#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Prawira Bandung Siap Ancam Klub-klub Langganan Jawara IBL
17 January 2020 13:21 WIB
BANDUNG - Hasil yang diraih pada seri pertama menjadikan Prawira Bandung sebagai salah satu klub yang harus diperhitungkan di Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020. Hasil plus-minus memang diraih skuat arahan pelatih Giedrius Zibenas tersebut di GOR Sahabat, Semarang, akhir pekan lalu.

Pada pertandingan pertama, Prawira bertarung sengit melawan klub debutan, Louvre Surabaya. Sayang, Diftha Pratama dan kawan-kawan harus mengalami kekalahan menyakitkan, 79-81. Setelah itu, Prawira mengamuk dengan membantai Amartha Hangtuah (AHT), 92-69.

Apa yang ditunjukkan pada seri pertama lalu membuat Prawira kini digadang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Pada 17-19 Januari, Prawira menjadi tuan rumah seri kedua di C-Tra Arena, Bandung. Ini tentu kesempatan bagi mereka merengsek ke puncak klasemen fase reguler IBL 2020.


Baca Juga :
- Menang Atas Satya Wacana Salatiga, Moril Amartha Hangtuah Meningkat
- Materi NSH Cukup untuk Bersaing Gelar IBL

Jadwal yang dihadapi Prawira pada seri kedua sendiri tak terlalu berat. Pada Jumat (17/1) dan Sabtu (18/1), mereka berhadapan dengan NSH Jakarta dan Satya Wacana Salatiga. Di atas kertas, kedua klub ini bisa ditundukkan Prawira.

“Saya berharap, di seri kedua anak-anak sanggup menunjukkan pertahanan yang kuat. Jika kuat dalam bertahan, kami akan lebih nyaman saat menyerang. Kami pun harus menaruh respek kepada lawan saat berada di atas lapangan,” kata Gibbi, Kamis (16/1) kemarin.

Adapun, satu klub lagi yang dihadapi Prawira adalah juara liga basket Indonesia 10 kali, Satria Muda Pertamina Jakarta. Di seri Semarang, Satria Muda gagal menunjukkan permainan mengesankan. Mengantungi satu kemenangan dan satu kekalahan, tim asuhan Milos Pejic hanya membukukkan 63,5 poin per gim (PPG).

Meski demikian, Gibbi menyatakan Satria Muda tetaplah tim besar. Mereka adalah tim berpengalaman sehingga bakal terus membaik seiring berjalannya waktu. “Satria Muda adalah tim klasik di Indonesia. Sejarah yang mereka torehkan sudah sangat panjang,” Gibbi menuturkan.

Kekalahan dari Bank BPD Bima Perkasa Jogja tentu akan membuat Juan Laurent Kokodiputra dan kawan-kawan mengusung motivasi tinggi di Bandung. Jika Satria Muda mengeluarkan 100 persen kemampuannya, mereka akan sangat menakutkan.

“Yang jelas, kami harus mewaspadai siapa pun. Namun, saya sangat optimistis pada perjalanan Prawira sebab kami memiliki coach Gibbi. Dia sosok pelatih yang sangat detail,” kata Reza Guntara, power forward Prawira.  


Baca Juga :
- Sejumlah Faktor Bisa Untungkan Hangtuah di IBL
- Rencana Timnas ke IBL Undang Pro dan Kontra

Sedangkan di kubu NSH, pelatih A.F. Rinaldo mengaku siap membawa timnya membendung Prawira. Bagi Inal, sapaan akrab Rinaldo, pertemuan dengan Prawira sangat spesial. Sebab, musim lalu, ia adalah asisten Gibbi saat membawa Stapac Jakarta menjadi juara.

“Seru juga bisa beradu taktik dengan coach Gibbi. Musim lalu saya menjadi asistennya di Stapac dan sukses meraih gelar juara. Banyak hal yang saya pelajari dari beliau,” tutur Inal.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA