#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tim yang Tak Butuh Gelandang Bertahan
05 April 2018 04:00 WIB
ARSENAL untuk kesekian kalinya berhasil melewati krisis. Ditandai dengan pencapaian mereka yang meraih kemenangan dalam empat laga terakhir. Empat kemenangan tersebut adalah mengalahkan AC Milan dua kali di ajang Liga Europa dan menekuk Watford serta Stoke City di Liga Primer. Hasil positif ini memperbaiki rapor buruk dalam empat laga sebelumnya ketika Mesut Oezil dan kawan-kawan takluk dari Oestersunds, Manchester City (dua kali), dan Brighton. Jelas, ini menjadi modal berharga bagi mereka jelang menjamu klub asal Rusia, CSKA Moscow, pada laga pertama perempat final Liga Europa, Kamis (5/4) atau Jumat dini hari WIB.

Deretan kekalahan tersebut ibarat badai yang mengguncang posisi Arsene Wenger di kursi kepelatihan The Gunners. Kini, Wenger berpeluang melanjutkan tren positif dengan mengalahkan CSKA. Sepanjang musim ini, Arsenal tidak pernah meraih lima kemenangan beruntun di semua ajang. Karena itu, ini peluang bagi Tim Meriam London untuk mencatat rapor tersebut. Apalagi, Liga Europa merupakan ajang penting bagi Arsenal, setidaknya melihat kondisi mereka di Liga Primer.

Peluang Arsenal meraih tiket Liga Champions (posisi empat besar klasemen Liga Primer) memang semakin sulit. Mereka kini terpaut 13 poin dari empat besar dengan hanya tersisa tujuh laga Liga Primer. Meski demikian, Wenger bisa meraihnya dari jalur Liga Europa yaitu dengan menjuarai ajang ini. Langkah pertama mengalahkan CSKA dengan menorehkan banyak gol tentunya yang membuat mereka tidak memiliki beban yang besar menghadapi laga kedua di Rusia. Ya, lawan CSKA, bakal terlihat apakah Arsenal benar-benar sudah melewati krisis.


Baca Juga :
- Jalan Terjal Liverpool
- Kekuatan Barca Bakal Lebih Dahsyat

Dengan pencapaian belakangan ini, peluang The Gunners meraih kemenangan sangat terbuka. Arsenal mampu menorehkan sembilan gol dalam tiga laga terakhir. Namun, ada satu masalah yaitu dukungan dari suporter. Jumlah penonton yang datang langsung ke Stadion Emirates belakangan justru menurun. Semua itu sebenarnya wajar saja setelah deretan hasil buruk sebelumnya. Fan Arsenal pun terkesan tidak tertarik lagi datang ke Stadion Emirates. Meski demikian, Wenger menilai bahwa faktor itu tidak akan memengaruhi penampilan pasukannya dalam pertandingan nanti.

Suara suporter terkait hasil pertandingan memang tidak memengaruhi sikap Wenger. Pria 68 tahun ini juga tidak mengubah pendiriannya meski ada suara atau keinginan agar Arsenal mendatangkan pemain yang posisinya sebagai gelandang bertahan. Dalam kamus Wenger, sepertinya tidak ada tempat untuk gelandang bertahan. Jika melihat starter di lini tengah dalam pola 4-2-3-1, pemain seperti Granit Xhaka atau Aaron Ramsey bukanlah pemain bertahan murni. Wenger lebih memproyeksikan kedua pemain ini untuk merebut bola dan kemudian mendistribusikannya ke depan.

Tanda-tanda Wenger tidak butuh gelandang bertahan sebenarnya sudah dapat dilihat ketika dia melepas Francis Coquelin. Pemain yang saat ini membela Valencia merupakan tipikal gelandang bertahan murni. Tanda lainnya adalah peran dua bek tengah yang memiliki peluang untuk maju ke depan. Wenger menginginkan dua bek tengahnya untuk berimprovisasi membantu serangan bukan hanya sekadar bertahan. Peran ini terlihat dari sosok Shkodran Mustafi dan Calum Chambers.

Intinya, jika para barisan bek tengahnya mampu menutupi tugas gelandang bertahan, boleh jadi dia menilai tidak perlu mendatangkan gelandang bertahan murni. Posisi di tengah akan lebih baik diberikan kepada gelandang yang memiliki naluri menyerang seperti Xhaka dan Ramsey. Karena itu, sejak Patrick Vieira, Arsenal tidak lagi memiliki gelandang dengan tipikal dan karakter pemain asal Prancis tersebut. Boleh jadi, ini filosofi Wenger yang tidak bisa ditawar. Dan, boleh jadi pula ini kelemahan Arsenal yang menjadi faktor mereka sulit untuk meraih gelar.


Baca Juga :
- Conte Mampu Membuat Pemain Bangkit
- Kini Banyak yang Meragukan Solskjaer

Yang pasti, Arsenal harus meraih hasil bagus di sisa musim ini. Dengan demikian, itu bakal menarik kembali minat fan untuk memberikan dukungan langsung di Emirates dan mengakhiri isu kebutuhan akan gelandang bertahan. Masalah lainnya, yang dikhawatirkan Wenger justru hubungan antara Inggris dan Rusia. Seperti diketahui, ada ketegangan politik di antara kedua negara ini yang kemudian merembet ke ranah sepak bola. Bukan tidak mungkin ini akan terbawa dalam atmosfer laga nanti, baik fan CSKA yang datang ke London atau pada laga kedua saat suporter Arsenal ke Moskow.*Irfan Sudrajat


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA