#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Rahasia dari Le Mans yang Bisa Ubah Peta Persaingan MotoGP 2017
22 Mei 2017 22:41 WIB
MAVERICK Vinales untuk kali ketiga di MotoGP 2017 meraih kemenangan. Namun podium pertama pada putaran ke-5 di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu (21/5) yang diraih pembalap Movistar Yamaha MotoGP ini begitu krusial dalam persaingan jadi juara dunia.

Karena dua kompetitornya Marc Marquez dan Valentino Rossi secara mengejutkan terjatuh. Buat Marquez, ini bahkan DNF ke-2 musim ini. Praktis kini Vinales memimpin klasemen dengan keunggulan 17 poin dari Dani Pedrosa, 23 poin dari Rossi, dan 27 poin dari Marquez.

Apakah hasil GP Prancis, mempertegas Vinales sebagai kandidat terkuat juara dunia musim ini? Jawabnya tidak!. Alasannya bukan karena musim ini masih menyisakan 13 putaran lagi. Kalau itu, anak SD juga tahu bro, hehehe.


Baca Juga :
- Valentino Rossi Tak Nyangka Bisa Balapan di Usia Senja
- Unik, Rossi Harus Bersaing dengan Anak Didiknya di MotoGP 2019

Begini ternyata ada rahasia dari Le Mans yang tidak diketahui, khususnya oleh fan. Ternyata hari Jumat (19/5), Komite Keselamatan MotoGP mengadakan rapat penting yang dihadiri 23 pembalap.

Poin pembahasan soal ban. Saking pentingnya, Komite Keselamatan sampai harus melakukan pemilihan suara terbanyak, macam Pilkada atau Pemilu di Indonesia bro.

Objek yang harus dipilih, apakah pembalap setuju ban depan dengan kompon lebih lunak yang digunakan saat ini berlanjut sampai akhir musim atau justru pembalap memilih beralih ke kompon ban depan seperti GP Valencia 2016 yang lebih keras.

Hasilnya 20 dari 23 pembalap pemilik suara setuju beralih ke kompon lebih keras. Menariknya dua dari tiga pembalap yang ingin bertahan dengan ban lebih lunak adalah Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo. Apa artinya ini?

Untuk diketahui, beberapa pembalap mengaku perasaan mereka terhadap bagian depan motor sangat buruk. Penyebabnya adalah kompon ban depan yang terlalu lunak. Perlu dicatat, pembalap yang tidak cocok dengan karakteristik ban itu adalah Rossi dan Marquez.

Karena ban depan ini, Rossi hanya finis posisi sepuluh di Jerez dan terjatuh di Le Mans. Marquez lebih buruk lagi. Dia gagal finis di Argentina, kemudian Le Mans. Jadi situasinya jelas. Keduanya menginginkan ban kompon lebih keras dengan harapan cocok dengan gaya balap mereka.


Baca Juga :
- Seberapa Tahu Jawara MotoGP 2018 Tentang Barcelona?
- Valentino Rossi Tunjukkan Kesetiaan Pada Yamaha, tapi Juga Keluhan

Sedangkan Vinales sebaliknya. Dengan ban depan lunak, ia bisa langsung gaspol bersama Yamaha. Kini ia bahkan sedang memimpin klasemen. Singkatnya bisa dimengerti, gaya balap Vinales memang cocok dengan tipe ban ini. Sehingga ia ingin terus memakainya.

Alhasil dengan ban depan lebih keras yang mulai tersedia pada lomba berikutnya di Sirkuit Mugello, Italia, 4 Juni, maka peta persaingan bisa berubah lagi. Pasalnya siapa pembalap yang cocok dengan ban ini  masih teka-teki. Baik Rossi, Marquez, Pedrosa, atau Vinales harus memulai adaptasi dengan ban dari nol lagi.  

BERITA TERKAIT

news
'Life is a race and you must ready to race'
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA