#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Magis Anfield Bisa Jadi Senjata Liverpool
19 Maret 2018 04:00 WIB
UNDIAN perempat final Liga Champions sudah digelar di Nyon, Swiss, Jumat (16/3) pekan lalu. FC Barcelona akan ditantang AS Roma, Sevilla FC jumpa FC Bayern Muenchen, final musim lalu terulang saat Juventus FC bertemu juara bertahan Real Madrid CF, dan terakhir Liverpool FC menghadapi sesama klub Liga Primer, Manchester Ciy FC.
    
Publik Inggris dan pencinta Liga Primer di seluruh dunia mungkin kecewa mengetahui dua wakil yang tersisa di Liga Champions sudah harus bertemu di delapan besar. Bagi publik Inggris, inilah kali pertama mereka menyaksikan dua klub Liga Primer harus “saling bunuh” di perempat final kompetisi antarklub tertinggi di Eropa itu dalam tujuh tahun terakhir. 

Pada 2010/11, Manchester United FC (MU) menyingkirkan Chelsea FC dengan agregat 3-1. MU mampu melaju hingga ke final namun menyerah dari Barcelona, 1-3. 

Musim ini, kekuatan Liverpool melawan City bisa dibilang tidak jauh berbeda. City memang masih di puncak klasemen dengan 81 poin (sebelum laga lawan Brighton-Hove Albion, malam tadi). Sedangkan, Liverpool ada di posisi ketiga (karena pertandingan peringkat keempat, Tottenham Hotspur, vs Newcastle United ditunda) dengan terpaut 18 poin. 
Liverpool maupun City masing-masing juga memiliki penyerang yang masuk tiga besar daftar top scorer Liga Primer. Penyerang Liverpool Mohamed Salah kini memuncaki daftar dengan 28 gol yang empat di antaranya dibuat saat The Reds menghantam Watford FC, 5-0, Sabtu (17/3) malam lalu. Adapun striker City Sergio Aguero di peringkat ketiga dengan 21 gol. 


Baca Juga :
- Juara Piala Asia? Mengapa Tidak
- Giroud dan Morata, Dua Sisi Mata Uang Chelsea

Namun, ada satu faktor yang mungkin menjadi kekhawatiran tersendiri bagi City, statistik buruk mereka di Stadion Anfield, kandang Liverpool. Sesuai hasil undian, Liverpool akan menjadi tuan rumah pada leg pertama, 4 April mendatang. Yang menjadi masalah bagi City, mereka tidak pernah menang dalam 15 tahun terakhir di Anfield!
City kali terakhir menang atas Liverpool di Anfield pada 3 Mei 2003. Pada pekan ke-37 Liga Primer tersebut, mereka menang 2-1 berkat dua gol yang diborong Nicolas Anelka setelah Liverpool unggul lebih dulu lewat Milan Baros. 

Setelah itu, dalam 17 pertemuan berikutnya di Anfield, City tidak pernah menang atas Liverpool. Itu artinya, City hanya sekali menang atas Liverpool dalam 30 kunjungan terakhir ke Anfield! Terakhir City takluk di Anfield terjadi pada 14 Januari lalu (3-4) yang sekaligus menjadikan Liverpool tim pertama yang mengalahkan The Citizens di Liga Primer musim ini. 

Musim ini, Liverpool juga tidak pernah kalah saat turun di kandang ajang Liga Champions. Mereka rata-rata mencetak 3,2 gol per laga (total gol 16) dari lima pertandingan dan hanya kemasukan 0,8 di setiap pertandingan (kebobolan empat). 

Meskipun demikian, Liverpool juga harus mewaspadai rekor tandang mereka atas City. Pada pertemuan pertama Liga Primer musim ini, 9 September tahun lalu, City membantai mereka 5-0. Tetapi, kali terakhir Liverpool menang di kandang City tidak selama dibanding lawan mereka menang di Anfield. Sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada 21 November 2015 (Liga Primer 2015/16), Liverpool membantai City, 4-1, di Stadion Etihad. Sebelumnya, di semifinal pertama Piala Liga 2011/12, Liverpool berhasil menekuk City, 1-0. 

Aroma dan persaingan di Liga Primer dan kompetisi domestik Inggris tentu berbeda dengan ajang Eropa. Namun, reputasi Liverpool sebagai lima kali kampiun Liga Champions (1976/77, 1977/78, 1980/81, 1983/84, 2004/05) sedikit banyak akan memengaruhi mentalitas City yang paling jauh hanya semifinal (2015/16). 


Baca Juga :
- Mereka yang Layak dan Tak Pantas Dijagokan Juara Eropa
- Profesionalitas di Atas Segalanya

Dari Liga Europa, hasil undian perempat final cenderung memunculkan laga-laga sengit. Tidak ada pertandingan yang mempertemukan dua tim dari satu negara karena RB Leipzig (Jerman) akan melawan Olympique de Marseille (Prancis), Arsenal FC (Inggris) berjumpa CSKA Moskow (Rusia), Atletico Madrid (Spanyol) ditantang Sporting CP (Portugal), dan SS Lazio (Italia) menghadapi FC Salzburg (Austria). 

Jika mengacu nama besar dan reputasi klub di Eropa, Atletico dan Arsenal layak difavoritkan. Atletico adalah juara Liga Europa dua kali (2010, 2012) dan Arsenal runner-up 1999/2000, saat masih bernama Piala UEFA. Tetapi, jangan remehkan permainan indah Marseille atau Salzburg yang terus memperpanjang rekor tak terkalahkan di ajang Eropa menjadi 19 laga beruntun.*Irfan Sudrajat  
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA