#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Level Persaingan Meningkat
27 March 2018 04:05 WIB
BOGOR - Fase grup Divisi Utama Hansaplast Liga TopSkor (HLTS) U-13 2017/18 Grup Top telah berakhir pekan lalu. Dari 132 pertandingan, tercipta total 359 gol. Pahit manis pejuangan di kompetisi telah dilalui para kontestan.

Ada tim yang mampu mencapai targetnya musim ini, tapi tak sedikit yang harus gigit jari. Garuda Putra dan Cibinong Raya dipastikan terdegradasi ke Divisi Satu Liga TopSkor musim depan.

Materi pemain diakui kedua pelatih menjadi kendala. Sudah begitu, musim ini merupakan masa transisi karena mayoritas pemain mereka belum terbiasa dengan sistem kompetisi 11 lawan 11 di lapangan besar.


Baca Juga :
- Skrining Play-off Liga TopSkor U-12 Rampung
- TopSkor Indonesia Menang Selusin Gol

Matador Mekarsari juga untuk kali pertama dalam dua musim terakhir, gagal lolos ke putaran selanjutnya. Matador harus puas bertengger di peringkat keenam klasemen akhir. Pada 2016, Matador berhasil lolos hingga partai puncak. Sementara musim lalu harus tersingkir di semifinal setelah takluk dari Remaja Masa Depan.

Pelatih Matador Indra Lesmana alias Aba menilai persaingan yang merata dan kualitas lawan diakuinya sebagai faktor utama timnya gagal ke delapan besar. Sebab, di saat lawan-lawan sudah siap untuk mengarungi kompetisi panjang, Matador masih perlu waktu beberapa pekan untuk menemukan bentuk permainan terbaik.
 
“Kami memang selalu memprioritaskan siswa asli Matador untuk merasakan kompetisi Liga TopSkor. Dua musim sebelumnya, jumlah siswa kami sangat mencukupi. Tapi untuk musim ini jumlah siswa kelahiran 2004 tidak sebanyak musim-musim sebelumnya. Sehingga untuk membentuk tim yang solid, kami butuh banyak waktu persiapan,” kata Aba.

Sementara Siaga Pratama menjadi salah satu yang mengejutkan musim ini. Tampil dengan mayoritas pemain kelahiran 2005 (12 tahun), Kusnadi sebagai pelatih mampu meracik tim dengan mental bertanding yang tangguh.

Saat kalah, mereka tak saling menyalahkan satu sama lain. Ketika menang, euforia dirasakan bersama-sama. Sikap fair play juga ditanamkan betul di tim asal Cibinong tersebut. ”Kuncinya kebersamaan,” ujar Kusnadi.*


Baca Juga :
- Jajal PaSS Parung, TopSkor Indonesia Coba Mengeksplorasi Peran Lini Kedua
- Variasi Formasi TopSkor Indonesia

Sementara Tunas Merah Putih (TMP) gagal mencapai target bertengger di lima besar musim ini. Sang pelatih Yunus Muchtar seperti sudah kehilangan cara untuk mendongkrak motivasi para pemainnya. Terutama memasuki akhir-akhir putaran kedua.

“Anak-anak sudah tidak fokus lagi dalam bertanding. Ya, jadi seperti formalitas saja di sisa kompetisi musim ini. Tapi untungnya kami tetap menghuni papan tengah, bukan papan bawah,” kata Yunus.*Furqon Al Fauzi  

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA