#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dani Pedrosa yang Terlupakan Kini Siap Bersaing Jadi Juara Dunia
08 Mei 2017 21:28 WIB
JIKA ada kuesioner soal siapa pembalap favorit jadi juara dunia MotoGP 2017, jawabannya pasti: Marc Marquez, Maverick Vinales, atau Valentino Rossi. Ya tidak ada Dani Pedrosa. Pembalap bertubuh mungil ini seakan terlupakan.

Namun pada lomba putaran ke-4 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (7/5), nama Pedrosa kembali jadi sorotan. Dia menang lomba dengan cara luar biasa. Start sebagai pole position, ia memimpin selepas start dan tidak tertahankan sampai menyentuh garis finis.

Kaget? Tidak sama sekali. Karena dalam perjalanan kariernya, Pedrosa pernah mengalahkan banyak pembalap hebat. Dari Casey Stoner, Rossi, Jorge Lorenzo sampai Marquez. Hanya ia kerap dibebat cedera atau problem lainnya, sehingga sampai sekarang belum merasakan titel juara dunia.


Baca Juga :
- Masa Depan Dani Pedrosa di MotoGP Masih Misteri, Ini Tanggapan Marquez dan Lorenzo
- Dani Pedrosa Tinggalkan Tim MotoGP Honda Racing

Namun kini lewat kemenangan di GP Spanyol, Pedrosa telah siap bersaing kontra Marquez, Rossi, dan Vinales untuk jadi juara dunia.  

Bekerja jauh dari sorotan media memang ciri khas Pedrosa. Oleh karena itulah, tidak banyak tahu pembalap berusia 31 tahun ini telah mengubah banyak hal jelang MotoGP 2017.

Dari keputusannya bercerai dengan kepala kru timnya Ramon Aurin. Sebagai gantinya ia menunjuk kepala kru tim Scott Redding di Pramac Racing, Giacomo Guidotti. Kini ia juga berada di bawah naungan perusahaan manajemen olahraga, Wasserman.

Tidak berhenti sampai di situ, Honda Racing Corporation (HRC) selaku perusahaan induk sampai harus mengutus runner-up MotoGP 2003 dan 2004 Sete Gibernau sebagai konsultan.

Dengan kontrak bersama Wasserman, Pedrosa kini bisa benar-benar fokus untuk menunjukkan performa maksimal di trek. Karena urusan non teknis, sudah diurus oleh Wasserman.

Lalu pergantian Aurin ke Guidotti bakal memberikan efek penyegaran di tubuh timnya. Persis seperti ketika Valentino Rossi ‘memecat’ Jeremy Burgess dan menunjuk Silvano Galbusera sebagai pengganti. Karena keputusan ini, Rossi kembali bisa bersaing di baris depan.  

Lalu masukan dari sosok seperti Gibernau dapat memperbaiki kelemahan yang tidak dapat dilihat Pedrosa lewat mata telajang maupun data logger.

Tidak bisa dimungkiri, kini ia telah punya kombinasi sempurna. Hanya satu syarat yang harus dipenuhi Pedrosa bila ingin juara: jangan sampai cedera lagi.


Baca Juga :
- Hasil Kualifikasi MotoGP: Pedrosa Pole Position
- Espargaro Bikin Bangga Kubu Aprilia

Penulis adalah jurnalis TopSkor 

Hendry Wibowo 

BERITA TERKAIT

news
'Life is a race and you must ready to race'
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA