#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pertama PSG, Kini Man. United
15 Maret 2018 04:00 WIB
MOMEN kemenangan atas Manchester United (MU) akan diingat selamanya dalam sejarah Sevilla. Fase paling brilian dari tim asal Andalusia ini. Ya, Rabu 14 Maret 2018 merupakan waktu ketika Los Nervionenses—julukan Sevilla—mempermalukan MU di Stadion Old Trafford. Ketika Sevilla justru menjadi bintang di atas panggung Theatre of Dreams.

Pencapaian tersebut bukan hanya karena Sevilla memiliki sejarah di ajang Eropa seperti meraih lima gelar Liga Europa (Piala UEFA) dalam waktu 12 tahun terakhir melainkan juga permainan pasukan Vincenzo Montella dalam laga tersebut. Sevilla mengalahkan MU murni dengan permainan sepak bola yang baik, memberikan tekanan (menyerang) untuk strategi permainan aman pasukan Jose Mourinho.

Yang dilakukan Sevilla adalah bermain maksimal dan selanjutnya menantikan gol itu datang. Wissam Ben Yedder yang masuk pada menit ke-72 menjadi penentu kemenangan Sevilla, membawa tim ini ke perempat final Liga Champions. Kemenangan ini juga menjadi berharga, kemenangan La Liga atas Liga Primer.


Baca Juga :
- Trofi Terakhir untuk Wenger
- Jangan Bikin Valverde Marah Lagi

Ya, Ever Banega dan kawan-kawan telah memberikan pelajaran kepada MU di Old Trafford. Pelajaran lainnya, kembali soal sukses tidak hanya melalui jalan yang mewah. Kegagalan Paris Saint Germain (PSG) adalah contoh pertama. Kini, MU menjadi contoh kedua. Dalam dua musim terakhir ini sejak di bawah kepelatihan Mourinho, MU total telah mengeluarkan uang sebesar 349,4 juta euro untuk memuaskan keinginan pelatih asal Portugal tersebut.

Dengan jumlah tersebut, Mourinho hanya membawa timnya meraih satu gelar Liga Europa, satu trofi Piala Liga, dan dua gelar Community Shield. Mourinho yang membawa Paul Pogba ke MU dengan nilai transfer 105 juta euro. Selanjutnya ada Henrik Mkhitaryan (kini Arsenal) dengan 42 juta euro. Eric Bailly 38 juta, Romelu Lukaku 84,7 juta. Nemanja Matic dengan 44,7 juta dan Victor Lindelof yang nilainya 35 juta. Meski demikian, deretan angka-angka tersebut sepertinya kini tidak cukup bagi Mourinho.

Bukan hanya MU yang menginvestasikan uang dalam bentuk belanja pemain dengan nilai selangit. Banyak yang melakukannya. Namun, tidak sedikit klub yang di luar dari kelompok “klub kaya”. Sevilla salah satunya. Liverpool dan Manchester City masuk dalam kelompok yang royal dalam mendatangkan pemain. Untuk membangun pertahanan, The Reds mendatangkan Virgil Van Dijk dengan nilai 80 juta. Di City, Josep Guardiola memilih Aymeric Laporte yang didatangkan dari Athletic Bilbao dengan nilai 65 juta euro.

Sevilla tidak memiliki bek dengan berbanderol termahal tersebut. Meski demikian, Sevilla memiliki bek tangguh dan masih muda pula: Clement Lenglet. Sevilla membelinya dari klub Ligue 1, Nancy pada Januari 2017 lalu. Klausulnya kini hanya 30 juta euro. Namun, bek 22 tahun tersebut justru mampu mematikan raksasa MU di lini depan, Romelu Lukaku. Lenglet dalam laga lawan MU memperlihatkan dia memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Van Dijk dan Laporte.


Baca Juga :
- Pahlawan Tak Dikenal
- MU Harus Memilih Pogba atau Mou

Kemenangan ini juga menaikkan kembali nama Montella. Pelatih asal Italia ini datang ke Sevilla dengan status pemecatan dari AC Milan. Montella memiliki peluang membawa timnya melangkah lebih jauh bahkan membuat kejutan. Sebaliknya, bagi Mourinho: Game Over. MU untuk kali kedua di bawah asuhan Mou gagal meraih trofi utama. Musim ini, Liga Primer sudah dalam genggaman City. Yang tersisa hanya Piala FA untuk timnya.

Kegagalan ini praktis akan semakin membuat kualitasnya sebagai pelatih menurun. Bandingkan dengan Zinedine Zidane contohnya. Bersama pelatih asal Prancis ini, Madrid hanya mengeluarkan 70,5 juta euro. Namun, dengan nilai tersebut, Zidane membawa Los Merengues meraih berbagai gelar, tiga di antaranya gelar utama: dua Liga Champions dan satu gelar La Liga.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA