#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Menakar Gaji Shin Taeyong
26 December 2019 12:15 WIB
JAKARTA - Masa depan pelatih timnas Indonesia nampaknya akan segera terjawab dengan nyata. Media-media di Korea Selatan ikut andil dalam mengamati sepak terjang Shin Tae Yong yang telah menyetujui tawaran PSSI untuk menangani timnas Indonesia. Pelatih berusia 49 tahun itu dikabarkan akan bertolak ke Indonesia, Kamis (26/12). Pelatih kiper Kim Haeun (46 tahun) dan pelatih fisik Jae Jae Hong (36) dikabarkan akan menemani Shin.  “Saya akan berangkat ke Indonesia pada 26 Desember 2019 dan menandatangani kontrak,” ucap Shin.

Saat ini yang masih menjadi misteri adalah berapa nilai kontrak yang didapatkan Shin untuk menangani skuat Garuda. Apalagi, selain menjadi pelatih timnas, Shin juga akan membantu membangun timnas U-20 agar mampu bersaing pada Piala Dunia U-20 2021 yang digelar di Indonesia.

Jika merujuk gaji Shin saat menangani Korea Selatan 2018, ia mendapat gaji 500 ribu US dolar atau senilai Rp6,9 miliar pertahun. Artinya perbulan Shin mendapat gaji senilai Rp580 juta.


Baca Juga :
- Belanja Hemat, Barito Siap Orbitkan 16 Pemain Muda
- Ide Jitu Farias Gunakan Formasi Cemara untuk Persija

Hal ini tentu berbeda dibandingkan gaji Luis Milla yang menjadi pesaing terkuat Shin untuk menangani timnas Indonesia.  Milla saat melatih timnas Indonesia pada 2016 lalu disebut-sebut menerima gaji senilai Rp1miliar perbulan. Meski Milla juga bukan hanya mengurus timnas senior dan U-23, melainkan ia juga berperan dalam pembuatan kurikulum Filanesia dan menjadi mentor pelatih timnas junior.

Namun untuk masalah gaji, Wakil Ketua Umum PSSI, Mayjen TNI (Purn) Cucu Soemantri menyatakan bahwa nilai kontrak dengan Shin sudah deal. Tetapi dirinya enggan menyebutkan besarannya. “Gaji Shin Taeyong hampir mendekati dengan Luis Milla," kata Cucu.

Sementara, jika melihat gaji pelatih Korea Selatan yang menjalani kariernya di Asia memang tidak begitu fantastis. Sebut saja Park Hang Seo yang sukses membangun timnas Vietnam menjadi lebih baik.


Baca Juga :
- PSM Harus Cari Solusi Absennya Pluim dan Arfan
- Liga 2 Itu Berat, Laskar Rencong Tak Mau Semusim di Liga 1

Park hanya menerima gaji tahunan seharga 240 ribu dolar atau senilai Rp3,3 miliar. “Saya tahu bahwa Asosiasi Sepak Bola Indonesia terpesona oleh sejarah perempat final Olimpiade Rio (2016), perempat final Piala Dunia U-20 (2017), dan kemenangan (kami) atas Jerman di Piala Dunia Rusia (2018). Saya ingin menggunakan pengetahuan Indonesia yang terakumulasi melalui berbagai konvensi internasional untuk menjadikan Indonesia tim yang spesial dan kuat,” ucap Shin.*NIZAR GALANG GANDHIMAR (FOTO/ ISTIMEWA)
 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA