#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Serangan Balik Bukan Karakter Utama Inter
09 January 2020 07:01 WIB
MILAN – Polemik seputar perdebatan antara Fabio Capello dan Antonio Conte selepas pertandingan SSC Napoli-FC Internazionale, Senin (6/1) atau Selasa dini hari WIB, belum usai. Kesalahpahaman ini timbul karena perbedaan pandangan mengenai taktik yang digunakan pelatih I Nerazzurri di San Paolo.

Capello menilai Inter terlalu mengandalkan serangan balik untuk memenangi laga itu. Tuduhannya sejatinya berdasarkan data di mana anak buah Gennaro Gattuso  menguasai bola lebih banyak (65,6 persen banding 43,4 persen) dan menguasai area lebih jauh ke depan (54,1 meter banding 42,8 meter). Sedangkan tim tamu banyak merebut bola jauh ke belakang  (35 meter : 39 meter), menghasilkan operan lebih sedikit (478:629) dan lebih banyak melakukan operan lambung (52:42).

Di sisi lain, tidak salah kalau Conte membela diri. Serangan balik merupakan bagian dari skenario permainan bukan karakter utama Inter. Ada kebutuhan di mana skuatnya harus mundur, membangun serangan dan memberi kesempatan kepada Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku untuk melakukan duel individu dengan para bek Napoli. Bola lambung bagi pasangan striker itu adalah solusi bagi tim yang mulai kehabisan energi.


Baca Juga :
- Pernah Dibuang, Rebic Siap Balas Dendam ke Fiorentina
- Conte Momok bagi Ranieri

Conte sangat kreatif dan tidak mau terpaku kepada satu ide permainan saja. Dia memilik banyak stok strategi yang bisa diaplikasikan berdasarkan situasi. Tak ada salahnya menggunakan counter attack. Tim tangguh sekelas Liverpool dan pemilik permainan indah di Italia, Atalanta BC, telah membuktikan.

Juergen Klopp terus melakukan pressing di depan untuk membangun jiwa permainan tim tapi tak jarang memundurkan tim untuk memberikan ruang gerak kepada Sadio Mane dan Mohamed Salah. Tim modern adalah tim yang tahu melakukan semuanya, dimana saja, dengan cepat, intens, teknik dan berani.

Akhir pekan nanti,  mungkin Conte meminta timnya untuk tidak langsung menyerang ke wilayah Atalanta dan bertumpu pada duel satu lawan satu dari duo Lu-La. Berbeda dengan Lorenzo Insigne yang kerap melakukan kesalahan, pasangan penyerang La Dea Alejandro Gomez dan Josip Ilicic akan main hati-hati. Pasukan Gasperini juga punya statistik mentereng, dalam penguasaan bola (56,85 persen banding 53,79 persen milik Inter), panjang tim (51,9 meter : 50,7 meter), perebutan bola (38 meter : 36,5 meter), gol (48:39) dan tembakan (362:297).

Dekati Young


Baca Juga :
- Kalidou Koulibaly Bengkak, Gattuso Ragukan Lawan Barcelona
- Eriksen Rangkai Debut Gol, tapi Conte Kurang Srek: Dia Belum Bagus

Direktur Olahraga Inter Piero Ausilio tengah sibuk menyusun proposal untuk mendapatkan Ashley Young. Kontrak bek 34 tahun itu dengan Manchester United akan habis.

Pemain sepertinya tertarik untuk berganti suasana. Sementara La Beneamata butuh pilar yang bisa diturunkan di kedua sisi. Ini adalah rencana B kalau Marcos Alonso dan Emerson Palmieri gagal didapatkan.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA