#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mencetak Rekor Lari di Bawah Ancaman Laut Pasang
08 Mei 2018 04:22 WIB
Pelari jarak ekstrajauh (ultrarinner) asal Nevada, Amerika Serikat, Dylan Bowman berhasil menorehkan rekor. Bowman mencatatkan dirinya sebagai manusia tercepat dalam menempuh jalur yang terkenal dengan nama The Lost Coast Trail di Kalifornia. Pada Maret lalu, Bowman berlari dari pesisir Pantai Usal hingga Pantai Matolle dengan menempuh jarak 55 mil atau setara dengan 89 kilometer. 

Dia berhasil menyelesaikan dengan waktu 11 jam, 12 menit, dan 8 detik. Waktu tersebut terbilang yang tercepat karena memangkas satu setengah jam dari percobaan sebelumnya. Pada 2014, Bowman juga sempat menjajal bersama rekannya Leor Pantilat yang hanya dapat menyelesaikan dengan waktu 13 jam 47 menit.

The Lost Coast Trail sangat terkenal bagi para ultrarunner dunia. Pasalnya, jalur tersebut adalah salah satu jalur tersulit untuk diselesaikan bagi para runner dunia. Tantangan yang harus dilalui langsung saat awal mulai melaju dengan pantai yang berbatu. Belum lagi harus pintar dalam membagi waktu, jika tidak ingin terkena pasangnya perairan  Pasifik.


Baca Juga :
- Berlari sambil Berpikir tapi Naik Podium
- Melawan Arus demi Kesuksesan

Bayangkan saja, jarak untuk maraton adalah 42 kilometer. Berarti, The Lost Coast Trail jarak tempuhnya dua kali marathon. Lebih dari itu, marathon biasa dibuat di jalanan yang datar, sedangkan jalur yang dilalui Bowman terbilang kejam untuk pelari lantaran bisa menimbulkan cedera.

“Tempatnya yang terpencil, keindahan rute yang dilalui, hingga mengatur waktu untuk menghindari gelombang tinggi adalah sesuatu yang menarik bagi saya,” kata Bowman bersemangat. Selain itu, karena berlari di garis Pantai Pasifik tentunya cuaca yang dingin dan kibasan air yang membuat sekujur tubuh menjadi basah adalah tantangan yang harus dilalui Bowman.

“Saya berani melakukan ini karena saya yakin dan memiliki potensi untuk menjadi pelari yang tercepat di Amerika Utara pada rute ini,” kata Bowman. Aksi Bowman memang terbilang spektakuler. Bagaimana tidak, dengan rute yang mengharuskan melewati karang, tebing, perbukitan ini, dan tanpa perkiraan waktu untuk menghindari pasang air, Bowman dapat berhasil menyelesaikan setengah hari lebih. 


Baca Juga :
- Lempar Parasut, lalu Terjun Mengejarnya
- Si Cantik yang Merasa Bebas saat Meluncur

Pria yang berusia 32 tahun itu memang sudah tidak asing dalam dunia ultrarunning. Pasalnya, Bowman kerap menjuarai beberapa ajang ultrarunning seperti pada Tarawera 100 Mil Endurance Run di Selandia Baru. Tepatnya pada 2015 Bowman mendapat juara dua kali berturut-turut yaitu pada Leg 4 Awaroa 100 dan Leg 5 Kawerau 100. 

Kemampuannya mempertahankan daya tahan tubuh serta stamina yang masih prima menjadikan olahraga lari sebagai motivasi dan semangat tersendiri bagi Bowman dalam menjalankan kehidupannya. “Saya adalah seorang pelari yang sangat termotivasi dan saya yakin dapat menaklukan pantai yang hilang di pesisir Pasifik dengan lebih baik lagi. Dalam 9 jam 30 menit. Saya ingin mencoba sekali lagi,” kata Bowman.*CR6

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA