#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
IGK Manila: Salah Besar Jika Erick Thohir Tidak Perhatikan Persija
19 Maret 2018 19:34 WIB
JAKARTA - Persija tidak diperkenankan menggunakan Stadion Utama GBK Senayan sebagai home base Liga 1 Indonesia. Pun beberapa stadion di sekitar Ibukota seperti Stadion Patriot Bekasi, Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor dan Stadion Wibawa Mukti Cikarang. 

Manajer Persija periode 1997-2007, IGK Manila, menegaskan hal itu bukan lantaran Erick Thohir, Ketua INASGOC, tidak perhatian tim Macan Kemayoran. 

"Salah besar jika Ercik Thohir dianggap tidak perhatian terhadap Persija. Erick sosok penting saat Persija meraih gelar juara pertama kalinya pada 2001. Dia mendukung keuangan Persija Jakarta, yang ketika itu belum dapat dukungan dana dari pemerintah daerah Jakarta," tegas IGK Manila, Senin (19/3/2018).


Baca Juga :
- Reaksi Kapten PSIS Atas Kekalahan dari Persija
- Preview PSIS Vs Persija, Sama-sama Punya Modal Positif

“Saat saya dipercaya menjadi manajer pertama kali tahun 1997, Erick yang mendukung semua kebutuhan finansial Persija. Dari mulai pembelian pemain, laga kandang maupun tandang, semua anggaran saya tinggal minta Erick. Pemain semahal apapun yang saya ajukan disetujui. Bahkan tak jarang Erick memberi masukan pemain yang harus dibeli. Dia mengerti mana pemain bagus, dan harga tidak jadi masalah karena untuk membentuk Persija yang tangguh," paparnya.

Manajer yang juga sukses mengantar tim nasional Indonesia meraih medali emas sepak bola di SEA Games 1991 lalu itu menambahkan, sejumlah pemain tangguh yang didatangkan Persija antara lain Luciano Leandro untuk pemain asing, serta Bambang Pamungkas untuk pemain nasional. Selain itu masih ada Ismed Sofyan, Budi Sudarsono hingga Widodo Cahyono Putro.

“Berkat dukungan finansial Erick Thohir dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang, serta memenuhi segala kebutuhan tim, Persija kemudian menjelma menjadi tim tangguh, dan akhirnya keluar sebagai juara pada tahun 2001” lanjut Manila.

Sementara itu, jika kini ada pihak yang menyatakan Erick Thohir tidak perhatian terhadap Persija, IGK Manila mengatakan adalah sebuah kesalahan besar. “Erick itu tokoh nasional, Merah Putih ada di dadanya. Sebagai ketua pelaksana Asian Games 2018, tentu dia bertanggungjawab dengan kesuksesan Asian Games,” ujarnya.

"Dia tentu tidak mau ambil risiko jika stadion yang akan digunakan untuk Asian Games 2018, dipakai untuk kepentingan klub, dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diiinginkan. Apalagi sebelumnya saat digunakan Stadion GBK sempat terjadi kerusakan. Hendaklah semua memandang demi kepentingan nasional, karena nama Indonesia di ajang Asian Games 2018 dipertaruhkan. Semua seharusnya mendukung agar Asian Gams 2018 sukses digelar," pungkasnya.

Di sisi lain, Erick Thohir menjelaskan mengenai penggunaan venue yang akan digunakan untuk Asian Games 2018, pihaknya dalam hal ini INASGOC selalu berkoordinasi dengan PSSI (selaku induk Cabang olahraga Sepak Bola) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai penggunaan lapangan sepak bola yang akan di pergunakan di Asian Games 2018.


Baca Juga :
- Disorot Presiden Jokowi, INASGOC Akan Gencar Promosi di Media
- Preview Persija Vs Borneo FC, Jangan Sampai Lengah

“Untuk sepak bola putri akan digunakan dua lapangan di Palembang. Sepak bola putra di Stadion Patriot Bekasi, Stadion Pakansari Cibinong, Stadion Wibawa Mukti Cikarang dan Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung,” terang Erick.

“Sedangkan untuk Stadion Utama GBK sesuai dengan keputusan OCA, dipakai untuk cabang atletik dan acara pembukaan serta penutupan. Kemudian untuk Persija dan Persib tentu bila ingin mengunakan lapangan pertandingan liga dipersilahkan koordinasi dengan PSSI, INASGOC dan Kementerian PUPR. Sebagai informasi semua pertandingan olahraga di Indonesia saat Asian Games tidak ada karena, Asian Games adalah event olahraga Indonesia secara menyeluruh," pungkas Erick.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA