#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Jangan Bikin Valverde Marah Lagi
20 April 2018 04:00 WIB
BANYAK yang mengatakan, sangat sulit melihat Ernesto Valverde kecewa atau bahkan marah di pinggir lapangan saat mendampingi timnya bermain. Pelatih asal Extremadura itu selalu menunjukkan raut mimik yang membuat publik yakin semua sudah beres. Ia selama ini dikenal memilih cara moderat, melakukan komunikasi dengan pemain, bila ada masalah. 

Namun, semua kesan itu lenyap pada 10 April lalu di Stadion Olimpico, kandang AS Roma. Pelatih FC Barcelona itu tampak sangat marah saat turun minum, ketika timnya tertinggal 0-1 di leg kedua perempat final Liga Champions. 
Menurutnya, saat itu para pemain Barca cukup beruntung hanya tertinggal 0-1. Valverde menyebut, di lapangan ia melihat satu tim yang begitu semangat untuk menang (Roma) dan lainnya (Barca) tidak. 
 
Kala itu ia juga kecewa karena Lionel Messi dan kawan-kawan seolah sudah merasa aman karena kalah 0-1 pun masih bisa melaju ke semifinal (karena pada leg pertama di Camp Nou menang 4-1). Roma saat itu mampu membuat Barca tidak bisa mengembangkan permainan. Para pemain Barca juga tidak mampu melakukan gebrakan karena tak bisa membaca situasi pertandingan. Semua tahu, di babak kedua Roma berhasil menambah dua gol untuk memastikan tiket ke semifinal Liga Champions. 

Kemarahan Valverde saat turun minum tersebut rupanya tidak juga mengubah situasi. Barca tetap bermain negatif karena para pemain mereka tidak menjalankan instruksi dari pelatih 54 tahun tersebut. 
Tersingkir dari Liga Champions membuat target Barca untuk merebut treble (juara di tiga kompetisi utama: liga dan piala utama domestik serta Liga Champions) musim ini, pupus. Namun begitu, Los Azulgrana masih berpeluang membuat double di 2017/18. 


Baca Juga :
- Jalan Terjal Liverpool
- Kekuatan Barca Bakal Lebih Dahsyat

Sampai menjelang lima pertandingan terakhir, Barca unggul 12 poin atas rival terdekat, Atletico Madrid, yang baru memainkan laga pekan ke-33 melawan Real Sociedad, dini hari tadi. Banyak yang yakin, Barca tidak akan kesulitan merebut gelar La Liga ke-25, musim ini. Dari lima calon lawan terakhir, bisa dibilang hanya Villarreal CF (pekan ke-34) dan Real Madrid (36) yang menjadi lawan terberat. 

Barca memang tidak seperti Paris Saint Germain (PSG) di Ligue 1, FC Bayern Muenchen di Bundesliga, atau Manchester City FC di Liga Primer, yang masing-masing sudah memastikan gelar liga domestik di negaranya (Prancis, Jerman, dan Inggris). Namun, akhir pekan ini, Sabtu (21/4) malam, Los Azulgrana justru bisa membuat double dengan merebut trofi kasta kedua terlebih dulu, Piala Raja (Copa del Rey). 

Barcelona sudah 29 kali mengangkat Piala Raja (terbanyak di Spanyol). Bahkan, tiga musim terakhir mereka buat secara beruntun. Tetapi bagi Valverde, trofi gelaran Piala Raja ke-116 ini akan sangat berarti. Piala Raja akan menjadi gelar pertamanya setelah hampir 11 bulan menangani Barcelona.  
   
Valverde pernah memenangi Piala Raja saat menjadi pemain pada 1989/90 bersama Barcelona. Ia kini memburu Piala Raja pertama sebagai pelatih karena saat menangani Athletic Bilbao, Valverde hanya menjadi runner-up pada 2014/15 (dikalahkan Barcelona di final). 

Kendati begitu, lawan yang akan dihadapi Barca di final, Sabtu besok, bukan tim sembarangan, Sevilla FC. Seperti Valverde, pelatih Vincenzo Montella juga sedang memburu trofi pertama di klub yang baru ditanganinya sejak Desember lalu tersebut. 

Sevilla kini memang hanya peringkat ketujuh di La Liga. Tetapi, keberhasilan memaksa Muenchen lolos ke semifinal Liga Champions dengan susah payah – hanya unggul agregat 2-1 dari dua laga – sudah membuktikan seperti apa kekuatan Sevilla. 


Baca Juga :
- Conte Mampu Membuat Pemain Bangkit
- Kini Banyak yang Meragukan Solskjaer

Setelah gagal di Liga Champions dan sulit merangsek ke papan atas La Liga, bahkan untuk zona Liga Europa sekalipun, tidak ada target lain bagi Sevilla musim ini kecuali merebut Piala Raja. Winger Pablo Sarabia pun sudah menegaskan timnya tidak pernah takut menghadapi Barcelona. 

Di sisi lain, Barca pun seolah menunjukkan permainan di bawah standar seusai dikalahkan Roma. Di La Liga, mereka memang mampu menang 2-1 atas Valencia CF dan ditahan Celta Vigo, 2-2. Tetapi, permainan Barca terlihat tidak lagi superior. Entah apa yang terjadi di ruang ganti Barca. Yang jelas, di final Piala Raja besok, Valverde sudah pasti tidak ingin lagi marah-marah karena menyaksikan timnya tidak memiliki motivasi bertanding.*Tri Cahyo Nugroho       
     

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA