#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Eksklusif - Bepe Lebih Cocok Jadi Pelawak
29 Maret 2018 05:50 WIB
JAKARTA – Pepatah bijak berkata, “Di balik kesuksesan seorang suami, ada istri yang hebat.” Itu berlaku pula bagi penyerang Persija Bambang Pamungkas. Meski sudah menjadi idola sejak masih belia, 19 tahun, kesuksesan karier pemilik nomor punggung 20 ini tak lepas dari peran sang istri, Tribuana Tungga Dewi.

“Saya mungkin adalah pengkritik tertajam buat karier Bambang,” kata Dewi, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan TopSkor. Ada banyak kisah senang, sedih, unik, juga menarik yang dialami Dewi sebagai istri dari bintang Persija dan timnas Indonesia. Berikut kisah lengkapnya. 

Bertahun-tahun menjadi istri pemain sepak bola nasional, apa momen paling mengesankan?
Nonton Piala AFF 2010, Indonesia lawan Malaysia. Harus manjat pagar saat terjadi antrean panjang dan dorong-mendorong di antrean pintu masuk lingkar luar GBK. Kenapa harus manjat pagar? Karena saya ada di baris paling depan, kalo tidak manjat pagar maka saya akan terhimpit.


Baca Juga :
- Lawan Persija, Kalteng Putra Janji Main Agresif
- Hasil Undian Perempat Final Piala Presiden 2019

Saat itu saya bersama sahabat saya yang orang Malaysia. Dia kaget saat saya mengajak manjat pagar, karena pada saat itu saya perempuan sendiri, sedang kami berempat. Setelah memanjat pagar dia pun ketawa terbahak-bahak dan berkata, "Dewi, macam inikah di Indonesia keluarga pemain mau nonton bola. Kamu kan istri pemain. Di Malaysia tidak mungkin ini terjadi."

Saya pun hanya busa ikut tertawa terbahak-bahak. Karena di Malaysia dia tahu jika istri-istri pemain selalu mendapatkan undangan, dan dapat masuk, serta duduk nyaman di VIP. Sambil tertawa saya berkata, "Nanti jangan terkejut kalo duduknya bukan seperti kita nonton bola di Malaysia ya, karena harus bergabung bersama suporter."

Dan dia pun menyiapkan mentalnya karena saat itu jujur dia ketakutan. Sebagai orang Malaysia dan dengan logat bahasa Melayu yang kental, dia tidak berani ngomong keras-keras, khawatir diketahui suporter tuan rumah. Kejadian lucu banyak sekali pada saat itu.

Bagaimana dengan momen sebaliknya?
Tahun 2013 saat Bambang harus berhenti bermain sepak bola karena berselisih paham dengan klub & federasi, di mana menurut saya saat itu dia hanya bersikap profesional sebagaimana mestinya. Jujur saat itu menurut saya Bambang juga sangat terpukul, melihat teman-temannya bertanding, sedang dia hanya dapat melihat dari layar kaca. Saya ikut sedih.

Masih ingat masa-masa awal merajut kasih dengan Bepe? 
Saya kenal Bambang di rumah teman saya, dalam sebuah acara kampanye Gubernur DKI. Salah satu teman saya menyampaikan kalo ada yang minta nomor telepon saya, namanya Bambang Pamungkas. Lalu saya menjawab, "Hah peramal itu? Gak mau ah serem." Lalu teman saya bilang, “Bukan!” Dia pesepak bola, dan akhirnya saya memberikan nomer telepon saya.

Awal komunikasi saya sempat ketawa-ketawa sendiri, kenapa ini orang kental sekali logat Jawanya. Dari situ kami sering komunikasi, bertemu, dan akhirnya memutuskan untuk berpacaran.

Bepe salah satu legenda timnas dan akan menjadi legenda Persija. Bagaimana perasaan Anda sebagai istrinya?

Buat saya apalagi buat Bambang, predikat legenda itu sangat tidak penting. Bahkan dia sendiri tidak pernah merasa nyaman dengan predikat tersebut.

Saya bangga bukan karena dia A, B, C, atau apapun predikat yang orang sebutkan. Saya bangga lebih karena Bambang pesepak bola yang konsisten dalam berkarier, selalu berpikir positif, dan bisa menjadi panutan pesepak bola muda, karena kepribadian dan karakter yang dia miliki tidak lebih dari itu.

Sepak bola Indonesia tidak selamanya stabil dan ideal. Ada cerita gaji ditunggak, kompetisi dibekukan, dan semacamnya. Sebagai istri pemain sepak bola, bagaimana Anda menyikapinya situasi kala itu?
Jujur saat itu kami pun sering berbeda pendapat. Ada beberapa keputusan Bambang yang menurut saya terlalu keras, berani, dan beresiko. Tapi itulah Bambang. Jika sudah meyakini sesuatu, maka dia akan melakukan apapun untuk memperjuangkannya, walaupun harus mengorbankan kariernya.

Saya hanya bisa mendukung dan berusaha mengerti dengan semua keputusan yang Bambang ambil. Sebagi istri saya selalu berusaha ada di belakang suami dalam situasi apapun.

Bagaimana cara memotivasi suami saat mengalami kebuntuan....
Saya mungkin adalah pengkritik tertajam buat karier Bambang. Tetapi saat penampilan Bambang lagi tidak baik, saya tidak pernah ikut mencampuri, karena saya tau dia bisa melakukan yang terbaik buat dirinya.

Kami itu adalah pasangan yang sering sekali bercanda. Kalo memang saya lihat dia perlu dimotivasi biasanya saya memotivasi dengan guyonan. Seperti "Tiang sepuh ayo jangan mau kalah sama yang muda-muda, tapi jangan maksa juga nanti malah keliatan tuanya." Kurang lebih seperti itu (tertawa).

Sebagai istri pesepak bola aktif, apa yang belum Anda dapatkan?
Saya tidak merasa harus mendapatkan apa-apa. Sebagai istri pesepak bola tugas saya hanya mendampingi tidak lebih.

Banyak fans suami Anda dari kalangan perempuan, pernah cemburu?
Sebagai manusia normal ya tentu pernahlah (tertawa).

Apa yang belum diketahui tentang Bepe?
Menurut saya Bambang Pamungkas lebih cocok menjadi pelawak dari pada pesepak bola (tertawa).


Baca Juga :
- Penyebab PSS Kalah dari Persija
- Hasil Piala AFC 2019, Dua Wakil Indonesia Menyita Perhatian

Setelah suami Anda pensiun, apa yang ingin dilakukan bersama suami?
Melakukan pekerjaan yang bisa kami lakukan bersama-sama, dan inginnya sih tidak bersentuhan lagi dengan dunia sepak bola, buat saya sudah cukup. Kami ingin menjalani hidup yang baru.

Omong-omong siapa pemain sepak bola favorit Anda?
Klub favorit saya Juventus, karena idola saya Pavel Nedved. Saya sering bertaruh dengan Bambang kalo Juventus bertemu Inter Milan.*

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA