#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Coutinho Bisa Lebih Mematikan ketimbang Gnabry
16 January 2020 10:35 WIB
MUENCHEN - FC Bayern Muenchen diyakini tidak perlu terlalu khawatir dengan cedera yang tengah dialami Serge Gnabry. Cedera Achilles telah memaksa winger kanan andalan Die Bayern itu absen hingga Februari nanti. Namun begitu, pelatih karteker Hans-Dieter “Hansi” Flick hampir pasti akan meminta pemain bernomor 10, Philippe Coutinho, untuk menjadi pengganti peran Gnabry.

Die Bayern sempat syok saat Gnabry mengalami cedera. Maklum, winger 24 tahun itu menyumbang 25 persen dari total 75 gol Muenchen di ajang kompetitif sejak bergabung pada 2018/19 lalu. Musim ini, Gnabry mencetak 11 gol dan membuat delapan umpan berujung gol (assist) dalam 22 pertandingan.

Musim lalu, dengan 13 gol, Gnabry menjadi pencetak gol terbanyak kedua Muenchen di bawah Robert Lewandowski. Ia berada di peringkat keempat untuk assist (tujuh kali).


Baca Juga :
- Klasemen Seri A; Tambah Tiga Poin, Milan Masih Jauh dari Zona Eropa tapi Ada Harapan
- Masih Lama! Ini Prediksi Carles Puyol soal Kapan Messi Pensiun, Bisa Bareng Ronaldo

Muenchen sebenarnya masih memiliki Kingsley Coman yang memiliki tipe permainan serupa dengan Gnabry, penyerang sayap dengan kaki kanan akurat. Namun, Coman juga tengah mengalami cedera lutut.

Alhasil, Flick kemungkinan besar akan memainkan Coutinho saat turun di kandang Hertha Berlin SC dalam laga pekan ke-18 Bundesliga, Minggu (19/1) nanti. Selain Coutinho, Flick masih memiliki opsi pengganti Gnabry dalam diri Alphonso Davies dan Ivan Perisic. Tapi, Davies lebih bagus bila dimainkan sebagai bek sayap kiri. Sementara, Perisic juga kurang sempurna jika diturunkan di luar posisi naturalnya, sayap kiri.

Fleksibilitas yang dimiliki Coutinho membuatnya kandidat paling tepat untuk menggantikan Gnabry. Musim ini, gelandang serang asal Brasil itu empat kali bermain sebagai sayap kiri dan dua kali di kanan dari total 22 laga kompetitif untuk Muenchen.  

Posisi natural Coutinho adalah attacking midfielder (AM) alias gelandang serang. Tetapi, Flick menegaskan akan menempatkan Coutinho di “posisi terbaiknya”. 

Musim ini, Coutinho mampu mencetak tiga gol dan lima assist dalam 16 kali dimainkan sebagai AM, dua gol di antaranya ia buat di Bundesliga saat melawan tim yang tengah berjuang lolos dari zona degradasi, SC Paderborn dan FC Koeln. Dengan demikian, Coutinho rata-rata mampu membuat satu gol atau satu assist setiap 1.085 menit.

Efektivitas Coutinho mencengangkan banyak pihak kala ia empat kali diturunkan sebagai sayap kiri, musim ini. Winger pinjaman dari FC Barcelona itu mampu mencetak empat gol dan tiga assist hanya dalam empat pertandingan selama 322 menit. Dari empat gol tersebut, tiga di antaranya ia buat saat Muenchen menghancurkan SV Werder Bremen pada laga Bundesliga pekan ke-15, 14 Desember lalu.       

Bila mengacu statistik di atas, mungkin Coutinho dinilai tidak akan menggantikan langsung Gnabry di sayap kanan. Meskipun, publik tentu belum lupa bila O Magico—julukan Coutinho—mampu bermain sangat baik dalam sejumlah pertandingan besar saat memperkuat Barcelona dan Liverpool FC, mampu mencetak gol ke gawang Valencia CF dan Manchester City FC.


Baca Juga :
- Start Senin (17/2) dan Finis 6 Maret, Barca Dapat 15 Hari Kerja untuk Cari Striker Baru
- Chelsea Mulai Belanja, Banderol Gelandang Inter Ini Disepakati, Datangnya di Juni 2020

Coutinho juga sempat dimainkan di sisi kanan saat Muenchen menghantam Borussia Dotmund, 4-0 di Der Klassiker. “Coutinho pemain dengan bakat alami,” ucap Flick di sela-sela latihan Muenchen di Doha, Qatar. “Saya belum yakin kami sudah memaksimalkan kemampuan terbaiknya. Saya berharap Coutinho mengalami kemajuan agar bisa ditunjukkan saat melawan Hertha nanti.”

Di Muenchen, peran Coutinho memang lebih ke playmaker ketimbang sayap. Tetapi, jangan ragukan soal kepiawaiannya mencetak gol. Di Bundesliga musim ini, ia sudah mencetak enam gol dalam 15 laga, sama persis dengan Gnabry, dan hanya kalah dari Lewandowski, 19. Meskipun begitu, efektivitas Coutinho lebih baik ketimbang Gnabry. Ia mencetak enam gol dari hanya 18 tembakan. Bandingkan dengan Gnabry yang membutuhkan 23.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA