

Dengan maksud untuk membangun kembali White Hart Lane, Spurs mulai membeli properti dan tanah yang berpotensi dapat digunakan di masa depan. Dalam sebuah wawancara dengan Evening Standard, Levy percaya 80 transaksi berbeda terjadi untuk mendapatkan berbagai properti demi pembangunan stadion super mewah mereka.

"Kami menemukan salah satunya dikunci dan tertutup dari dalam. Ketika kami akhirnya masuk, kami menemukan tiga hektar tanaman ganja tumbuh subur di sana," kata Levy.  "Kami jelas harus memanggil polisi."

Berikutnya Levy mengisahkan bagaimana klub mereka kemudian menjadi korban dari 'serangan balas dendam' ketika penjahat pemilik lahan ganja itu merespons atas tindakan klub melibatkan aparat kepolisian dengan merusak beberapa properti klub lainnya.

Ditanya apakah Spurs akan merasakan efek stadion baru di pasar transfer di masa depan, seperti yang telah mereka lakukan di musim-musim terakhir, Levy mengatakan: "Ada banyak keadaan mengapa kadang-kadang Anda terpaksa tidak melakukan transaksi. Itu bukan masalah kami tidak punya uang. Kita harus menyingkirkan obsesi ini di Inggris untuk menghabiskan uang. Itu tidak terjadi di luar negeri.”

“Ada jumlah yang telah kami alokasikan untuk dibelanjakan setiap tahun dalam hal investasi bersih dalam tim. Jika Anda membandingkan kami dengan klub-klub lain tertentu, mereka akan memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Tapi itu bukan masalah yang membuat kami khawatir,” ujar Levy, lagi.

Yang menarik, berikutnya Levy mengklaim Tottenham 'tidak takut' menjual Christian Eriksen ke klub-klub saingan Liga Primer bulan depan. Playmaker asal Denmark itu berakhir masa kontraknya pada musim panas mendatang dan tampaknya ditakdirkan untuk meninggalkan klub dengan status bebas transfer.

Levy dengan tegas menyatakan bersedia mendengarkan tawaran untuk mantan pemain Ajax itu pada bursa Januari untuk menghindari kehilangan dia tanpa bayaran di akhir musim. "Kami sejujurnya tidak takut untuk bertransaksi dengan saingan kami," katanya kepada Evening Standard.

“Pandangan saya sangat simpel. Agar seorang pemain menandatangani kontrak baru, kondisinya tidak hanya benar, tetapi pemain juga harus mau melakukannya. Terserah pemain apakah mereka ingin tinggal di Tottenham dan atau tidak. Saya tidak ingin terlalu banyak mengomentari pemain individu. Tidak adil. Setiap keadaan berbeda.”*NURUL IKA HIDAYATI


Baca Juga :
- Kalahkan Southampton, Spurs Lolos ke Babak Kelima FA Cup
- Steven Bergwijn Cetak Gol Debut, Tottenham Kejutkan City di Kandang

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA