#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Inilah Alasan Dortmund Menarik bagi Pemain Muda
23 January 2020 09:55 WIB
DORTMUND - Keputusan Erling Braut Haaland memilih Borussia Dortmund sebagai klub untuk mengembangkan kariernya bisa dikatakan sudah tepat. Baru beberapa pekan bergabung, striker muda Norwegia itu membuat hattrick pada laga debutnya ketika Dortmund menghancurkan FC Augsburg, 5-3, di pertandingan ke-18 Bundesliga, akhir pekan lalu.  

Terlepas dari debut impresif Haaland adalah satu kebetulan atau tidak, faktanya tak ada yang memungkiri reputasi Dortmund dalam mengembangkan bakat pemain muda. Dalam satu dekade terakhir, Die Borussen menjelma menjadi salah satu klub dengan sistem pengembangan pemain muda yang bisa dibilang terbaik.

Jadon Sancho, Haaland, dan Giovanni Reyna menjadi pemain muda potensial di Dortmund saat ini. Bukan tidak mungkin mereka bakal mewarisi jejak eks bintang muda Die Borussen yang sudah pergi seperti Christian Pulisic dan Ousmane Dembele. Yang menjadi pertanyaan, mengapa klub juara Liga Champions 1996/97 itu selalu menjadi pilihan menarik bagi para pemain muda berbakat?


Baca Juga :
- Klasemen Seri A; Tambah Tiga Poin, Milan Masih Jauh dari Zona Eropa tapi Ada Harapan
- Masih Lama! Ini Prediksi Carles Puyol soal Kapan Messi Pensiun, Bisa Bareng Ronaldo

Dalam beberapa tahun terakhir, pemain seperti Pulisic, Reyna, dan Sancho baru diberi kesempatan debut bersama tim senior Dortmund pada usia 17 tahun. Tapi, saat memenangi gelar Bundesliga 2010/11, Nuri Sahin sudah menjadi salah satu pilar. Hingga kini gelandang serang yang sudah pindah ke SV Werder Bremen itu masih memegang rekor debutan termuda saat turun di Bundesliga pada Agustus 2005 dalam usia 16 tahun dan 334 hari.

Kesulitan finansial yang dialami Dortmund pada 2005 juga menjadi alasan mengapa mereka mengubah kebijakan dalam merekrut pemain. Direktur Olahraga Michael Zorc menjelaskan, Dortmund tidak hanya mencari bakat muda hingga jauh ke luar Jerman.

Dalam mencari pemain, mereka juga harus cepat menilai bakal sejauh mana batas maksimal performa pemain itu bisa dikembangkan, meskipun tidak muda lagi. Karena itu, jangan heran bila pada musim panas 2010 Dortmund menarik Shinji Kagawa yang tidak terkenal dan sudah 21 tahun dan Robert Lewandowski yang hampir 22 tahun.            

Seperti ketika mendatangkan Haaland dari RB Salzburg, Dortmund siap mengeluarkan bujet besar untuk pemain muda yang mereka nilai berpotensi besar menjadi pesepak bola top. Lewandowski mencetak satu gol saat Dortmund menang 3-1 atas FC Schalke pada September 2010 sedangkan Kagawa dua. 

Dalam merekrut pemain muda, Dortmund ternyata tidak hanya berpikir investasi dan keuntungan. “Klub ini memiliki tanggung jawab besar atas pemain dan keluarga mereka karena menarik mereka dalam usia sangat muda,” ucap Lars Ricken, gelandang Dortmund pada 1993-2007 yang kini koordinator perekrutan pemain muda Die Borussen. “Lagi pula, kami hanya merekrut pemain yang kami yakini 100 persen bisa ke tim utama.”

Dortmund kini tidak hanya dikenal dengan reputasi sebagai klub dengan kemampuan mengembangkan pemain. Mereka juga tidak segan memberikan kesempatan turun lebih banyak untuk pemain muda. Dua hal inilah yang membuat Die Borussen menjadi daya tarik bagi pemain muda di seluruh dunia.

Achraf Hakimi menjadi contoh terakhir. Sulit mendapat tempat di Real Madrid, di Dortmund ia justru mampu berkembang pesat tidak hanya sebagai bek sayap kanan tapi juga gelandang kanan. Dengan empat golnya di Liga Champions musim ini, bek timnas Maroko itu tidak hanya menjadi incaran sejumlah klub elite tetapi juga sudah menyabet gelar Pemain Muda Terbaik Afrika 2019.


Baca Juga :
- Start Senin (17/2) dan Finis 6 Maret, Barca Dapat 15 Hari Kerja untuk Cari Striker Baru
- Chelsea Mulai Belanja, Banderol Gelandang Inter Ini Disepakati, Datangnya di Juni 2020

“Saat ini, kami memiliki tiga hingga empat pemain di bawah 21 tahun yang siap diturunkan melawan para pemain terbaik dunia di Liga Champions,” ucap Zorc.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER  

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA