#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Andika Berikan Kenyamanan Atlet Pelatnas Bisbol dan Sofbol
04 March 2018 17:54 WIB
JAKARTA - atlet pelatnas sofbol dan bisbol Asian Games 2018 lebih nyaman dibandingkan atlet pelatnas dari cabang olahraga lainnya. Mereka tidak perlu khawatir dengan haknya saat mengikuti program latihan dalam rangka persiapan menuju Asian Games 2018. 

Sejak Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dibubarkan, Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa mengambil kebijakan dengan mewajibkan setiap atlet pelatnas sofbol dan bisbol menandatangani kontrak dengan gaji Rp 8 juta per bulan. 

Chief de Mission Asian Martial Art Games (AIMAG) 2017 ini mengambil kebijakan nilai gaji atlet pelatnas tersebut tidak menggunakan ketentuan Standar Biaya Masuk Lainnya (SBML) tetapi berpatokan dengan peraturan Menteri Keuangan (PMK).


Baca Juga :
- Kembali Kalahkan Anthony Ginting, Ini Komentar Jonatan Christie
- Juara Australian Open 2019, Jonatan Christie Sudah Koleksi 4 Gelar

"Kalau menggunakan SBML gaji atlet hanya Rp 4 juta/per bulan. Jadi, saya menggunakan peraturan PMK dengan nilai gaji Rp 8 juta per bulan," kata Andika Monoarfa dalam acara peluncuran kostum Timnas Baseball & Sofball di Hitel Century Park Jakarta, Sabtu (3/3/2018). 

Konsekuensi dengan gaji dan fasilitas memadai itu, kata Andika, seluruh atlet pelatnas Asian Games 2018 wajib mengikuti aturan yang diberlakukan. Salah satu contoh, atlet tidak boleh makan sembarangan dan harus mengkonsumsi makanan yang disediakan sesuai rekomendasi ahli nutrisi.  

"Asupan nutrisi itu sangat penting dalam menopang prestasi. Kalau sampai ada atlet yang ketahuan mengkonsumsi mie instan maka gajinya akan dipotong sebulan. Semua itu dilakukan demi kebaikan atlet yang latihannya cukup keras," ujarnya. 

Kebijakan Andika itu cukup beralasan. Sebab, dia yang sejak kecil menjadi atlet sofbol dan bisbol bisa merasakan beratnya menjadi atlet. 

Tidak heran jika dia telah memetik hasil dari kebijakan tersebut dimana Timnas baseball dan Sofball Indonesia menjadi yang terkuat di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, Indonesia selaku lolos pada Kejuaraan Dunia Sofball & Baseball. 
"Ibaratkan memimpin perusahaan jika karyawan diberikan gaji dan fasilitas yang cukup memadai pasti pekerjaan yang terbaik akan dihasilkan. Begitu juga dengan atlet jika diberikan gaji dan fasilitas yang bagus maka hasil yang diperoleh akan maksimal. Saat ini, Tim Baseball dan Sofball Indonesia terkuat di Asia Tenggara dan rutin lolos dari babak kualifikasi Kejuaraan Dunia," jelasnya. 

Kini, pria kelahiran Jakarta, 3 Desember 1979 dihadapkan pekerjaan berat untuk menyiapkan Tim sofbol dan bisbol yang akan diterjunkan pada Asian Games 2018.  Apalagi, pemerintah melalui Kemenpora tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan pengajuan dana pelatnas Asian Games 2018 sebesar Rp 45 miliar. 


Baca Juga :
- Laporan Gelaran Asian Games 2018 Dinilai Baik, Erick Thohir Apresiasi BPK & TP4
- Pukulan Batter Mengarah ke Ruangan Broadcast, Komentator Ini Sigap Tangkap Bola

Dengan kekuatan 17 atlet sofbol putra dan 24 atlet bisbol putri di bawah asuhan 4 pelatih asing, Kemenpora hanya memasok dana Rp 12 miliar. 

"Dana Rp 12 miliar itu jelas tidak cukup membiayai pelatnas. Apalagi, kami melibatkan 15 pelatih. Termasuk 4 pelatih asing, pelatih Strength and Conditioning dan pelatih Recovery. Makanya, saya harus siap mencari kekurangan anggarannya. Yang penting, Kemenpora mendukung dan mengakui program pelatnas Asian Gamss yang diajukan jadi kita bisa bergerak mencari sponsor," ungkapnya. *

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA