#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
HUT PSSI Ke-88 dan Anniversary Cup
20 April 2018 04:21 WIB
Berbeda dengan perayaan HUT PSSI ke-87 yang berlangsung dalam suasana sederhana di kantor PSSI, Rasuna Said, Kuningan, Rabu (19/4/2017). Perayaan HUT PSSI ke-88 dirayakan dengan acara Anniversary Cup.

Belum lagi Anniversary Cup digelar, Malaysia yang sedianya menjadi peserta, pada akhirnya mundur karena persoalan jadwal yang berbenturan dengan jadwal Liga Malaysia. Bahkan, sebelum mundur, pihak Malaysia pun sempat menawar kepada PSSI, bisakah jadwal Anniversary Cup diubah. 

Pasalnya, Malaysia tidak mungkin memaksakan memanggil pemainnya yang sedang terikat jadwal kompetisi. Sementara, turnamen Anniversary Cup bukanlah turnamen resmi yang diakui FIFA. Sehingga klub berhak melarang pemainnya membela timnas.


Baca Juga :
- A Cup of Hope
- Piala Dunia dan Sepak Bola Indonesia

Blunder PSSI?
Untuk timnas Indonesia sendiri, HUT PSSI kali ini yang harus memutar Anniversary Cup, terkesan memaksakan kehendak. Di tengah situasi semua klub sedang dalam putaran kompetisi, namun timnas U-23 yang dipersiapkan ke Asian Games juga harus berlaga dalam Anniversary Cup. PSSI yang memang butuh timnas U-23 siap tempur dan berprestasi di Asian Games membuat blunder sendiri, dengan mengorbankan kepentingan klub.

Saat perayaan HUT PSSI ke-87, PSSI bersikap cerdas. Saat itu, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dan Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menggelar acara syukuran bersama puluhan anak yatim dari Yayasan Al Muawwanah, Depok, Jawa Barat. Edy mengaku perayaan HUT PSSI ke-87 digelar tidak semeriah biasanya karena konsentrasi yang terbagi karena sedang berlangsungnya Pilkada DKI Jakarta yang membutuhkan pengamanan dan juga kick-off Liga 2 yang mempertemukan PSS Sleman dengan PSCS Cilacap di Stadion Maguwoharjo. 

Kini, di usia PSSI yang ke-88 tahun, Edy sedang cuti dari PSSI. Namun, di tangan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, HUT PSSI diperingati dengan mengadakan Anniversary Cup. Publik sepak bola nasional tahu bahwa di tahun ini, sedang penuh dengan berbagai konsentrasi. Mulai dari kegiatan sepak bola tingkat internasional yaitu berlaganya semua level timnas mulai dari U-16, U-19, dan U-23. Kemudian, Indonesia juga tuan rumah Piala Asia, Piala AFF, dan yang paling dekat adalah menjadi penyelenggara Asian Games. PSSI juga disibukkan dengan tanggungjawabnya memutar kompetisi.

Liga 1 sempat terkendala akibat soal utang PT Liga Indonesia Baru (LIB) di musim kompetisi sebelumnya. Bahkan, saat PT LIB seperti bermain sulap karena tiba-tiba dapat melunasi utang. Liga 1 pun dipastikan diputar hanya berselang satu hari sebelum kick-off, meski satu sponsor utama mundur.

Belum lagi persiapan Liga 2 yang juga molor dari jadwal. PSSI, juga tetap memaksakan hadirnya putaran turnamen Piala Indonesia. Persoalan sepak bola nasional juga terus bergulir. Liga 1 yang sudah berputar, hanya dalam empat pekan pertama, Komite Disiplin PSSI telah dua kali mengadakan sidang, yaitu tanggal 3 dan 11 April 2018. 

Menpora Imam Nahrowi pun bereaksi tajam. Menpora  meminta PSSI untuk dapat mengatasi kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang dengan tegas. "PSSI itu urusin, masa gitu saja tidak bisa. Tindak tegas dong," ujar Imam Nahrawi pada 13 April lalu.

Kembali menyoal Anniversary Cup 2018. Turnamen bakal digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, 27 April - 3 Mei mendatang, dan diikuti oleh Bahrain, Uzbekistan, Korea Utara dan Indonesia selaku tuan rumah.

Tujuannya memang baik yaitu mengukur persiapan timnas U-23 untuk berlaga pada Asian Games. Namun, imbas dari penyelenggaraan Anniversary Cup juga harus dipikirkan. Bagaimana dengan kepentingan klub Liga 1 yang pemainnya sangat dibutuhkan untuk membela kepentingan klub. Lebih dari itu, Anniversary Cup yang tidak menjadi turnamen resmi FIFA, akan berbahaya bagi pemain timnas yang rentan cedera.

Faktanya lainnya, timnas U-23 dipastikan tanpa striker Almere City, Ezra Walian, yang tidak mendapatkan izin dari klub untuk bisa bergabung dengan timnas. Meski akhirnya kini Luis Milla sudah memanggil 24 nama pemain yang bakal mengikuti pemusatan latihan sampai ke PSSI Anniversary Cup 2018. Mereka harus berkumpul di Jakarta sejak Senin (23/4).

Ternyata Persija Jakarta meminta kepada PSSI untuk bisa mengerti kepentingan klub yang juga membawa nama Indonesia. Dua pilar Persija, Rezaldi Hehanussa dan Andritany diharapkan dapat membela Persija yang harus menang pada laga terakhir Grup H Piala AFC melawan Tampines Rovers untuk bisa lolos ke fase gugur pada Selasa (24/4). 

Bila Persija menolak dua pemainnya bergabung dengan timnas U-23, maka sikap Persija sama dengan sikap Malaysia dan Almere City. Namun, alasan Persija lebih bersifat patriotisme karena sedang berjuang di kejuaraan klub Asia untuk nama Indonesia.

Jangan Memaksa
Andai Edy sedang tidak cuti dan meninggalkan panggung sepak bola nasional, saya yakin, PSSI tidak akan memaksakan kehendak dengan menggelontorkan semua program yang jelas berbenturan satu sama lain.

Semoga di usia yang ke-88 tahun, semua yang kini mengendalikan organisasi bernama PSSI menjadi semakin bijak membuat program kegiatan. Tegas menangani semua persoalan yang melilit persepakbolaan nasional. Kembalikan sepak bola nasional ke kitahnya, yang penuh nilai-nilai sportivitas, bukan ditunggangi politik kepentingan.
 
Bagi timnas U-23, manfaatkan betul kesempatan turnamen Anniversary Cup ini demi mengukur kemampuan timnas yang digadang-gadang mendulang prestasi dalam Asian Games 2018. Persija tidak dirugikan karena juga mengemban nama baik bangsa di level Asia. Selamat HUT ke-88 PSSI, sukses perayaannya dengan Anniversary Cup. Amin.*

 


Baca Juga :
- Game Changer
- Sepak Bola Nasional: Antara Refleksi dan Eskploitasi

Drs.Supartono, M.Pd.
Pengamat Sepakbola Nasional


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA