#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Atalanta Terobsesi dengan Gawang
24 December 2019 09:29 WIB
BERGAMO – Kemenangan 5-0 menjadi pembuka sekaligus penutup tahun gemilang Atalanta BC. Pesta gol di Frosinone, 20 Januari, seolah jadi pertanda baik. Sejak saat itu, pasukan Gian Piero Gasperini kian menguatkan eksistensinya di turnamen domestik maupun internasional. Periode 2019 yang berjalan luar biasa diakhiri dengan mempermalukan AC Milan, di Gewiss Stadium.

La Dea memborong 72 poin berkat 21 kemenangan yang menyamai torehan FC Internazionale. Hanya Juventus yang mencetak prestasi lebih mentereng, 79 poin dan mengandaskan lawan 24 kali. Duvan Zapata dan kawan-kawan mengoleksi 81 gol di Seri A (unggul 8 dari SS Lazio), 8 gol di Liga Champions dan 10 gol di Piala Italia. Jadi total keseluruhannya kuota mencapai 99 gol.

Namun, mereka menguasai kategori tembakan paling banyak ke gawang (258 kali) dan paling banyak memainkan bola di area lawan (1.156). Dengan serentetan rapor mengesankan itu, tak heran kalau Atalanta disebut sebagai tim terbaik versi Gran Gala di Calcio 2019. Gasperini memengaruhi skuat yang bermarkas di Bergamo itu agar terobsesi pada gawang.


Baca Juga :
- Atalanta Bergaya Eropa, Valencia Berkiblat ke Italia
- Benamkan Torino, Ante Rebic Antar AC Milan Naik Peringkat

Pelatih tidak khawatir kalau lini depan loyo karena sektor lain siap mengoyak gawang lawan. Ada 12 pemain yang menyuplai gol, empat di antaranya menggelontorkan banyak gol: Luis Muriel (10 gol), Josip Ilicic (7), Zapata (6) dan Alejandro Gomez (5). Dalam lima kompetisi besar Eropa, hanya Manchester City yang memiliki lebih banyak pemain (6 orang) yang menyarangkan minimal lima gol.

“Ketika melihat gol seperti ini, kita hanya bisa terkesan dan tidak dapat memikirkan apapun. Gol yang akan selalu diingat dalam sejarah sepakbola, tidak hanya Atalanta,” ujar Gasperini, Minggu (22/12). Mulai kemarin, tim melepas penat hingga akhir Desember, supaya bisa start lebih kencang sejak awal tahun depan. Mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengerek posisi tim sehingga tembus zona Liga Champions.

“Dengan banyaknya pertandingan yang harus dimainkan, kami tidak punya waktu untuk menulis tujuan di akhir musim. Target kami sebelumnya adalah lolos dari babak grup Liga Champions. Sekarang saya siap menetapkan tujuan 'Eropa', jika masih harus bermain di Liga Champions maka akan lebih baik tapi pastinya tidak akan mudah. Kita lihat saja nanti di awal tahun tapi kami berambisi tampil kontinyu di level Eropa karena kompetisi ini dapat mengembangkan tim,” Gasperini menambahkan.


Baca Juga :
- Bertemu Fans Asal Cina, Buffon Bercanda Soal Virus Corona, Namun Justru Jadi Kontroversi
- Milinkovic Kunci Hapus Kesialan Lazio di Kandang

Selain melalui metode latihan yang disesuaikan dengan target, cara agar bangkit lebih tinggi dengan membenahi materi tim. Presiden Atalanta, Antonio Percassi, mesti memberi hadiah atas keberhasilan tim. Gasperini telah mengusulkan nama beberapa pemain, namun keputusan akhir di tangan direksi.

“Kekuatan kami yang sebenarnya adalah memiliki grup solid, 14-15 pemain yang bisa main saling bergantian, bisa diandalkan, jadi saya tidak punya masalah dengan grup ini. Keluarga Percassi tidak mengubah strategi dan saya tidak butuh tim dengan pemain yang berlebihan. Mercato Januari sering  tidak menawarkan banyak nama, yang cocok untuk mempertahankan tim di level sekarang. Kami juga bisa mendatangkan pemain untuk pilar masa depan karena dalam sepak bola modern kami tidak boleh statik,” ujar Gasperini.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA