#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Persebaya Tak Bisa Mendunia jika Belum Menuntaskan Satu Masalah Ini
24 December 2019 11:15 WIB
SURABAYA - Pencapaian Persebaya musim ini sangat baik. Tim berjulukan Bajul Ijo berhasil finis di urutan kedua dengan mengoleksi 54 poin dari 34 kali bertanding.

Selain itu produktivitas David da Silva dan kawan-kawan ini juga cukup baik. Tim kebanggaan bonek ini berhasil mencetak 57 gol dan kebobolan sebanyak 43 kali. Dengan raihan ini Persebaya menjadi yang terbaik karena surplus 14 gol.

Namun, itu semua bukannya tanpa catatan. Karena ternyata rekor laga kandang Persebaya belum memuaskan. Banyak poin hilang di kandang karena gagal menang.


Baca Juga :
- Liga 1 Indonesia 2020 Digelar Besok, 9 Pertandingan Disiarkan Langsung
- Arthur dan Ambrizal Ribut, Jacksen F. Tiago Sebut Ini Lagu Lama

Dari 17 kali laga kandang Persebaya tercatat hanya tujuh kali menang. Kemudian paling banyak seri, yakni sembilan kali dan hanya mengalami kekalahan sekali saja.

“Klasemen yang home termasuk menyedihkan. Persebaya ada di peringkat delapan klasemen. “Juara”-nya PSM, diikuti juara overall Bali United dan Arema FC di urutan ketiga,” ujar Presiden Persebaya Azrul Ananda.

Dengan belum baiknya catatan laga kandang ini berarti ada permasalahan dalam tim ketika bermain di markas. “Kami tidak akan bisa jadi juara, kami tidak akan bisa mendunia. Kalau kami tidak menuntaskan masalah yang satu ini,” kata Asrul.

Sebab itu menurut Azrul pada musim mendatang timnya harus menemukan solusi atas problem laga kandang ini. “Baik yang di lapangan maupun yang di tribune. Dan banyak di antaranya ada di luar ranah kerja tim dan manajemen,” ucap Asrul.

Jika permasalahan laga kandang ini bisa ditemukan solusinya kata Azrul tim bisa saja jadi juara musim 2020 mendatang. “Alangkah indahnya kelak, kalau Persebaya ini jadi juara yang benar-benar people's champion. Tim optimal dan maksimal di lapangan. Secara perusahaan sehat dan sustainable (berkelanjutan), dan pendukungnya lebih dari sekadar fanatik. Yaitu fanatik positif, bukan fanatik yang merugikan masyarakat Surabaya dan Indonesia,” kata Asrul.

Azrul berpesan khusus kepada suporter Persebaya atau Bonek Mania agar bisa lebih baik lagi di musim 2020 mendatang. “Banyak yang sadar, semua yang terjadi pada 2019 menjadi pelajaran untuk semua. Ada suporter yang bilang, denda bisa dibayar, uang bisa dicari. Tapi kebahagiaan mendukung langsung tidak bisa digantikan,” ujar Azrul menyinggung empat laga kandang terakhir Persebaya yang mendapat sanksi tanpa kehadiran suporter.


Baca Juga :
- Wawancara Makan Konate: InsyaAllah Saya Ingin Buat Masjid
- Persebaya Lebih Fresh

Selain itu lanjut dia ada yang lebih mahal lagi yaitu soal reputasi dan nama baik yang tak bisa dibeli. “Percuma teriak ‘kami sudah berubah’ kalau masih ada kejadian. Percuma pasang spanduk ‘Kalah Kudukung Menang Kusanjung" kalau masih seperti ini,” kata putra dari mantan menteri BUMN RI, Dahlan Iskan itu.

Menatap musim 2020 mendatang, Azrul memilih untuk sepenuhnya optimistis. "Terima kasih 2019. Kepala harus tetap menempel di leher, kedua kaki tetap menginjak bumi. Bismillah 2020 auranya positif, dan kami tidak lagi punya problem home,” ujar Asrul.*MUHAMMAD BAHRUL MARZUKI

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA