#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kilas Balik Piala Dunia 1950: Samai Rekor Italia, Uruguay Bungkam Maracana
18 Mei 2018 00:38 WIB
URUGUAY kembali menahbiskan sebagai tim terbaik di Piala Dunia 1950. Turnamen yang digelar selepas Perang Dunia Kedua itu berlangsung di Brasil pada 24 Juni – 16 Juli 1950. Hanya, tuan rumah gagal memaksimalkan kesempatan sebagai penyelenggara karena ditekuk Uruguay pada laga penentuan.

Ya, berbeda dibanding tiga edisi sebelumnya. Piala Dunia 1950 ini tidak memakai format kejuaraan yang mendapat kesempatan ke final. Melainkan, setelah fase grup, empat tim terbaik kembali saling dipertemukan satu sama lain. Negara yang memiliki nilai tertinggi berhak menjadi juara.

Peraturan tersebut diberlakukan FIFA mengingat Piala Dunia 1950 terselenggara hanya lima tahun sejak kemelut Perang Dunia Kedua. Alhasil, banyak negara yang belum mempersiapkan diri secara maksimal karena di dalam negerinya masih berkecamuk. Terlebih bagi tim asal Eropa yang harus menempuh perjalanan dua pekan.


Baca Juga :
- Kilas Balik Piala Dunia 1974: Jerman Barat Hancurkan Total Football
- Kilas Balik Piala Dunia 1970: Brasil Ukir Rekor

Jadi, presiden FIFA saat itu, Jules Rimet meniadakan format sistem gugur dengan mengedepankan pembagian grup. Itu gunanya agar setiap tim tidak segera pulang ke negaranya jika kalah. Konsekuensinya, durasi dan jumlah pertandingan di Piala Dunia 1950 meningkat dibanding tiga edisi sebelumnya.

Di final grup, terdapat empat tim unggulan yang lolos dari fase sebelumnya sebagai juara grup yaitu, Brasil, Uruguay, Swedia, dan Spanyol. Namun, dari keempat negara tersebut, yang berpeluang menjadi juara hanya dua, yaitu Brasil dan Uruguay. Sebab, mereka sukses meraih hasil sempurna pada dua laga sebelumnya.

Alhasil, jadilah duel pada laga terakhir bisa disebut sebagai final. Mengingat, Swedia dan Spanyol sudah tidak memiliki kans juara karena gagal meraih poin maksimal. Nah, pada laga yang digelar di Stadion Maracana, 16 Juli 1950, Uruguay berhasil keluar menjadi juara usai menekuk Brasil, skor 2-1 yang merupakan gelar keduanya setelah 1930 sekaligus menyamai catatan Italia (1934 dan 1938).


Baca Juga :
- Piala Dunia Bukan Audisi untuk Barcelona, ​​Madrid, dan Liverpool
- Profil Tim Piala Dunia 2018 Argentina: Palagan Terakhir Messi

Kubu tuan rumah sudah bersiap menyiapkan pesta saat Albino Friaca membuka keunggulan melalui golnya pada menit ke-47. Hanya, skor itu tak bertahan lama karena 19 menit giliran striker Uruguay, Juan Alberto Schiaffino menyamakan kedudukan. Puncaknya, saat gelandang Alcides Ghiggia merobek gawang Brasil pada menit ke-79.

Seketika, gol itu membuat 173 ribu penonton yang memadati Maracana terdiam. Yang ada hanya raut kekecewaan. Sebab, Brasil saat itu diperkuat beberapa pemain hebat. Seperti Ademir Marques yang menjadi top scorer dengan delapan gol dan Thomas “Zizinho” Soares yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik sepanjang turnamen.***

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA