#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ketika INASGOC Tak Bisa Bahagiakan Semua Orang
15 Februari 2018 06:03 WIB
HARI ini merupakan fase pamungkas dari Invitation Tournament Road to Asian Games 2018. Test event untuk menyambut pesta olahraga antarnegara Asia itu berlangsung sejak Kamis (8/2).

Tidak hanya ribuan atlet yang disibukkan dengan berbagai aktivitas dalam sepekan terakhir. Test event ini diikuti delapan cabang olahraga (cabor) yang berlangsung di tiga lokasi berbeda.

Itu meliputi basket, voli, panahan, dan atletik, di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sementara, tinju, taekwondo, dan angkat besi di Jakarta International Expo (JIExpo). Satu cabor lagi diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yaitu pencak silat.


Baca Juga :
- PaperOneTM Suntik Dana Rp 5,250 Miliar Dukung Tim Indonesia di Asian Games 2018 
- Enam Pegulat Gaya Bebas Asian Games Indonesia Berlatih Bersama Timnas Bulgaria

Nah, selain tiga venue tersebut, ada dua tempat yang tak kalah ramainya. Yaitu, Main Operating Center (MOC) yang terletak di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta Pusat. Itu merupakan pusat kontrol yang dikendalikan Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC).

Satu lagi yang tidak kalah penting dan jadi ujung tombak berada persis di seberangnya, yaitu Hotel Atlet Century Park. Tepatnya, Main Press Center (MPC) yang terletak di ballroom dari penginapan bintang empat tersebut.

Nah, galibnya suatu hajatan, tentu tidak bisa sempurna 100 persen. Pun demikian dengan kinerja INASGOC, khususnya bidang Media & PR. Saya mencatat, ada beberapa yang minor. Fakta tersebut diakui Direktur Media & PR INASGOC Ratna Irsana yang sejak 8 Februari lalu dengan setia menampung keluh dan kesah kami, awak media.

“Selama perhelatan test event ini, alhamdulillah semua berjalan baik. Memang, ada saja komplain dari rekan-rekan media, tapi itu kami jadikan masukan demi perbaikan agar pada Asian Games 2018, pelayanan lebih baik lagi,” tutur Ratna.

Pernyataan dari wanita yang terlibat dalam suksesnya SEA Games 2011 Jakarta-Palembang ini beralasan. Sebagai manusia, tentu kita tidak bisa membahagiakan semua orang. Pasti, ada satu atau dua yang terlewat. Ironisnya, adakalanya justru kekurangan itu yang lebih diingat.

Saya teringat dengan anekdot di media sosial. Ada guru yang menuliskan di papan tulis terkait perhitungan, 1+1=2, 2:1=3, 3-1=2, dan 4x4=16. Usai menulis, sang guru melihat murid-muridnya tertawa. Menyadari ada yang keliru, beliau bertanya.

“Kenapa kalian tertawa?”

Alkisah, murid-muridnya tertawa sambil kompak menjawab, “Yang nomor dua, salah pak!”

Sejenak, guru tersebut menatap muridnya dengan tersenyum seraya menjelaskan, “Saya sengaja menulis seperti itu supaya kalian bisa belajar sesuatu dari yang ada di depan mata. Bahwa, kalian sudah melihat hasil tiga perhitungan dengan benar. Namun, tidak ada satu pun dari anak-anakku ini yang memberi selamat. Sebaliknya, kalian cenderung menertawakan satu kesalahan yang saya buat.”

Kebetulan, saya menyimak langsung terkait kerja keras dan cerdas dari segenap penggawa INASGOC yang dibantu relawan (Artikel sebelumnya: Suka dan Duka sebagai Relawan Asian Games 2018).

Media & PR INASGOC sudah berusaha keras memberikan pelayanan kepada awak media yang melakukan liputan perhelatan ini. Di antaranya, dengan menyediakan sarana MPC yang sangat representatif dengan berbagai fasilitias yang dibutuhkan.

Misalnya, ruang kerja yang sangat luas dan nyaman, wifi dengan kecepatan tinggi, aneka snack, santap siang dan malam, dan sebagainya (Artikel sebelumnya: Awak Media Nilai MPC Test Event Cukup Nyaman). Bahkan, penggawa INASGOC turut membantu memecahkan kendala yang dihadapi kami selama melakukan tugas jurnalistik.

“Seperti permasalahan ID Card, kami membantu menjembatani dengan KOI (Komite Olimpiade Indonesia) yang membuat akreditasi test event ini. Agar, semua rekan-rekan peliput memiliki akses untuk melakukan tugasnya,” Ratna, menjelaskan.

Saya setuju dengan komentar dari perempuan yang akrab disapa Nana tersebut. Sebab, saya mengalaminya sendiri. Dari empat akreditasi TopSkor.id yang lolos, satu di antaranya telat sampai. Yaitu, saya sendiri yang baru selesai pada hari kedua test event, Jumat (9/2).


Baca Juga :
- Erick Thohir Bicara Kesuksesan SM Pertamina, Inter dan Asian Games 2018
- Mongolia Pun Semarakan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang

Sementara, hari pertama, harus menggunakan daily pass untuk bisa masuk ke Hall Basket di SUGBK. Namun, saya patut bersyukur, sebab tiga rekan lainnya bisa mendapatkan ID Card tepat waktu. Setidaknya, distribusi berita tetap lancar berkat dukungan INASGOC.

Yupz,  adagium lawas mengatakan, kita memang tidak bisa membahagiakan semua orang. Pun demikian dengan rekan-rekan dari INASGOC. Setidaknya, mereka sudah bekerja keras dan cerdas untuk mensukseskan test event ini. Semoga pada Asian Games 2018 bisa lebih baik lagi… Aamiin!***

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA