#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Melawan Arus demi Kesuksesan
17 Mei 2018 04:22 WIB
NIGEL Sylvester mempunyai pandangan lain tentang BMX. Bagi banyak rider BMX, mengikuti kompetisi dan memenangkannya adalah impian. Nigel mempunyai cara lain untuk membuat dirinya bagai bintang di dunia BMX. Ia melakukannya dengan cara unik, yaitu menciptakan konten di media sosial. 

Salah satun konten yang terkenal berjudul “Go”, yang juga dirilis di situs Youtube. Acara GO yang dirilis Nigel dan tim sudah direkam di beberapa tempat di dunia. Seperti, New York, Los Angeles, Tokyo, dan Dubai. Dalam setiap konten, Nigel seolah mengajak para penonton  menikmati perjalananya di kota dengan menggunakan BMX. 

Terkadang tak hanya menunggangi BMX saja yang diperlihatkan dalam aksinya. Nigel juga mengombinasikan aksinya memakai motor, jetski, hingga terjun dari atas helikopter.  Hingga kini pengikut (follower) Nigel di media sosial hingga 240 ribu. Selain itu pada pemirsa di Youtube-nya pun kian melonjak. Tercatat penikmat GO kini mencapai 2,5  penonton. 


Baca Juga :
- Bukan untuk Menonjolkan Sensualitas
- Mencari Batas Kekuatan Fisik dan Mental

Dengan ketenaran Nigel di media sosial dan Youtube tak heran pria yang mempunyai ciri khas bergaya swag ini mempunyai banyak sponsor kelas dunia. Di antaranya Nike, New Era, Beats By Dre, GoPro, Samsung, dan beberapa merek kenamaan lainnya.

Ketenaran Nigel tak hanya pada followers ataupun sponsor. Nigel pun mempunyai banyak teman pesohor hingga atlet dunia. Dalam acara GO, Nigel selalu mengajak salah satu temannya itu untuk meramaikan konten yang dibuatnya. 
Nigel pernah mengajak pemain klub NFL, Giants, Victor Cruz, pebasket LA Lakers Nick Young, hingga juru masak terkenal dengan gerakan menaburkan bumbu masak yaitu Nusret Gocke. Ini seakan menunjukkan bahwa Nigel sudah jadi bintang BMX profesional tanpa gelar kejuaraan.

Namun, kesuksesan yang didapat kini setelah Nigel melewati banyak persoalan. Pria 30 tahun itu tumbuh di keluarga yang banyak aturan. Sejak kecil ibu dan ayahnya tak mengharapkan Nigel menjadi rider BMX profesional. “Orang tua saya berasal dari Granada. Sebagian besar orang Granada mempunyai aturan sangat ketat. Ini adalah budaya dan sangat kaku. Anda pergi ke sekolah, lulus, mendapatkan pekerjaan, dan berkeluarga. Hanya itu yang diharapkannya,” kata Nigel.

Dengan tekat dan kesungguhannya terjun kedalam dunia BMX, Nigel memohon untuk tidak mengikuti budaya yang sudah menjadi tradisi keluarganya tersebut. Tepat di usia 12 tahun akhirnya Nigel diberikan hadiah sebuah sepeda BMX standar oleh ayahnya. “Hari itu terasa mustahil dan menakjubkan, tentu saya sangat bahagia. Dengan kata lain mereka membuka jalan untuk saya berkreasi dengan BMX,” ujar Nigel.


Baca Juga :
- Saatnya Hobi Berlari Tidak Ganggu Aktivitas Harian
- Menguji Fisik dan Mental dalam Quicksand

Selain permasalahan terhadap keluarganya yang ia dapat lalui, tak lupa juga Nigel sangat berterimakasih atas dedikasinya Dave Mirra yang juga sebagai idolanya sejak kecil. Jasa Dave juga sangat berperan menjadikan diri ini menjadi seorang yang meraih kesuksesan hingga kini. Salah satu legenda BMX itu mengajarkan Nigel banyak tentang BMX.

“Hal yang tak terlupakan saya bertemu Dave ketika usia saya 17 tahun. Sia banyak mengajarkan saya. Hingga pada waktunya Dave mengangkat saya sebagai salah satu timnya. Itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Nigel. “‘Saya ingin menjadikanmu profesional, memberimu kontrak profesional’ itu adalah kata-kata dan uluran tangan Dave yang tak akan saya lupakan.”*CR6

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA