#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
PSS Ikuti Kebiasaan Klub Eropa
23 December 2019 12:20 WIB
SLEMAN - PS Sleman (PSS) sudah menyerukan semangat menatap Liga 1 2020. Ini terlihat pada laga pemungkas musim 2019 saat menjamu Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (22/12). Mengikuti kebiasaan tim dari benua Eropa, skuat Super Elang Jawa tampil mengenakan jersi kandang terbaru untuk musim 2020.

Tampil dengan jersi musim depan menambah kepercayaan diri PSS dengan menumbangkan Tira Persikabo 5-2. Gol-gol kemenangan PSS dicetak oleh Irkham Mila menit keempat, Kushedya Hari Yudo (32 dan 40), Ocvian Chanigio (38), dan ASyraq Gufron (90+3). Sedangkan dua gol balasan tim tamu dipersembahkan oleh Khurshed Beknazarov di menit ke-51 dan penalti menit ke-76.

Masih dengan apparel Sembada, jersi dengan warna kebesaran hijau milik PSS musim 2020 tampil lebih segar. List warna hitam-putih-hijau menghiasi tepi bagian leher dan lengan.


Baca Juga :
- Batu Bara, Tembaga, dan Emas Jadi “Bahan Bakar” Baru Persija
- Persija Perpaduan Sepak bola Indah Brasil dan Ketangguhan Eropa

Gradasi bergambar bulu elang juga menghiasi sisi lengan dan bagian punggung jersi. Tak ketinggalan slogan Come On Super Elja (COSE) juga tampak bertengger di bagian belakang.

Pakaian perang yang baru ini menjadi bukti semangat PSS untuk menatap Liga 1 2020 mendatang. Musim ini, perjalanan PSS pun terbilang gemilang. Berstatus sebagai tim promosi, PSS mampu menjadi satu-satunya pendatang baru yang bertahan di kasta tertinggi.

Mengakhiri kompetisi kasta tertinggi di posisi papan tengah juga menghadirkan atmosfer luar biasa pada laga terakhir melawan Laskar Padjajaran. Sebanyak 25 ribu lembar tiket ludes diserbu pendukung fanatik PSS.

Tidak hanya itu, kebahagiaan suporter juga terungkapkan dengan “pesta” kembang api, flare dan bomb smoke di sepanjang jalannya laga yang disertai guyuran hujan deras itu.

Bahkan laga juga sempat terhenti di menit ke-75 akibat kepulan asap yang memenuhi lapangan pertandingan. Setelah terhenti sekitar 10 menit, pertandingan kembali dilanjutkan.  

Menanggapi musim yang luar biasa bagi PSS, sang pelatih, Seto Nurdiyantoro memiliki jawaban yang bijak. “PSS pernah patah sayapnya. Harapannya, bulu-bulu yang ada saat ini tumbuh makin kuat dan bisa membawa terbang makin tinggi,” kata Seto usai pertandingan, kemarin.

Seto sendiri mengaku enggan untuk membicarakan jalannya laga terakhir lawan Tira Persikabo. Dia lebih memilih untuk membahas masa depan PSS. Termasuk kepastian apakah dia masih tetap di PSS atau tidak musim depan.

 “Saya sudah bertemu dengan manajemen. Hanya bicara ringan saja. Apakah saya masih di PSS atau tidak, semua tergantung manajemen. Saya ingin proses yang lebih baik di PSS secara keseluruhan. Musim ini jadi pelajaran berharga,” dia menambahkan.

Yang pasti, Seto mengaku sudah merekomendasikan sekitar 15 pemain musim ini untuk dapat dipertahankan.

Sementara itu, pelatih Tira Persikabo, Igor Kriushenko mengatakan jika timnya tidak tampil dengan performa terbaik. ”Hujan yang berakibat lapangan licin juga cukup membuat pemain kesulitan mengembangkan strategi yang kami siapkan,” ucap Igor.

Igor sendiri mengaku mendapatkan tantangan tersendiri bersama Tira Persikabo meski hanya tiga laga saja memimpin tim musim 2019 ini. “Musim yang berkesan bagi saya. Sepak bola Indonesia lebih cepat dibandingkan di Belarusia. Untuk musim depan, mungkin hanya sekitar 10-12 pemain saja yang layak untuk dipertahankan,” kata mantan pelatih timnas Belarusia itu.*SRI NUGROHO


Baca Juga :
- Aji Berani Bereksperimen, Wonder Kid Persebaya Mengorbit 
- Manuver Bhayangkara FC demi Menggaet Dukungan Fan

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA