#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Titik Balik Kehidupan Eko Roni
17 January 2020 13:37 WIB
BISA bergabung dengan tim besar seperti Evolve Mixed Martial Arts (MMA) mungkin impian banyak petarung. Maklum, sasana terbesar di Singapura itu telah melahirkan banyak juara dunia. Eko Roni Saputra terbilang spesial karena ia menjadi petarung Indonesia satu-satunya di Evolve.

Bergabung dengan tim sebesar Evolve ini sekaligus menjadi titik awal perjalanan Eko Roni sebagai atlet profesional. TopSkor beruntung berkesempatan mengunjungi tempat Eko Roni berlatih di Singapura. Pria 28 tahun itu pun bercerita mengenai awal mula bisa bergabung dengan tim yang beberapa kali menjadi sasana terbaik di Asia tersebut.

“Tak lama setelah saya turun di Asian Games 2018 lalu, seseorang menghubungi saya melalui Instagram. Itu pun saya buka setelah satu pekan setelahnya. Saya pikir ini penipuan. Namun, saya juga penasaran. Ternyata benar saya mendapat tawaran untuk bergabung dengan Evolve,” kata Eko Roni.


Baca Juga :
- ONE Esports Umumkan Gelar Kompetisi Mobile Legends
- Menanti Kiprah Rocky Ogden Saat Berebut Sabuk Juara Dunia

Setelah itu, Eko Roni mengaku sempat dilema. Pasalnya, ia masih terikat dengan timnas Indonesia. Eko Roni akhirnya menerima tawaran Evolve dengan syarat istri dan anaknya ikut bersamanya ke Singapura.

“Saya tidak bisa lepas dari timnas begitu saja. Saya pun kaget ketika Evolve mengatakan tak masalah saya berangkat bersama keluarga. Saya juga minta untuk berlatih satu pekan lebih dulu. Jika bagus, saya lanjut. Akhirnya saya mendapat kontrak lima tahun di sini,” katanya.

Kehidupan Eko Roni setelah menjadi atlet profesional pun berubah drastis. Namun, perjuangan Eko Roni hingga berada di titik ini tidak semudah membalikkan tangan.

Di samping menjadi atlet gulat, Eko Roni juga bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur. Tugasnya memfoto kopi dan mengirim surat. Penghasilannya memang tak seberapa tapi cukup untuk menghidupi keluarga.

“Orangtua saya penjual ikan di pasar. Mereka tak punya rumah dan saya pun tinggal bersama mertua. Pada suatu hari, saya pernah pulang ke rumah dan tak ada makanan apa-apa. Hanya ada nasi. Saya melihat ibu saya makan nasi dengan garam. Sedih, tetapi itu membuat saya termovitasi. Saya ingin hidup lebih baik,” ujar Eko Roni.

Hingga akhirnya, tawaran bergabung dengan Evolve. Setelah itu, Eko Roni pun mendapat kesempatan untuk tampil dalam gelaran MMA terbesar di Asia, ONE Championship. Dari sini, kehidupan Eko Roni semakin membaik. Kehidupannya di Singapura jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan, ia sudah mampu membelikan rumah untuk orangtua.

“Saya juga telah memberangkatkan orangtua dan mertua umrah. Impian saya sejak berkarier sebagai pegulat. Saya juga akan terus berjuang untuk bisa mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia,” ucap Eko Roni.


Baca Juga :
- Mengenal Sam-A Gaiyanghadao, Petarung Legendaris dengan Ratusan Kemenangan
- Debutnya Keren, tapi Petarung Muda Ini Kalah Juga

Sejauh ini, Eko Roni telah melakoni dua pertarungan ajang ONE Championship. Pada debutnya di Filipina, 12 April 2019 lalu, ia kalah dari Nico Soe asal Singapura. Setelah itu, Eko Roni bangkit dan menang atas petarung Filipina, Kaji Ebin, di Jakarta, 25 Oktober lalu.

Tahun ini, Eko Roni kembali mendapat kesempatan untuk melawan petarung Kamboja, Khon Sichan, di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 7 Februari nanti. “Saya akan berusaha menampilkan yang terbaik. Saya akan berjuang dan membuat Indonesia bangga,” kata Eko Roni yang kini menguasai banyak bela diri lain seperti muay thai, Brazilian jiu-jitsu (BBJ), dan tinju.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA