#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Menanti Hegemoni Pichichi CR7-Messi Berakhir
20 Maret 2018 04:00 WIB
EMPAT gol yang dibuat Cristiano Ronaldo saat membantu Real Madrid CF menggasak Girona FC, 6-3, Minggu (18/3) malam, memiliki banyak arti. Kemenangan pada pekan ke-29 La Liga itu menjaga posisi Madrid tetap di tiga besar klasemen. Namun, ada hal krusial lain terkait keberhasilan Ronaldo empat kali menjebol gawang Girona yang dijaga kiper Yassine Bounou tersebut.
 
Pertama, semakin Ronaldo tajam, performa Madrid juga kian mengerikan bagi lawan-lawannya. Kedua, empat gol ke gawang Girona menghidupkan kembali kans CR7 dalam persaingan klasik perebutan gelar pichichi (pencetak gol terbanyak La Liga) dengan Lionel Messi, megabintang FC Barcelona. 

Bak predator nomor satu dalam rantai makanan, Ronaldo mengamuk di La Liga dengan mencetak 18 gol dalam 10 pertandingan antara pekan ke-20 sampai 29. Hanya mencetak empat gol di 19 laga La Liga sebelumnya, kini Ronaldo mengoleksi 22 gol atau unggul satu gol atas Luis Suarez, rekan setim Messi. 

Messi memang masih ada di puncak daftar pichichi dengan 25 gol. Namun, dalam rentang waktu Ronaldo “menggila” (pekan ke-20 – 29), Messi hanya mampu mencetak tujuh gol. 
     
Dalam satu dekade terakhir La Liga, hanya dua striker asal Uruguay, Diego Forlan dan Suarez, yang mampu mengusik hegemoni Messi dan Ronaldo dalam perburuan pichichi. Forlan merebutnya saat membela Atletico Madrid pada 2008/09 (32 gol) sedangkan Suarez bersama Barcelona di 2015/16 (40). 


Baca Juga :
- Trofi Terakhir untuk Wenger
- Jangan Bikin Valverde Marah Lagi

Di luar Forlan dan Suarez, empat gelar pichichi dikuasai Messi (2010, 2012, 2013, 2017) dan tiga lainnya milik Ronaldo (2011, 2014, 2015). Saat mengangkat trofi pichichi 2013, Messi membuat rekor sebagai pemain dengan gol terbanyak dalam semusim sepanjang sejarah La Liga, 50. Jumlah itu dua lebih banyak ketimbang rekor gol terbanyak Ronaldo dalam satu musim La Liga (dibuat pada 2015). 

Menariknya lagi, sejak Forlan menjadi pencetak gol terbanyak La Liga, sembilan tahun lalu, setiap peraih trofi pichichi pasti merebut gelar bergengsi lainnya, Sepatu Emas Eropa (European Golden Shoe). Messi dan Ronaldo sama-sama empat kali merebut gelar yang sejak 1996/97 mengacu poin hasil dari jumlah gol liga domestik dikalikan faktor peringkat kompetisi dalam koefisien UEFA (lima liga teratas, jumlah gol dikalikan angka faktor 2) tersebut. 

Bedanya, Messi tidak pernah berbagi gelar Sepatu Emas Eropa. Sedangkan Ronaldo merebutnya bersama Suarez pada 2014. Saat itu, Suarez mencetak 31 gol jalani musim terakhir bersama Liverpool FC. Lalu, Messi merebut seluruh gelar Sepatu Emas Eropa bersama satu klub, Barcelona. Ronaldo tercatat sekali meraihnya pada 2008, saat masih membela Manchester United FC. Karenanya, Ronaldo juga menjadi orang pertama yang mampu merebut empat gelar Sepatu Emas Eropa.
 
Yang kini menjadi pertanyaan, kapan persaingan perebutan pichichi antara Messi dengan Ronaldo ini berakhir? Bila Messi kini 30 tahun dan Ronaldo 33, akankah persaingan mereka masih bisa kita lihat musim depan?

Messi adalah tipe pemain tim. Gaya permainannya membuat tim lebih kolektif. Terbukti, Messi mampu membuat Suarez merebut gelar pichichi La Liga 2015/16. Saat masih di Barcelona, Neymar Junior juga menjadi penyerang sayap yang sangat produktif. 


Baca Juga :
- Pahlawan Tak Dikenal
- MU Harus Memilih Pogba atau Mou

Di sisi lain, Ronaldo selalu dibebaskan bermain di posisi mana pun oleh timnya. Namun, posisinya di lapangan membuat orang berpikir, cara CR7 membantu tim hanyalah dengan mencetak gol sebanyak mungkin. Jadi, kecuali Ronaldo pindah atau sudah tua, rasanya sangat sulit menjadikan pemain Madrid lain sebagai pichichi. 

Publik mungkin sudah mulai bosan melihat persaingan antara Messi dengan Ronaldo. Namun, jangan harap rivalitas dua pemain terbaik dunia dengan karakter berbeda ini bisa muncul kembali dalam waktu cepat.*Irfan Sudrajat     
 
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 1
Tulis Komentar +
user
Muhammad Dirman
22 Mar 2018 at 03:40 WIB
patut di tunggu sampe akhir musim...who is the best???
ARTIKEL SEBELUMNYA