#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Quartararo Bukan Referensi bagi Mir
16 January 2020 09:00 WIB
HAMAMATSU – Pernyataan mengejutkan keluar dari Joan Mir. Pembalap Tim Suzuki Ecstar tersebut menegaskan dirinya tidak akan menjadikan Fabio Quartararo sebagai referensinya di MotoGP. Mir mengatakan bahwa dirinya memiliki kemampuan sendiri untuk bisa tampil cepat di level tertinggi. Terlebih, saat di Moto3 dan Moto2 dia selalu menjadi yang lebih baik daripada Quartararo.

Tahun lalu, Mir menjadi pendatang baru terbaik kedua setelah Quartararo yang tampil mengesankan bersama Petronas Yamaha SRT. Mir mengakhiri musim di urutan ke-12 setelah 10 kali finis di posisi 10 besar. Posisi terbaiknya ada pada Grand Prix (GP) Australia, 27 Oktober lalu, saat ia finis di urutan kelima.

Performa Quartararo sebagai debutan MotoGP musim lalu memang menarik perhatian. Dari 19 lomba yang diikuti, Quartararo tujuh kali mampu finis podium dan lima di antaranya runner-up. Alhasil, Quartararo mampu berada di peringkat kelima klasemen akhir MotoGP dengan 192 poin, terpaut 100 poin dari Mir  


Baca Juga :
- Dirumorkan Akan Rekrut Lorenzo dan Rossi, Begini Tanggapan Yamaha Petronas
- Sirkuit Jalanan Mandalika Masuk Proses Pengaspalan Bulan September

Mir sendiri satu-satunya pendatang baru di MotoGP 2019 yang bergabung dengan tim pabrikan. Sayang, ia harus melewatkan dua perlombaan, GP Austria dan GP Inggris karena mengalami cedera. Namun, banyak yang memprediksi bahwa kemampuannya mengendarai Suzuki GSX-RR bisa membuat persaingan di barisan depan lebih menarik.

“Saat di Moto3, saya sering mengalami insiden. Saya sedikit kacau pada saat itu. Saya tak pernah tahu bahwa ada banyak hal yang perlu dipelajari. Tetapi setelah mengalami cedera, segalanya lebih baik. Saya berharap menjadi pembalap terbaik, dan menjadi lebih kompetitif di kategori yang baru,” ujar Mir.

Pembalap 22 tahun itu menegaskan bahwa dirinya memiliki kemampuan yang jauh lebih baik jika berlatih dengan konsisten. Ia juga yakin dapat mengalahkan Quartararo di masa mendatang seperti yang dilakukannya pada Moto3 dan Moto2. Terlebih, ia sudah mengetahui kemampuan pembalap Prancis itu karena sempat menjadi rekan setim di kelas Moto3.

“Quantararo sekarang berada di kategori tertinggi, MotoGP. Tapi saya tak merasa bahwa dia memiliki kemampuan yang lebih baik daripada saya. Saya tak pernah yakin dengan itu. Saya tak yakin dia dapat mempelajari segalanya hanya dalam satu musim. Bukan seperti itu cara kerjanya,” kata Mir.

Pria asal Spanyol itu mengatakan bahwa Quartararo hanya beruntung karena mendapatkan motor yang mudah untuk dikendarai dan cocok dengan gaya balapnya. Menurutnya, Quartararo juga belum menemukan kesulitan seperti yang dirasakannya dalam mengembangkan performa motor.

Pada tahun ini, Mir menegaskan dirinya bakal terus belajar agar semakin menjadi seorang pembalap tangguh di MotoGP. “Hal terpenting yang saya pelajari, selain cara berkendara, adalah bangkit dari masa buruk, terutama saat cedera. Hal tersulit adalah mempelajari elektronik,” tutur Mir.


Baca Juga :
- Motul Rilis Produk Baru Guna Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2021
- Yamaha Jajal Peranti Aerodinamika Ducati

Tujuan utama di MotoGP 2020 adalah tampil lebih baik di atas Suzuki GSX-RR untuk membantu tim meraih hasil yang lebih baik. Terutama untuk mendapatkan gelar juara dunia konstruktor. “Bagi saya, untuk tetap berada di Suzuki di tahun-tahun berikutnya menjadi prioritas,” ujar Mir.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA