#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Yamaha Jajal Peranti Aerodinamika Ducati
06 January 2020 11:10 WIB
LESMO - Tim Monster Energy Yamaha MotoGP berbenah untuk menghadapi Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Salah satu problem yang dianggap krusial adalah buruknya start yang dialami Maverick Vinales dan Valentino Rossi.

Kabar terakhir menyebut, Vinales bakal mencoba komponen aerodinamika baru pada tes resmi di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 7-9 Februari mendatang. Peranti yang dikenal dengan nama holeshot tersebut diyakini dapat membuat start Yamaha YZR-M1 lebih mulus.

Upaya untuk meningkatkan performa YZR-M1 terus dilakukan oleh para teknisi Yamaha, khususnya tim Vinales. Ban belakang yang terlalu sering selip juga menjadi salah satu faktor yang membuat YZR-M1 tak memiliki start yang bagus. Memasang holeshot seperti yang diterapkan para teknisi Tim Ducati pada Desmosedici GP19, musim lalu, diharapkan menjadi solusi terbaik.


Baca Juga :
- Rossi Tentukan Nasibnya di Pertengahan Musim 2020
- Sirkuit Jalanan Mandalika Masuk Proses Pengaspalan Bulan September

“Motor kami sebenarnya sangat bagus saat di kualifikasi. Kami selalu berada di grid terdepan atau mendapatkan pole position. Tetapi saat lomba kami memiliki kesulitan di lap-lap awal. Jadi, kami harus meningkatkan kinerja saat start,” kata Vinales. 

Pada awal musim lalu, Vinales juga tidak memiliki performa yang mengesankan karena ia kesulitan berada di posisi terdepan. Start menjadi masalah utama Vinales yang membuatnya selalu kehilangan beberapa posisi di lap pertama. Penggunaan holeshot diharapkan membuatnya melakukan start lebih mudah pada tahun ini.

“Saya pikir sasis kami cukup bagus. Kecepatan tertinggi kami memang bukan yang terbaik, tapi kami masih bisa mengaturnya. Menurut saya, hal yang terpenting adalah start. Pasalnya, semua pembalap Yamaha kehilangan banyak posisi saat start. Di Malaysia, kami akan mencoba sesuatu yang baru untuk memperbaiki start,” kata Vinales.

Penempatan holeshot membuat motor lebih rendah dan semakin dekat dengan permukaan aspal. Hal tersebut terjadi karena suspensi menurunkan tekanan udara untuk membuat motor lebih dekat dengan aspal. Itu dapat menurunkan pusat gravitasi, tapi itu juga bergantung pada kondisi trek.

Pada Grand Prix (GP) Qatar awal musim lalu, Ducati mencoba perangkat tersebut dengan membuat suspensi belakang mereka lebih rendah. Itu karena kondisi trek sedang basah dan membutuhkan daya cengkeram yang lebih besar pada ban belakang. Jika pada kondisi trek kering, maka suspensi depan yang bakal lebih rendah untuk mengurangi efek wheelie.

“Prioritas utama holeshot adalah untuk menurunkan pusat gravitasi. Tapi ada efek lain dari perangkat itu. Anda juga memiliki banyak opsi pada suspensi, seperti memasang pengait untuk membuat bagian depan tetap rendah seperti di motor motokros. Sulit rasanya menutupi hal tersebut dari rival,” kata Corrado Cecchinelli, Direktur Teknologi MotoGP.

Meski Ducati sudah mencoba holeshot sejak GP Qatar. Tapi, pembalap tim satelit Pramac Racing, Jack Miller, mengatakan ia baru menggunakan itu di GP Italia pada Oktober lalu. Menurutnya, hal tersebut tak memberikan pengaruh besar pada startnya dan masih memiliki kelemahan.


Baca Juga :
- Motul Rilis Produk Baru Guna Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2021
- Lorenzo dan Yamaha Seperti 'Cinta Lama yang Bersemi Kembali'

“Start saya cukup bagus walau tidak menggunakan holeshot. Saya juga tak selalu menggunakannya, itu tergantung pada treknya. Di Phillip Island, Australia, kami tak bisa memakainya. Posisi start juga menentukan penggunaannya, karena itu akan membuat motor lebih berat ketika memasuki tikungan pertama,” ucap Miller.

Manajer Teknisi HRC untuk MotoGP Takeo Yokoyama mengatakan bahwa timnya pernah menggunakan hal tersebut pada motor Alvaro Bautista di bagian suspensi depan saat membela tim Gresini Honda pada 2012-2014. “Kami mengetahui teknologi itu dan jika dibutuhkan kami akan menggunakannya, tapi hingga saat ini kami tak memerlukannya,” katanya.***MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA