#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Akhir Sebuah Era Keemasan
26 April 2018 04:00 WIB
ADA yang menarik dari salah satu partai semifinal Liga Europa antara Arsenal FC melawan Atletico Madrid yang leg pertamanya akan digelar di Stadion Emirates, Kamis (26/4) malam atau Jumat dini hari WIB. Dari kubu tuan rumah, Arsenal, Liga Europa menjadi trofi terakhir yang paling mungkin dipersembahkan pelatih Arsene Wenger sebelum pergi pada akhir musim nanti. 

Wenger, 68 tahun, pelatih The Gunners selama lebih dari dua dekade (mulai aktif 1 Oktober 1996), tentu berharap mampu memberikan trofi kompetisi Eropa pertama sekaligus terakhir selama dirinya di Emirates. Kepergian Wenger sedikit banyak meninggalkan tanda tanya bagi sebagian pencinta Arsenal. 

Pria asal Prancis itu merupakan salah satu pelatih terbaik Arsenal. Wenger termasuk salah satu pemoles bakat pesepak bola muda serta peletak dasar-dasar karakter sepak bola menyerang Arsenal seperti saat ini. Sekitar 37 persen (17) dari total trofi Arsenal (46) direbut di era Wenger juga membuktikan seperti apa kapasitasnya. 


Baca Juga :
- The Next Chapter Tanpa Wenger
- Inggris Butuh Kapten seperti Moore

Meskipun tidak sedikit yang berharap Wenger pergi, pendukung Arsenal bukan tidak khawatir apa yang dialami seteru mereka di Liga Primer, Manchester United FC, terjadi pada The Gunners. Sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson pada 2013 setelah 27 tahun melatih, MU seperti kehilangan arah. Pembelian pemain yang tidak cepat ditambah strategi yang tidak jelas membuat Setan Merah kini tak lagi menakutkan.     
 
Ancaman berakhirnya sebuah era keemasan juga dirasakan Atletico. Bukan karena pelatih Diego Simeone yang ingin pergi tetapi karena kian menuanya sejumlah pilar dan niat pergi beberapa bintang yang merasa stagnan di Atletico.   
 
Meskipun dirintis sejak 1996, saat menjuarai La Liga dan Piala Raja, tidak ada yang menyangkal bila era keemasan Atletico dimulai pada Desember 2011, ketika Simeone ditunjuk sebagai pelatih. Awal kehebatan Atletico di bawah Simeone adalah trofi Liga Europa 2011/12. Berikutnya, Atletico merebut Piala Raja 2012/13, La Liga 2013/14, serta runner-up Liga Champions 2013/14 dan 2015/16. Total, Simeone membawa Atletico merebut lima trofi, termasuk Piala Super Eropa 2012 dan Piala Super Spanyol 2014.
 
Semua trofi di era Simeone tersebut tidak lepas dari peran sejumlah pilar seperti gelandang sekaligus kapten Gabi (datang pada 2011/12), bek kanan Juanfran (2010/11), bek tengah Diego Godin (2010/11), dan bek kiri Filipe Luis (2010/11 dan 2014/15). Selain mereka, nama-nama seperti penyerang Antoine Griezmann, kiper Jan Oblak, serta mantan kapten dan ikon Atletico, Fernando Torres, tentu tidak bisa dilepaskan dari delapan tahun era keemasan Los Rojiblancos. 

Kini, sejumlah pemain yang menjadi fondasi kesuksesan Atletico dalam satu dekade terakhir, sudah tidak lagi muda. Bagi Gabi (34 tahun), Juanfran (33), Godin (33), Luis (32) yang tengah cedera, dan Torres (34), Liga Europa ini mungkin menjadi gelar terakhir mereka bersama Atletico. Mereka diprediksi akan habis-habisan untuk menembus final dan menjuarai Liga Europa mengingat trofi terakhir yang direbut Atletico adalah Piala Super Spanyol pada Agustus 2014.

Tanpa para veteran sarat pengalaman tersebut, masa depan Atletico juga belum jelas. Torres dipastikan pergi pada akhir musim ini ke Cina atau Amerika Serikat. Sedangkan, Diego Costa sudah mulai sering cedera sehingga performanya tidak maksimal. Di sisi lain, bintang seperti Griezmann dan Oblak juga mulai terlihat tidak betah. 

Griezmann termasuk salah satu penyerang hebat di Eropa dan bahkan dunia. Tak kurang 161 gol sudah dibuat selama berkarier di Spanyol bersama Real Sociedad dan Atletico. Tetapi, hanya trofi Divisi Segunda (bersama Sociedad) dan Piala Super Spanyol yang ada di lemari koleksinya. Dengan usia yang sudah 27 tahun, pncak karier, penyerang timnas Prancis itu jelas ingin segera merebut trofi bergengsi dari kompetisi utama. Kesempatan itu tentu terbuka bila FC Barcelona mau membayar klausul pelepasannya dari Atletico yang mencapai 100 juta euro. 


Baca Juga :
- Keputusan Inter Mengangkat Spalletti Terbukti Tepat
- Dalam 46 Tahun Hanya Lima Kiper Utama

Atletico memang masih memiliki penyerang sekaliber Kevin Gameiro atau Angel Correa. Tetapi, tidak ada yang sehebat Griezmann dalam merancang sekaligus mengeksekusi serangan balik mematikan, salah satu ciri khas permainan Atletico. 

Kini, Simeone tidak hanya harus berpikir bagaimana mencari calon pengganti para bek dan gelandang bertahan yang menjadi kunci kokohnya pertahanan mereka.Bila Griezmann pergi, pelatih asal Argentina itu juga dipusingkan memilih pengganti yang tepat dengan skema dan karakter pemainan Atletico.*Tri Cahyo Nugroho 
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA