#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Lempar Parasut, lalu Terjun Mengejarnya
16 Mei 2018 04:10 WIB
OLAHRAGA yang masih termasuk dalam lingkup skydiving ini sangat tidak wajar. Dinamakan Banzai Skydiving dan bisa dikatakan sebagai olahraga paling esktrem di dunia.

Cara bermain banzai skydiving inilah yang membuat olahraga ini dituding yang paling berbahaya. 
Jika melakukan skydiving biasanya langsung memakai alat lengkap pada saat terjun. Berbeda dengan banzai skydiving yang dilakukan dengan cara melempar parasut terlebih dahulu, lalu baru terjun setelahnya untuk mengejar parasut tersebut. 

Banzai skydiving awalnya hanya dilakukan di kalangan militer untuk mendarat darurat atau dalam situasi genting. Jika dibayangkan, olahraga banzai skydiving terasa mustahil untuk dimainkan, karena jika gagal untuk meraih parasut nyawa menjadi taruhannya. 


Baca Juga :
- Berlari sambil Berpikir tapi Naik Podium
- Melawan Arus demi Kesuksesan

Namun, terlepas dari risiko yang sangat tinggi, banzai skydiving ini sangat diminati oleh para olahragawan udara seperti para skydiver profesional dan BASE jumper. Pada saat meluncur bebas dalam meraih parasut, lalu memasangnya menjadi sensasi yang diberikan pada olahraga ini. Timing dan andrenalin yang tinggi sangat diuji dalam melakukan banzai skydiving.

Olahraga ini pertama kali diciptakan di Jepang. Oleh karena itulah diberi nama Banzai Skydiving. Banzai juga berarti ungkapan dalam bahasa Jepang yang bisa diartikan panjang umur atau hidup selamanya. Biasanya tradisi dalam melakukan olahraga ini yaitu berteriak “banzai” sebanyak tiga kali untuk mengekspresikan antusiasme, menghormati, dan merayakan momen yang menyenangkan.

Sudah terdapat rekor dalam olahraga paling berbahaya ini. Rekor dunia banzai skydiving dipegang oleh Yasuhiro Kubo. Rekor ini berhasil dibukukan Kubo pada 2 September 2000. Ketika itu, dia berhasil melempar parasutnya, kemudian meraihnya kembali hanya dalam waktu 50 detik. Waktu 50 detik tersebut diukur dari jarak waktu sejak parasut dilemparkan keluar sampai Kubo melompat dari pesawat untuk meraihnya dan ia berhasil mendarat dengan selamat.

Mungkin rekor yang dilakukan kubo menjadi rekor satu-satunya dalam banzai skydiving. Pasalnya, Craig Glenday editor buku rekor Guinness menyatakan banzai skydiving merupakan olahraga ekstrem yang paling berbahaya. Dalam meraih pencatatan rekor dunia nyawa dari peserta pemecahan rekor berada dalam taruhannya. Itu risiko yang paling berbahaya jika dilakukan. 


Baca Juga :
- Si Cantik yang Merasa Bebas saat Meluncur
- Menjadi Manusia Kanguru dengan Jumping Stilts

Atas risiko yang sangat tinggu itulah, Guiness menutup rekor tersebut dan akan menolak semua pemecahan rekor atas banzai skydiving. Dikarenakan olahraga ini hanya menjadi sarana setor nyawa pelakunya. Dikhawatirkan juga, banzai skydiving hanya jadi alasan bagi mereka yang sebenarnya ingin bunuh diri dengan cara yang eksotis.

Namun, bukan berarti banzai skydiving ditiadakan. Saat ini, individu yang ingin merasakan sensasi banzai skydiving  harus disertakan pendamping penerjun bebas dengan peralatan lengkap. Tujuannya guna menjaga penerjun ketika terjun bebas lalu meraih parasut hingga dan selamat sampai di permukaan tanah.*CR6
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA